Strategi Pemasaran: Pengertian, Fungsi, Tujuan & Contohnya

Dalam memasarkan produk kepada orang banyak, suatu usaha memerlukan strategi pemasaran agar sukses menarik pelanggan untuk membelinya. Hal ini perlu dipertimbangkan kembali supaya tujuan tersebut dapat dicapai. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan jasa marketing sebagai penunjang,

Daftar isi:

Pengertian Strategi Pemasaran

Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran sendiri diartikan sebagai upaya memasarkan produk baik berupa barang atau jasa. Umumnya menggunakan suatu taktik dan pola rencana tertentu, sehingga angka penjualan berhasil meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan potensial.

Pendapat lain juga mengartikan bahwa, strategi pemasaran sebagai rangkaian usaha yang dilakukan perusahaan dalam rangka menggapai tujuan tertentu. Capaian tersebut perlu dipertimbangkan dengan hati-hati, karena menjual proposisi dikatakan cukup terbatas kepada orang-orang tertentu saja.

Peran strategi pemasaran memang sangat penting bagi perusahaan atau sekedar usaha kecil saja. Fungsinya untuk menentukan nilai ekonomi baik dari harga barang dan jasa. Terdapat tiga faktor penentunya, yaitu produksi, marketing sert akonsumsi.

Pengertian Strategi Pemasaran Menurut Para Ahli

Pengertian Strategi Pemasaran Menurut Para Ahli

Meskipun diartikan umum sebagai upaya memasarkan produk menggunakan berbagai rencana dan taktik, ternyata beberapa ahli terdahulu pernah menyampaikan pendapatnya mengenai materi strategi pemasaran. Berikut beberapa definisinya:

Kotler dan Amstrong

Pendapat mengenai pengertian strategi pemasaran pertama disampaikan oleh Kotler dan Amstrong pada tahun 2008. Keduanya berpendapat bahwa istilah ini merupakan logika pemasaran, dimana suatu unit bisnis berharap bisa menciptakan nilau serta mendapatkan keuntungan dari hubungan konsumen.

Pendapat dari Kotler dan Amstrong memiliki arti bahwa, strategi pemasaran merupakan tujuan dari suatu unit bisnis untuk memperoleh keuntungan. Hal ini diperoleh dari hubungan bersama konsumen dalam meningkatkan angka penjualan produk.

Kurtz

Pendapat berikutnya disampaikan oleh Kurtz pada tahun 2008. Beliau mengemukakan bahwa strategi pemasaran merupakan, keseluruhan program dari sebuah perusahaan untuk menentukan target pasar. Selain itu, juga untuj memuaskan konsumen dengan cara membangu beberapa kombinasi elemen.

Beberapa elemen tersebut saling berpengaruh satu sama lain dalam suatu strategi pemasaran. Misalnya yaitu marketing mix, promosi, harga, produk dan distribusi. Keseluruhan komponen tentu akan mendapatkan perhatian lebih dari calon pelanggan, sehingga perlu dipertimbangkan secara maang.

Philip Kotler

Selanjutnya dikemukakan oleh Philip Kotler. Beliau menyampaikan bahwa strategi pemasaran adalah sebuah mindset dalam memasarkan produk dengan tujuan tertentu. Di dalamnya juga terdapat perencanaan rinci tentang target pasar, budget dan penetapan posisi.

Perencanaan rinci tersebut akan ditentukan secara matang oleh pihak perusahaan khususnya pihak marketing guna mencapai tujuan, yaitu meningkatkan angka penjualan. Hal yang tidak kalah pentingnya yakni pelanggan harus berasal dari target pasar.

Tjiptono

Sedangkan menurut Tjiptono, strategi pemasaran merupakan merupakan suatu alat fundamental yang telah dirancang guna mencapai tujuan perusahaan. Caranya dengan mengembangkan apa saja keunggulan daya saing agar bisa unggul memasuki pasaran.

Tjiptono juga menyampaikan strategi pemasaran adalah program yang digunakan sebagai pelayanan kepada target pasar. Jadi selain bertujuan meningkatkan angka penjualan, bagaimana melayani calon pelanggan perlu diperhatikan agar selalu menjadi konsumen tetap ke depannya.

Stanton

Pendapat selanjutnya hadir dari Stanton. Beliau mengemukakan bahwa, strategi pemasaran merupakan sesuatu yang mencakup seluruh sistem berhubungan dengan tujuan merencanakan. Bahkan, juga menentukan harga sehingga langkah promosi bisa memuaskan konsumen.

Menurut Stanton, strategi pemasaran merupakan suatu kesatuan mulai dari penentuan harga sampai bagaimana cara menyalurkannya kepada konsumen. Nyatanya hal ini memang perlu ditentukan dari awal, karena akan menentukan angka penjualan dari produk.

Bagaimana Cara Membuat Strategi Pemasaran?

Cara Membuat Strategi Pemasaran

Dalam menyusun strategi pemasaran dibutuhkan langkah-langkah yang cepat namun tetap efisien. Bahkan beberapa kasus menunjukkan jika marketing dilakukan secara terburu-buru akan menyebabkan kegagalan, sehingga angka penjualan tidak meningkat. Inilah cara membuatnya:

Mempersiapkan Produk

Hal pertama yang perlu dilakukan ialah mempersiapkan barang atau layanan akan dipasarkan. Anda perlu mengenali kualitas, keunggulan dan visualnya. Ketiganya dapat diangkat dalam memasarkan produk sehingga lebih menarik calon pelanggan untuk membelinya.

Baca Juga: Contoh Bisnis Plan

Kualitas bagus bisa mendorong pelanggan untuk melakukan repeat order. Sedangkan visualnya yang menaik dapat membuat konsumen tertarik serta mempertimbangkan lagi saat menggunakannya. Jika Anda berhasil mengangkat keduanya maka omzet pun akan meningkat dengan pesat.

Menentukan Harga yang Tepat

Dalam penentuan harga, Anda tidak boleh memasangnya terlalu murah karena berfikir hal ini bisa menarik banyak pelanggan. Besarnya tarif di pasaran dapat menjadi acuan ketika menentukannya. Tujuannya agar calon konsumen masih percaya dengan penawaran tersebut.

Dalam menentukan harga, beberapa hal seperti biaya produksi, keunggulan, kualitas dan pelayanan kepada pelanggan perlu dipertimbangkan. Bahkan layanan terbaik akan menjadi daya tarik tersendiri terhadap konsumen, jika memiliki perbedaan yang jauh daripada pesaing lainya.

Menentukan Target

Langkah selanjutnya dalam menyusun strategi pemasaran adalah menentukan target. Setidaknya Anda memiliki gambaran bisnis selama satu tahun ke depan. Hal ini bisa membuat sebuah usaha bisa berjalan lebih fokus demi mencapai tujuan tersebut, sehingga dijalankan lebih maksimal dan produktif.

Berbekal target untuk satu tahun ke depan, Anda dapat merancang gambaran tujuan dalam beberapa bulan agar berhasil meraih pencapaian tersebut. Misalnya, jika sebuah usaha pakaian perlu menargetkan keuntungan sekian ketika memasuki liburan natal atau menjelang lebaran.

Mengenali Karakter Konsumen

Selanjutnya ialah Anda perlu mengenali siapa target pasar yang akan menggunakan produk tersebut. Tentunya tidak semua orang akan menggunakan barang atau layanan serupa, karena memiliki kebutuhannya masing-masing. Hal ini bertujuan agar penjualan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Misalnya jika Anda memiliki kuliner berupa jajanan dengan bentuk menarik. Maka pelanggan potensialnya ialah berasal dari anak-anak dan ibu rumah tangga. Karakter keduanya perlu dikenali lebih dalam agar produk tersebut bisa berupaya memenuhi kebutuhan mereka.

Menentukan Lokasi Pemasaran yang Tepat

Berdasarkan pemetaan karakter konsumen yang sudah dilakukan, maka Anda bisa menentukan lokasi pemasaran selanjutnya. Pemilihan tempat bisa menjadi salah satu penentu agar tujuan marketing dapat dipenuhi. Akan menjadi sesuatu fatal apabila perusahaan salah memilih lokasi ini.

Misalnya jika Anda memasarkan sebuah produk dengan pelanggan potensialnya lebih aktif menggunakan Instagram. Tentu pemasaran tidak akan berhasil apabila produk dipasarkan melalui sosial media lainnya, seperti Twitter atau Facebook karena kurang tepat sasaran.

Mengamati Kompetitor

Selain mengenali karakter dari konsumen, Anda juga perlu mengamati para pesaing dengan produk serupa. Sebaiknya cari tahu mengenai keunggulan dan kekurangan mereka, sehingga bisa dijadikan evaluasi ke depannya untuk menciptakan barang atau layanan yang lebih unggul.

Anda perlu menggunakan prinsip kerja berupa ATM yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Namun jangan sampai berlebihan dalam memperhatikan pesaing atau parahnya lagi menjatuhkan mereka. Jadikan kompetitor sebagai pemicu semangat agar tujuan penjualan tetap bisa tercapai sesuai harapan.

Merangkul Partisipan

Beberapa partisipan yang bisa diajak kerjasama ialah para reseller. Peran mereka tentunya bisa dikatakan cukup berpengaruh dalam meningkatkan angka penjualan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya apabila Anda memberikan bonus atau reward kepada mereka agar saling menguntungkan.

Misalnya Anda bisa mengatur kemudahan akses agar ketersediaan produk reseller lebih mudah mengeceknya. Bahkan beberapa bonus juga bisa diberikan sebagai bentuk penghargaan. Dengan begitu, mereka akan lebih giat lagi dalam bekerja demi meningkatkan omset penjualan.

Mengembangkan Strategi Marketing Sesuai Kebutuhan

Setiap bisnis tentunya memerlukan strategi pemasaran yang berbeda-beda sesuai produknya masing-masing. Maka sebagai pengusaha, Anda tidak bisa meniru secara persis bagaimana suatu perusahaan memasarkan produk mereka. Sebaiknya temukan sendiri pola perencanaannya.

Untuk itu, mengenali keunggulan produk dan karakter konsumen perlu dilakukan agar strategi pemasaran dapat disusun sesuai target. Bahkan, Anda juga bisa menyusun beberapa konsep sekaligus untuk menghindarkan. Apabila rencana utama belum menunjukkan hasil maksimal untuk menarik konsumen.

Fungsi Strategi Pemasaran

Fungsi Strategi Pemasaran

Dalam memasarkan sebuah produk baik berupa barang ataupun jasa, perusahaan perlu mempertimbangkan perencanaan yang tepat agar tujuan penjualan dapat tercapai sebelum menjualnya. Hingga saat ini, dikenal empat fungsi dari strategi pemasaran yaitu:

Meningkatkan Motivasi Melihat Masa Depan

Strategi pemasaran akan menuntut manajer serta tim marketing untuk melihat peluang di masa depan. Bahkan berbagai sudut pandang dari beberapa orang akan dibutuhkan dalam perencanaannya. Oleh karena itu, salah satu fungsinya ialah meningkatkan motivasi agar selalu menatap di waktu mendatang.

Salah satu hal yang perlu dilihat menggunakan sudut masa depan  ialah perubahan kebutuhan pasar. Grafik penjualan dari suatu produk bisa saja berubah dikarenakan keinginan konsumen tidak sama lagi. Biasanya disebabkan karena adanya trend baru di masa mendatang.

Koordinasi dan Komunikasi Pemasaran Lebih Efektif

Suatu perusahaan atau usaha kecil tentu memiliki urusan rumah tangganya sendiri. Baik dimulai dari proses produksi hingga tahap memasarkan kepada pelanggan. Dalam perencanaan strategi pemasaran, maka tim marketing dituntut untuk bekerja sama demi menciptakan hasil yang efektif.

Berbagai pikiran dan pendapat akan dipertimbangkan dari masing-masing orang dalam satu tim. Nantinya mereka bisa bekerja sama dalam menentukan strategi pemasaran yang dinilai paling potensial. Secara tidak langsung, hal ini menciptakan koordinasi serta komunikasi lebih efektif.

Merencanakan Tujuan Perusahaan

Baik perusahaan, penggerak UKM atau pengusaha kecil tentu akan memiliki tujuanya masing-masing. Dengan mereka menentukan strategi pemasaran, maka secara otomatis bisa diketahui apa prospek ke depan baik secara jangka pendek maupun panjang.

Oleh karena itu, salah satu fungsi dari perencanaan strategi pemasaran adalah sekaligus mengetahui tujuan perusahaan. Beberapa hal seperti target pasar, harga, promosi, jumlah produksi dan faktor lainnya tentu perlu diketahui sebelum mengetahui langkah yang tepat untuk memasarkannya.

Mengawasi Kegiatan Pemasaran

Dengan menjalankan suatu strategi pemasaran, suatu perusahaan akan mengetahui kinerja dari para anggotanya. Hal ini bisa digunakan sebagai langkah evaluasi ke depannya sehingga dapat bekerja lebih optimal lagi ke depannya.

Meskipun tidak bisa memantau secara langsung, pihak perusahaan dapat mengikuti perkembangan dari jalannya strategi pemasaran. Harapannnya agar mendapatkan kualitas dan mutu kerja lebih efektif dan optimal daripada sebelumnya.

Tujuan Strategi Pemasaran

Tujuan Strategi Pemasaran

Selain memiliki beberapa fungsi, strategi pemasaran juga mempunyai tujuan agar bisa tercapai ke depannya. Baik dalam jangka pendek maupun panjang, hal ini dapat menentukan kinerja dari tim marketing serta efektif tidaknya suatu perencanaan tersebut. Berikut penjelasannya:

Meningkatkan Koordinasi Tim Pemasaran

Dalam perencanaan strategi pemasaran akan melibatkan seluruh tim marketing di dalamnya. Bahkan mereka dituntut untuk mengerahkan seluruh tanggung jawab demi mencapai tujuan perusahaan, yaitu meningkatkan angka penjualan dengan menarik perhatian para calon pelanggan potensial.

Dengan tuntutan tersebut, tentunya mereka akan saling berkoordinasi demi mencapai tujuan pemasaran. Bahkan hal ini bisa bermanfaat apabila dihadapkan proyek selanjutnya. Sudah menjadi hal yang umum apabila kerja sama dalam satu tim sangat dibutuhkan untuk menggapai goals.

Sebagai Tolok Ukur Kinerja

Selain harus dituntut saling bekerja sama, tim pemasaran juga wajib melakukan pekerjaan dengan maksimal. Berhasil tidaknya suatu strategi marketing bisa dijadikan sebagai tolok ukur kinerja dari masing-masing personil. Perusahaan akan menilai kualitas kerja setiap individu nantinya.

Jadi selain bertujuan untuk meningkatkan angka penjualan suatu produk, strategi pemasaran juga bertujuan guna menilai kinerja masing-masing personil di daam tim marketing. Bahkan, tidak jarang jika sebuah perusahaan akan memberikan bonus atau fee ketika hasil kerja mereka terbilang memuaskan.

Landasan Mengambil Keputusan yang Logis

Dalam merencanakan strategi pemasaran, sebuah perusahaan perlu mengenali, mengetahui serta merumuskan masalah yang bisa saja terjadi dalam target pasar. Tujuannya, agar dapat ditarik kesimpulan sehingga didapatkan keputusan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Beberapa komponen dalam pasar yang perlu diketahui ialah calon pelanggan, trend di masa mendatang, kompetitor dan masih banyak lagi. Seluruh informasi tersebut harus saling dikaitkan, demi menemukan sebuah kesimpulan dan dijadikan keputusan untuk dasar memasarkan sebuah produk.

Meningkatkan Kemampuan Untuk Menghadapi Perubahan

Dalam menjalankan usaha, tentu sebuah perusahaan harus memprediksi kemungkinan apa saja yang bisa saja terjadi ke depannya. Perubahan tersebut pastinya memengaruhi tingkat penjualan dari suatu produk. Bahkan potensi terburuknya dapat mengalami kerugian sebab gagal menarik calon pelanggan.

Salah satu kemungkinan yang dapat terjadi ialah penurunan angka ekonomi dari masyarakat, sehingga tidak memungkinkan membeli sebuah produk. Adanya strategi pemasaran bisa berfungsi untuk meningkatkan kemampuan manajemen saat menghadapi berbagai perubahan ke depannya

Konsep Strategi Pemasaran

Konsep Strategi Pemasaran

Beberapa ahli menyampaikan bahwa kepuasan pelanggan menjadi kunci utama dari konsep strategi pemasaran. Dengan kata lain, sebuah perusahaan memiliki trik tersendiri untuk melakukan langkah marketing sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing. Inilah kelima poinnya:

Segmentasi Pasar

Masing-masing konsumen tentu memiliki kebiasaaan yang berbeda. Dari situlah akan muncul kebutuhannya sendiri-sendiri. Pastinya hal ini masih terlihat abstrak dan bersifat heterogen. Tugas dari pihak marketing ialah membuatnya menjadi homogen untuk memenuhi keperluan setiap pelanggan.

Mengetahui kebutuhan pasar memang menjadi tugas dari setiap perusahaan. Baik spesifikasi maupun keunggulannya harus bersifat memenuhi keperluan untuk kehidupan orang banyak. Oleh karena itu, hal ini menjadi konsep pertama yang perlu direncanakan dalam menentuka strategi pemasaran.

Market Positioning

Dari keseluruhan kebutuhan yang diinginkan oleh masing-masing pelanggan, tentunya sebuah perusahaan tidak bisa menguasai seluruh pasar tersebut. Pihak pemasaran harus jeli dalam menenukan siapa pelanggan potensial untuk menjadi target penjualan dari produk.

Setiap perusahaan tentu memiliki pasarnya masing-masing. Tidak ada satu produk akan dibutuhkan oleh semua kalangan. Misalnya saja jika Anda memproduksi susu ibu hamil, maka pelanggan potensial hanya terdiri dari ibu yang tengah mengandung, bukan untuk anak-anak bahkan bapak-bapak.

Market Entry Strategy

Untuk mengetahui segmen pasar, nyatanya tidak mudah untuk dilakukan oleh setiap perusahaan. Tim marketing perlu melakukan beberapa cara guna mendapatkan pelanggan potensial dan membuat produk larisnya laris terjual.

Biasanya akan ada beberapa cara yang akan dilakukan bagi setiap perusahaan yaitu membeli produk serupa dari produsen lainnya. Tujuannya agar mengetahui kekurangannya sehingga dapat menjadikan evaluasi selama proses produksi. Selain itu, juga bisa mengajak kerja sama agar hasil lebih maksimal.

Marketing Mix Strategy

Istilah marketing mix merupakan kumpulan dari beberapa komponen yang akan menarik perhatian setiap pelanggan ketika suatu produk dipasarkan. Tanggapan tersebut nantinya berpengaruh terhadap angka penjualan ke depannya.

Beberapa komponen tersebut diantaranya adalah product, place, promotion, price, participant, people physical evidence serta process. Semuanya perlu dikombinasikan dengan teliti dan sistematis. Harapannya agar mendapatkan tanggapan positif dari masing-masing pelanggan.

Timing Strategy

Tidak hanya mengetahui apa kebutuhan pasar saja, namun menentukan waktu yang tepat saat pemasaran juga menjadi hal penting. Sebelum memasarkan, harus memahami berbagai kemungkinan dapat terjadi ke depannya sehingga bisa membuat keperluan dari pelanggan bisa berbeda.

Contoh sederhananya ialah ketika Anda memproduksi jas hujan namun dipasarkan ketika musim kemarau. Tentu penjualan tidak akan meningkat sesuai target. Lebih parahnya lagi malah mengalami kerugian.

Penerapan 4P dalam Strategi Pemasaran

Semakin mudahnya pemasaran yang dilakukan, nyatanya membuat langkah ini tidak hanya fokus pada promosi saja melainkan sudah direncanakan mulai dari proses produksi. Bahkan penentuan harga pun ikut diperhatikan sebagai salah satu faktor penentu. Berikut beberapa penjelasannya:

Product

Apapun usaha yang dijalankan, tentunya harus ada sebuah produk. Baik berupa barang ataupun jasa pastinya hars memilki keunggulan masing-masing. Namun hal tersebut tidak menjamin akan menarik banyak pelanggan apabila dijual ke pasaran. Masih terdapat beberapa faktor lainnya.

Dengan adanya strategi 4P, pelaku bisnis harus merencanakan pembuatan produk yang matang. Sebelum memutuskan untuk melakukan produksi, perusahaan perlu mengadakan riset pasar guna mengenali kebutuhan dari calon pelanggan potensialnya. Tujuannya agar penjualan bisa tepat sasaran.

Price

Selain produk, penentuan harga juga penting untuk dipertimbangkan sebelum dipasarkan. Terlebih jika memiliki nilai cukup tinggi dengan persaingan bisnis yang sengit pula. Sebab, adanya selisih angka saja bisa memengaruhi pelanggan akan lari menuju pesaing lainnya. Tentu saja hal ini tidak ingin Anda alami.

Salah satu yang bisa dilakukan yaitu mempertimbangkan harga jual produk dari competitor. Apabila Anda termasuk pengusaha baru, maka tetapkan angka sedikit di bawah pesaing demi menarik minat dari pelanggan. Selain itu, juga dapat memberikan diskon, paket menarik, undian atau promo lainnya.

Place

Selanjutnya membahas mengenai pemilihan lokasi dijalankannya suatu bisnis. Strategi 4P ini membicarakan tempat berjualan merupakan faktor yang tidak kalah pentingnya. Hal tersebut perlu dipertimbangkan agar para pelanggan mudah untuk menjangkaunya.

Meskipun dimudahkan dengan perkembangan teknologi saat ini, penjualan secara offline tetap harus dioptimalkan. Beberapa cara seperti membuka pameran dan gerai dapat dilakukan guna menarik minat pelanggan. Bahkan Anda bisa memperkenalkan produk baru melalui adanya event tertentu.

Promotion

Promosi menjadi kunci utama dari sebuah pemasaran. Strategi markeing harus direncanakan dengan baik sehingga berhasil mempromosikan produk melalui cara yang unik dan menarik. Tidak hanya berfungsi menjual saja, hal ini juga bermanfaat untuk memperkuat merk dari sebuah perusahaan.

Kedua tujuan tersebut perlu dicapai sekaligus agar perusahaan dapat berdiri dalam waktu lama. Cara promosi saat ini memang jauh berbeda dengan zaman sebelum adanya internet. Oleh karena itu, perusahaan perlu memanfaatkan teknologi guna sebagai langkah promosi yang tepat.

Cara Paling Efektif dalam Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan hal yang penting karena mempengaruhi performa perusahaan. Oleh karena itu, tim marketing harus menyusunnya dengan teliti demi meningkatkan angka penjualan sekaligus menjaga nama baik suatu usaha. Berikut beberapa cara dianggap paling efektif:

Mengetahui Target Pasar

Cara paling utama dalam menyusun strategi pemasaran adalah benar-benar mengetahui siapa yang menjadi target pasar. Biasanya suatu perusahaan akan melakukan riset terlebih dahulu guna mengenali calon pelanggan potensial secara spesifik. Dengan ini, peluang penjualan kian meningkat.

Baca Juga: Pengertian Pemasaran

Anda tidak bisa memasarkan suatu produk ke semua orang. Setiap konsumen tentu memiliki kebutuhannya masing-masing. Contoh sederhananya saja ialah, meskipun sama-sama memproduksi susu untuk tulang, namun akan berbeda jika ditujukan kepada anak-anak dan kalangan lansia.

Memanfaatkan Sosial Media

Anda pasti setuju bahwa sosial media menjadi sarana pemasaran yang paling efektif untuk berbagai jenis produk, karena sudah hampir semua orang menggunakannya. Bahkan mereka memiliki latar belakang berbeda-beda, sehingga kategori target pasarnya pun dapat dikenali secara spesifik.

Beberapa sosial media yang sering digunakan yaitu Instagram dan Facebook. Bahkan setiap perusahaan dapat berinteraksi secara baik bersama pelanggan. Adanya sosmed memungkinkan usaha untuk menentukan target pasar lebih spesifik sehingga peluang meningkatkan omset kian meningkat.

Menawarkan Produk Gratis

Mendapatkan barang gratisan memang terbukti ampuh untuk menarik minat konsumen. Alasan lainnya ialah orang-orang akan menjadikannya sebuah tester sebelum membelinya. Terutama jika produk yang ditawarakan merupakan kuliner terbaru dan belum pernah ada sebelumnya.

Selain tertarik mencobanya, perasaan khawatir akan rasanya tentu dirasakan oleh semua orang. Sebuah perusahaan bisa saja memanfaatkan adanya event untuk melakukan strategi ini. beberapa contoh produk dapat ditawarkan secara gratis kepada calon pelanggan agar berpotensi membelinya.

Menggunakan Lokasi Strategis

Pemilihan lokasi strategis menjadi salah satu penentu dari strategi pemasaran dapat dikatakan berhasil. Kriteria tempat yang efektif digunakan untuk memasarkan produk harus disesuaikan dengan target pasar dan kemudahan menjangkaunya. Bahkan jika perlu harus mendekati kawasan ramai.

Misalnya jika Anda memproduksi berbagai perlengkapan untuk anak kos, maka sebaiknya untuk memasarkannya di area kampus dan sekolah. Tentunya para mahasiswa maupun siswa akan lebih cepat menyadari keberadannya. Dengan begitu, mereka sudah berhasil menjadi pelanggan potensial.

Memberikan Testimoni untuk Rekomendasi

Sebuah produk akan terlihat berkualitas dan terpercaya apabila ada yang merekomendasikannya. Anda bisa memberikan penghargaan seperti insentif kepada pelanggan lama. Strategi seperti ini dapat membuat perusahaan mendapatkan dua keuntungan yaitu memuaskan konsumen loyal dan baru.

Adanya testimoni dari pelanggan loyal bisa mendatangkan konsumen baru. Namun kepercayaan mereka perlu Anda berikan insentif agar menjadi customer tetap untuk sebuah produk tertentu. Dengan begitu, mereka akan sama-sama berperan sebagai penentu dalam meningkatkan angka penjualan.

Menjalin Hubungan Baik Bersama Konsumen

Daripada calon pelanggan, nyatanya konsumen loyal masih memberikan keuntungan lebih besar untuk meningkatkan angka penjualan. Selain melakukan repeat order, mereka juga telah memberikan kepercayaan kepada banyak orang agar ikut membeli produk yang sudah dipakainya sejak lama.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya apabila Anda menjalin hubungan baik bersama mereka. Bahkan perusahaan bisa menerima segala masukan dari pelanggan loyal mengenai kekurangan dari produk yang telah dipakainya. Hal ini terbilang cukup efektif sebagai cara pemasaran dalam dunia bisnis.

Mulut ke Mulut

Salah satu tuntutan yang perlu dimiliki oleh tim pemasaran adalah mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini bisa dijadikan strategi cukup efektif bagi mereka untuk memasarkan suatu produk kepada calon pelanggan secara langsung. Biasanya penawaran melalui mulut ke mulut ini lebih menarik perhatian.

Contohnya saja jika Anda bepergian ke pusat perbelanjaan dan menjumpai adanya sales yang menawarkan pembuatan kartu kredit dengan mudah. Beberapa di antaranya akan langsung tertarik dan segera membuatnya, karena dijelaskan cara pembuatannya secara jelas dan tanpa ribet.

Contoh Strategi Pemasaran

Setelah memahami berbagai penjelasan mengenai strategi pemasaran, maka beberapa contoh di bawah dapat menjadi gambaran sebelum memasarkan produk kepada calon pelanggan. Harapannya agar tujuan penjualan tercapai sesuai target. Berikut penjelasannya yang mungkin bisa Anda terapkan:

Partnership

Banyak perusahaan mengaku bahwa salah satu contoh strategi ini memang dibilang menjanjikan dalam mendatangkan pelanggan potensial. Bentuk kerjasama dengan pihak lain dinilai murah dan cepat menghasilkan keuntungan.

Anda hanya perlu melakukan kesepakatan bersama pihak lain sebelum memasarkan suatu produk. Biasanya bekerja sama dengan perusahaan yang memproduksi fokus jauh berbeda untuk menghasilkan barang atau jasa memiliki keunikan tersendiri.

Menjalin Kerja Sama dengan Influencer

Influencer memang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat, salah saunya ialah produk yang sedang dipakainya. Apabila Anda menjalin kerja sama bersama mereka, bukan hal tidak mungkin untuk mendatangkan banyak pelanggan membelinya.

Influencer seperti selebgram, youtuber dan vlogger akan menjadi peluang besar dalam memasarkan produk Anda. Namun tentukan dahulu dengan jenis barang atau jasa yang akan dipasarkan. Misalnya perusahaan skincare dapat menjalin kerja sama bersama beauty vlogger.

Melibatkan Karyawan

Anda bisa mencoba sekali-kali untuk melibatkan karyawan agar tampil di depan layar sebagai agen promotor. Sebuah perusahaan dapat melakukan hal ini dengan menampilkan iklan lucu yang tentunya kreatif dan menarik bagi masyarakat.

Beberapa karyawan mengaku dengan senang hati untuk terlibat dalam kegiatan pemasaran ini. Bahkan mereka merasa bangga karena sudah mengambil peran dalam proyek tersebut. Maka, tidak ada salahnya jika Anda memasang iklan lucu tanpa harus menggandeng nama-nama besar lainnya.

Menjaga Konsumen Lama

Pepatah mengenai mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan memang benar adanya. Bagi setiap perusahaan yang sudah memiliki pelanggan lama sebelumnya, harus menjaganya agar tidak pindah ke lain produsen lainnya.

Adanya kepercayaan dari konsumen lama nyatanya terbilang cukup efektif dalam mendatangkan pelanggan baru. Anda bisa memberikan berbagai bonus kepada mereka karena terbukti setia menjadi customer tetap.

Contoh Strategi Pemasaran Secara Digital

Jika keempat strategi sebelumnya Anda rasa belum memanfaatkan perkembangan teknologi seperti sekarang, beberapa contoh berikut telah menggunakan dunia digital guna memasarkan produk. Inilah penjelasannya:

SEM (Search Engine Marketing)

Strategi pemasaran pertama yang memanfaatkan teknologi digital adalah SEM atau Search Engine Marketing. Istilah tersebut diartikan sebagai upaya penjualan pemasaran internet paling efektif, bahkan dapat memenangi persaingan di antara banyaknya kompetitor dengan produk serupa,

Search Engine Marketing bertujuan, agar suatu produk yang akan dipasarkan bisa muncul di alaman pertama pada SERP atau Search Engine Result Page. Walaupun secara SEO belum tergolong vukup baik, namun SEM mempunyai kemungkinan keberhasilan tinggi daripada pemasangan iklan.

SEO (Search Engine Optimization)

Tujuannya agar menampilkan sebuah website agar muncul pada ranking awal pencarian Hampir mirip dengan cara kerja SEM, namun SEO merupakan versi gratisnya. Akan tetapi memiliki kekurangan yaitu membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama sekitar beberapa bulan bahkan hingga satu tahun.

Indikator keberhasilan SEO ialah ketika kata kunci yang telah ditargetkan berhasil muncul pada halaman pertama, bahkan di urutan teratas pada hasil pencarian. Beberapa hal penting perlu dimaksimalkan untuk strategi ini ialah konten dan template website serta backlink.

Email Marketing

Contoh strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital adalah email marketing. Cara ini merupakan upaya mengirimkan sebuah pesan berisikan informasi, penawaran, promo terkaitsuatu barang atau jasa kepada sejumlah orang dengan ketertarikan lebih kepada produk tersebut.

Tujuan dari strategi email marketing adalah meningkatan angka penjualan dari pelanggan baru maupun lama. Namun sebelumnya, Anda perlu mendapatkan kontak mereka untuk dikirimi pesan. Bahkan target pasar dapat dijangkau meskipun berada di luar daerah produksi.

Marketing Sosial Media

Semakin banyaknya orang yang menggunakan sosial media, membuat banyak perusahaan menggunakan peluang ini untuk memasarkan produk baik berupa barang maupun jasa mereka. Bahkan, strategi ini dikatakan paling efektif karena dapat menjangkau pelanggan baru dari luar daerah.

Anda dapat menawarkannya melalui sosial media yang kini memiliki banyak pengguna seperti Instagram, Faceook, Twitter bahkan Youtube. Namun strategi pemasaran melalui sosmed menuntut untuk membuat konten kreatif demi menarik perhatian banyak orang.

Content Marketing

Definisi dari istilah ini adalah perencanaan, pembuatan serta pendistribusian suatu konten kepada orang-orang tertentu agar tepat sasaran. Tujuannnya agar menarik para audiens untuk mengenal sebuah produk baik berupa barang maupun jasa sehingga tertarik membelinya.

Pada umumnya, content marketing dapat dibuat berupa gambar, video, tulisan, audio dan lain sebagainya. Hal paling penting dalam melakukan strategi ini ialah membuat konten pemasaran semenarik mungkin, serta harus disebarkan secara terus menerus selama beberapa waktu.

Inbound Marketing

Mungkin beberapa orang masih merasa asing dengan istilah pemasaran tersebut. Inbound marketing adalah pendekatan kepada calon pelanggan apabila strategi promosi secara konvensional belum menunjukkan hasil optimal. Sederhananya adalah bagaimana membuat usaha dicari oleh konsumen.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyebarkan suatu konten dan interaksi, dengan tujuan untuk memberikan solusi kepada masalah terhadap masalah calon pelanggan. Namun, Anda perlu melakukan riset pasar terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan orang-orang di masa mendatang.

Cause Marketing

Contoh strategi pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital adalah cause marketing. Istilah ini diartikan sebagai upaya sebuah perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas isu sosial di masyarakat. Selain bertujuan untuk membantu banyak orang, juga sekaligus memperoleh keuntungan.

Cara kerja dari cause marketing adalah menjadi sponsor kegiatan yang sedang berlangsung di masyarakat dengan mengangkat suatu isu sosial. Nantinya sebuah perusahaan akan mengiklankan produk mereka sebagai solusi atas masalah tersebut.

Influencer Marketing

Influencer adalah seseorang yang memiliki pengaruh besar kepada banyak orang serta memiliki jumlah followers di sosial media cukup banyak. Mereka biasanya akan membagikan konten menarik melalui berbagai platform seperti Instagram, Youtube, blog dan lain sebagainya.

Sedangkan influencer markteing sendiri merupakan strategi mempromosikan produk yang dipasarkan oleh selebgram, youtuber atau blogger terkenal agar diketahui banyak orang. Tujuannya agar followers mereka ikut serta untuk menggunakan barang atau layanan tersebut.

Advertorial

Strategi advertorial bisa dikatakan sebagai cara memasarkan produk yang sesuai dengan perkembangan zaman. Upaya ini merupakan gaya pengiklanan menggunakan gaya jurnalistik, dimana pembaca akan dikenalkan sebuah barang atau suatu layanan melalui tulisan di internet.

Di dalam suatu artikel, pembaca akan diberitahu siapa saja pengguna sebelumnya, keuntungan serta cara penggunaanya. Melalui tulisan ini, calon pelanggan merasa lebih tertarik tentang suatu produk karena sudah mengetahui benefit serta bagaimana tutorial memakainya.

Situs web

Kini sudah banyak perusahaan yang menggunakan situs web resmi sebagai media pemasaran. Bahkan cara ini dianggap efektif bagi calon pelanggan untuk mengetahui informasi detail mengenai sebuah produk.

Beberapa situs web juga menyediakan layanan live chat yang bisa digunakan oleh pelanggan untuk bertanya secara langsung. Cara ini memang memudahkan banyak orang apabila mereka ingin mengetahui lebih spesifik mengenai sebuah produk.

Contoh Strategi Pemasaran FOMO (Fear of Missing Out)

Seiring berkembangnya teknologi, nyatanya jjuga berdampak besar terhadap dunia pemasaran. Salah satunya yang kini marak digunakan ialah FOMO atau fear of missing out. Istilah ini ditujukan bagi pembeli online agar merasa was-was kehilangan barang keinginannya. Berikut beberapa contohnya:

Missed Opportunities

Strategi pemasaran pertaa yang menggunakan FOMO ialah menampilkan pesan atau peringatan seolah-olah pengguna internet baru saja melewatkan kesempatan besar atau missed opportunities. Biasanya sering digunakan oleh website penyedia hotel atau tempat penginapan.

Situs penyedia hotel biasanya akan mencamtumkan pesan seperti “Maaf, property yang Anda inginkan telah habis pada tanggal xx-xx-xxxx”. Kemudian ditutup menggunakan kalimat “Tanggal yang Anda pilih tersebut memang sangat populer, Kami bisa menyediakannya di tanggal lain. Apakah Anda bersedia?”

Stock Availability

Kelangkaan barang bisa menjadikan seseorang berhasil merasakan dampak FOMO. Semakin langka sebuah produk maka orang-orang kian tertarik untuk mendapatkannya. Strategi inilah yang digunakan oleh beberapa marketplace atau ecommerce seperti Shopee, Lazada, Blibli dan lain-lain.

Beberapa pemasangan iklan akan mencantumkan sebuah tulisan seperti “Produk ini hanya tersisa tiga lagi, daripada kehabisan lebih baik beli sekarang.” Adanya pesan stock availability dapat menggungah pelanggan agar segera melakukan pemesanan tanpa harus memasukkanya ke dalam keranjang dulu.

Time Limit

Keputusan yang bersifat impulsif memang seringkali terjadi jika Anda sedang diburu-buru waktu. Itulah mengapa, banyak marketplace atau e-commerce menampilkan time limit agar para pelanggan langsung melakukan pemesanan. Biasanya hanya digunakan saat perayaan tertentu seperi Harbolnas.

Tulisan time limit yang dicantumkan di bawah produk biasanya akan dibuat lebih menarik agar pelanggan langsung terfokus kesana. Masing-masing penawaran diskon dapat menampilkan limitasi waktu berbeda-beda sesuai keinginan. Namun pada umumnya cukup berjalan beberapa menit saja.

Competitive Buyer

Efek FOMO yang dirasakan oleh pelanggan akan lebih terasa apabila banyak orang membeli produk serupa. Selain menggunakan time limit dan stock availability, Anda juga bisa mengaplikasikan strategi competitive buyer.

Biasanya beberapa toko online menampilkan tulisan seperti “Ada sekitar 50 orang melihat produk sama dengan Anda.” Kalimat tersebut akan membuat pelanggan berpikir bahwa mereka bisa saja kehabisan barang jika tidak segera membelinya dalam waktu dekat. Strategi ini diakui efektif menarik konsumen.

Limit Free Shipping

Sebagian besar pembeli online tentu lebih menyukai produk yang memiliki pelayanan gratis ongkos kirim. Bahkan mereka akan langsung melakukan pembelian karena terdapat iming-iming free shipping karena dirasa telah melakukan penghematan.

Bahkan, insentif seperti ini memang lebih menarik perhatian para pembeli yang berada di luar Pulau Jawa karena mahalnya ongkos kirim. Akan tetapi, strategi marketing tersebut bisa diubah sedikit dengan menetapkan batas waktu tertentu untuk mendapatkan banyak pelanggan sekaligus.

Social Proof

Anda tentu saja pernah melihat iklan online yang menampilkan tulisan seperti “Gilang dari Bandung baru saja membeli produk ini.” Kalimat tersebut memang sengaja dibuat dengan alasan memberikan efek social proof kepada calon pelanggan. Tujuannya agar meyakinkan mereka untuk ikut memesan.

Social proof adalah fitur yang menampikan situasi bahwa terdapat produk baru saja dibeli oleh seorang pelanggan. Hal ini akan memberikan keyakinan dan kepercayaan lebih kepada calon konsumen, bahwa mereka tidak salah dalam membeli suatu barang di toko tersebut.

Testimonial Konten

Selain adanya social proof, menampilkan testimonial konten juga memberikan kepercayaan lebih kepada calon pelanggan agar merasa yakin untuk segera membelinya. Testimoni ini berisikan ulasan positif dari customer sebelumnya demi menggaet konsumen baru.

Testimonial ini dapat dilakukan melalui beberapa cara. Pada umumnya, toko online akan menampikan beberapa screenshoot chatting-an mereka bersama pelanggan setelah menerima produk barunya. Strategi tersebut nyatanya telah terbukti dan banyak digunakan oleh marketplace dan e-commerce.

Early Bird Decisions

Dari beberapa strategi yang diterapkan oleh semua perusahaan dalam memasarkan produknya, terdapat satu cara dan terbilang paling efektif yakni memberikan barang atau layanan secara gratis. Namun masalahnya , jika diberikan dengan cuma-cuma kepada pelanggan tentu akan mengalami rugi.

Oleh karena itu, Anda bisa menyiasatinya dengan strategi early bird decisions. Cara ini meruapakn trik dimana pemberian barang secara gratis hanya akan diberikan kepada beberapa pengunjung pertama. Misalnya pembukaan toko baju wanita memberikan 100 jilbab hanya 100 pembeli pertama.

Reward Program

Sama halnya seperti penjelasan sebelumnya, bahwa mempertahankan pelanggan lama memang perlu dilakukan. Strategi tersebut memang mengacu pada fakta jika sebuah bisnis tidak akan bertaha lama jika mereka tidak memiliki konsumen loyal.

Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebuah usaha besar akan mendapatkan keuntungan sebesar 80% dari pelanggan lamanya. Salah satu strategi untuk melakukannya ialah, memberikan reward program kepada konsumen setia seperti mengadakan potongan harga atau barang secara free.

Decoy Effect

Semua pembeli akan berpikir dahulu sebelum mereka membelinya. Beberapa pertimbangan seperti harga, kuantitas dan kualitas memang perlu dipikirkan. Saat ini strategi decoy effect bisa menjadi strategi paling efektif dari sebuah perusahaan dalam memudahkan pelanggan menentukan pilihannya.

Baca Juga: Pengertian Promosi

Salah satu brand yang sudah menerapkannya ialah Starbucks. Awalnya kedai kopi ini menyediakan empat ukuran gelas yaitu Tall, Venti, Grande dan Trenta. Namun kini mereka sudah tidak menggunakan Trenta dengan alasan ukurannya paling besar dan mahal. Nyatanya pelanggan lebih menyukai Grande.

Pengertian strategi pemasaran memang sangat penting guna meningkatkan angka penjualan produk dari suatu perusahaan. Tidak heran jika dibentuk tim marketing khusus demi menyusun berbagai perencanaan sebelum memasarkannya kepada banyak orang.

Tinggalkan komentar