Struktur Proposal

Struktur Proposal Kegiatan yang Baik dan Benar

Diposting pada

Struktur proposal kegiatan yang baik dan benar serta urutan susunannya adalah ilmu yang penting untuk diipelajari. Rancangan ini diperlukan karena jika usulan tersebut berkualitas, potensi diterima oleh klien atau pihak sponsor pun makin besar. Tak heran jika banyak orang yang mencari tahu tentang seluk beluk proposal kegiatan berkualitas.

Mengenal Struktur Proposal Kegiatan yang Benar

Mengenal Struktur Proposal Kegiatan yang Benar

Mengetahui struktur proposal hukumnya wajib, terutama jika sedang ingin mengajukan rancangan kegiatan, penelitian atau proyek. Memahami seluk beluk tentang usulan ini penting karena menunjang keberhasilan kegiatan. Sayangnya, bila susunannya tidak pas, itu akan menggagalkannya.

Baca Juga: Contoh Proposal Penelitian

Bicara tentang struktur proposal sebuah kegiatan, terdapat beberapa hal yang harus diketahui. Apabila penulisannya benar, maka potensi usulan diterima oleh sponsor dan sebagainya pun makin besar. Untuk mewujudkannya, pembuat proposal perlu mempelajari bagaimana membuat proposal berkualitas dan persuasif.

Jenis proposal memang beragam, namun umumnya memiliki susunan yang tidak jauh berbeda. Adanya rancangan ini sifatnya fleksibel sehingga isinya masih bisa diubah sesuai kebutuhan. Tujuan pembuatannya bervariasi, salah satunya menawarkan ide terkini produk suatu perusahaan, mengadakan event tertentu dan sebagainya.

Susunan proposal yang benar tentu diawali oleh pembuka dan diakhiri penutup. Namun, tidak semua orang memahami bagaimana cara membuatnya. Agar tidak mengalami kesalahan fatal, sebaiknya ketahui beberapa strukturnya dengan lengkap.

Struktur Proposal Kegiatan Secara Umum

Struktur Proposal Kegiatan Secara Umum

Salah satu tujuan dibuatnya proposal ialah menyampaikan ide suatu produk atau jasa kepada pihak lain. Tak hanya memasarkan barang, adanya usulan tersebut kerap digunakan untuk memberikan informasi terkait rancangan kegiatan atau penelitian. Berikut adalah urutan susunannya:

Sampul Proposal

Tiap proposal yang akan dibawa ke sponsor, lembaga atau perusahaan sebaiknya diberi sampul rapi. Pemberian bagian ini ditujukan agar kertas tetap aman dari berbagai gangguan seperti air. Jika tidak ditutupi plastik transparan, apabila terkena air proposal tersebut akan rusak.

Di bagian sampul, jangan lupa menuliskan nama kegiatan yang dilakukan. Selain itu, pastikan terdapat logo perusahaan atau lembaga masing-masing. Simbol ini sangat penting sebab bila tak tersedia, ada kemungkinan calon sponsor akan menganggap proposal tersebut asal-asalan sehingga akhirnya ditolak mentah-mentah.

Halaman judul ini merupakan hal pertama yang akan dilihat oleh penerima proposal tersebut. Pastikan susunan kalimatnya pas dan enak dibaca. Sebagai contoh, Anda bisa menuliskan “Konser Musik Amal Siswa-siswi SMA 101 Yogyakarta” jika ingin membuat acara tentang pensi.

Latar Belakang

Setelah membuat proposal kegiatan bagian paling depan, saatnya beranjak ke bagian latar belakang. Di sini, penulis harus menjelaskan mengapa membuat rancangan acara tersebut. Ini sangatlah penting mengingat dari halaman itu dapat terlihat apa alasan dibalik pembuatan usulan itu.

Agar klien atau sponsor tertarik dengan proposal tersebut, sebaiknya pastikan bahwa tulisan dimulai dari hal yang umum ke khusus. Sebelum menuju ke intinya, tulislah mengenai fenomena di sekitar terkait acara itu. Lalu, buatlah tulisan yang mengerucut sehingga pembaca dapat memahami titik permasalahannya.

Pembuatan latar belakang ini susah-susah gampang sebab alasan pembuatan acara diharuskan mampu merepresentasikan proposal dengan baik. Pemilihan alasan itu bisa disesuaikan dengan kebermanfaatan acara yang akan dibuat.

Nama Kegiatan

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan ialah memberikan informasi terkait nama kegiatan. Penulis proposal seharusnya memperhatikan beberapa aspek, salah satunya menuliskan acaranya dengan jelas dan ukuran huruf yang mudah terbaca. Usahakan tulisan nama kegiatan tidak terlalu panjang atau pendek.

Susunan acaran harus dibuat runtut sehingga perusahaan atau sponsor bisa memahami bagaimana alur kegiatan tersebut. Agar proposal diterima, sebaiknya tuliskan secara rinci sehingga klien dapat memahaminya. Poin ini tidak perlu banyak-banyak, asalkan uraian acara bisa terangkum dengan baik.

Di bagian nama kegiatan biasanya disertakan tema kegiatan proposal. Mengenai seberapa banyak halaman yang dibutuhkan ini bergantung pada durasi acaranya. Semakin lama waktu pelaksanaan, makin panjang pula deskripsinya.

Tujuan Kegiatan

Selanjutnya ialah penulisan tujuan kegiatan. Susunan proposal kegiatan umumnya memuat beberapa poin penting, sesuaikan saja dengan kebutuhan. Keberadaan poin ini penting sehingga calon klien tahu apa saja fokus yang ingin dicapai dari pembuatan agenda tersebut.

Tanpa adanya tujuan yang jelas, proposal tidak akan terlihat menguntungkan bagi sponsor, investor dan sebagainya. Jangan terlalu bertele-tele dalam menjelaskan poin tersebut. Akan lebih baik bila penulis membuatnya ringkas, padat dan jelas sehingga pembaca mudah memahaminya.

Penulisan tujuan ini harus memuat mengapa acara tersebut dibuat serta tujuan melakukannya. Jika dibuat ringkas dan padat, dijamin pembaca akan mudah mengerti hingga mereka akan mempertimbangkan untuk memberikan investasi atau bantuan dalam proyek itu.

Sasaran Kegiatan

Pada bagian ini, penulis harus menginformasikan siapa saja sasaran dilakukannya kegiatan tersebut. Pembuat proposal harus menginfokan pihak-pihak yang mungkin akan terlibat dalam pembuatan acara. Proposal sebaiknya menjelaskan kelompok masyarakat mana saja tujuannya, misalkan anak SMA dan umum.

Sasaran kegiatan ini sangat bervariasi, bergantung kebutuhan. Sebagai contoh, dalam acara konser amal, umumnya pesertanya ialah anak SMA. Namun, bisa pula ditujukan bagi masyarakat umum tanpa ada batas usia. Oleh karena itu, penulis proposal wajib menginfokan tentang hal itu secara rinci.

Apabila belum memiliki spesifik data, pikirkan kemungkinannya. Dengan begitu, Anda dapat menuliskan sasaran kegiatan tanpa terkendala apapun. Di sini, penulis harus menjelaskannya secara singkat, padat dan jelas sehingga calon sponsor atau klien mampu mengerti siapa saja pihak yang akan dilibatkan.

Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Poin selanjutnya ialah tempat pelaksanaan. Penulis diharuskan menuliskan lokasinya secara akurat. Sampaikan dengan jelas dimana kira-kira tempat pelaksanaan acara. Saat menulis proposal, pastikan sudah ada bayangan ingin membuat event di mana. Jika belum, ini bisa menghambat penulisan.

Selain tempat, waktu pelaksanaan juga sangat penting. Bila proposal hanya memberikan lokasi saja, pembaca akan kebingungan hingga akhirnya malas membaca rancangan kegiatan Anda. Untuk menghindarinya, sebaiknya tuliskan tanggal, bulan, tahun serta estimasi jamnya.

Usahakan memberikan informasi secara lengkap sehingga pembaca akan memahami detail acaranya dengan baik. Jika menyuguhkan info kegiatan event tersebut secara detail, kemungkinan mendapatkan sponsorship pun semakin besar.

Susunan Acara

Setelah menuliskan tempat dan waktu pelaksanaan, saatnya membuat susunan acara. Di sini, penulis diwajibkan membuat rundown untuk memperlihatkan detail informasi kepada pihak klien. Sebelum menyerahkan kucuran dananya, mereka tentu penasaran dengan rincian dan susunan kegiatan tersebut.

Adanya susunan acara membuat pembaca bisa melihat secara garis besar kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Menuliskan rundown terkadang membutuhkan waktu. Bahkan, suatu organisasi harus melakukan beberapa kali rapat hingga berhasil merumuskan poin ini.

Memahami struktur proposal kegiatan yang baik dan benar serta urutan susunannya cukup mudah. Anda hanya perlu memperkirakan estimasi jam pelaksanaan sehingga jika pembaca penasaran akan hal itu, ia dapat melihatnya di rundown. Jika rincian agenda terlalu panjang, tuliskan agenda-agenda terpenting saja.

Susunan Kepanitian

Ada lagi hal yang selalu ditulis dalam proposal kegiatan, bisnis atau proyek yakni susunan kepanitian. Di sini akan terlihat siapa saja penanggungjawabanya mulai dari ketua, bendahara hingga humas. Tidak hanya nama saja, namun terlihat jelas jabatan beserta jobdesknya.

Dengan melihat susunan kepanitiaan, pembaca dapat mengetahui siapa saja yang akan melakukan kegiatan tersebut. Tak hanya itu saja, pemberian jobdesk juga penting sehingga mereka bisa melihat dengan jelas siapa penanggungjawab dalam event yang ada.

Sebaiknya susunan kepanitian dibuat urut dari jabatan tertinggi hingga anggota. Terkadang susunan panitia tidak memuat anggotanya, namun hanya bagian-bagian pokok saja. Sebelum menulis, pertimbangkan dahulu akan hal ini apakah ingin menampilkan semuanya atau tidak.

Rincian Anggaran

Salah satu struktur proposal kegiatan yang baik dan benar ialah menuliskan informasi tentang anggaran pembuatan acara tersebut. Di bagian ini, penulis perlu memberikan estimasi berapa kira-kira total pengeluaran yang dibutuhkan. Jangan terlalu muluk-muluk merincinya, apalagi sampai menggembungkan dana.

Ini akan membuat pihak sponsor atau partner tidak bersimpati karena anggaran dan  kenyataannya tidak sesuai. Oleh karena itu, sebaiknya rincikan anggaran sewajarnya saja. Dengan begitu, potensi proposal diterima pun makin besar.

Estimasi biaya ini penting karena umumnya total biaya yang dibutuhkan tersebut menjadi pertimbangan tersendiri bagi perusahaan apakah akan memberikan dana atau tidak. Jika proposal lengkap disertai rincian uangnya, kemungkinan proposal diterima pun semakin tinggi.

Penutup

Hal terakhir yang tak kalah penting pada proposal kegiatan yakni bagian penutup. Pada bagian ini, penulis diharapkan memberikan kesan baik dengan membuat ringkasan menarik. Usahakan menutup proposal secara sopan disertai kata-kata bermakna persuasif. Itu dilakukan demi menarik simpati pembaca.

Bagian penutup ini kerap dijadikan patokan apakah seseorang mau bergabung dengan proyek atau kegiatan terkait atau tidak. Oleh karena itu, gunakan kata-kata halus sekaligus persuasif demi mendapatkan sponsorship sehingga acara bisa sukses.

Berbagai Struktur Proposal Kegiatan

Bicara tentang struktur proposal, umumnya ini terdiri dari beberapa poin penting mulai latar belakang hingga rincian anggaran. Namun, sejatinya tiap jenis proposal memiliki perbedaan. Untuk itu, penulis diharapkan mampu membedakan tipe-tipenya agar proses penyusunan lebih mudah.

Membuat struktur proposal pada umumnya harus memperhatikan detail informasi sebab jika rancangan kegiatan hanya menginfokan hal secara umum tanpa rincian dana, pembaca akan bertanya-tanya. Sayangnya, terkadang mereka tidak punya waktu untuk menanyakannya sehingga usulan pun ditolak.

Agar hal ini tidak terjadi, sebaiknya berikan rundown serta rincian dana sedetail mungkin. Bila ada hal yang belum pasti kebenarannya, buatlah estimasinya terlebih dahulu. Dengan begitu, proposal bisa lebih mudah diterima.

Bicara tentang proposal, tiap jenisnya memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh, rancangan kegiatan untuk perusahaan tentu isinya berbeda dengan pembuatan event anak SMA. Pola struktur utama tidak terlalu beda, namun detail informasi yang disajikan di dalamnya sangat berbeda.

Struktur Proposal Kegiatan Bisnis

Struktur Proposal Kegiatan Bisnis

Salah satu contoh proposal yang paling banyak dicari ialah struktur proposal kegiatan bisnis. Komponennya harus diperhatikan baik-baik sehingga pembuat proposal bisa menulisnya tanpa mengalami kendala. Nah, berikut adalah beberapa susunannya:

Judul Kegiatan Bisnis

Poin utama yang harus diperhatikan ialah judul kegiatan bisnis. penulis diharapkan memberikan informasi terkait usahanya. Pemilihan judul tersebut sebaiknya hati-hati sebab jika asal memilih, bisa jadi proposal ditolak sebelum melihat halaman berikutnya. Tak hanya barang, jasa pun dapat dipromosikan lewat ini.

Bagian ini memuat berbagai informasi terkait usaha yang dijalankan, baik berupa produk atau barang. Jenis bisnis pun harus diinfokan sehingga Anda dapat menampilkan proposal terbaik untuk klien perusahaan. Jika menuliskan judul menarik, dijamin orang akan tertarik membuka halaman berikutnya.

Latar Belakang

Pada bagian ini, penyusun proposal perlu menuliskan mengapa memilih menciptakan produk tersebut. Sebisa mungkin alasannya harus masuk akal dan mengandung berbagai manfaat sehingga pembaca akan memahami kegunaan akan barang atau jasa yang dimiliki.

Lalu, jelaskan secara elegan mengapa jasa perusahaan tersebut bagus untuk digunakan. Anda bisa menyiasatinya dengan cara mengaitkan pada fenomena yang terjadi di sekitar. Ceritakan pula kebutuhan masyarakat akan barang atau layanan Anda. Dijamin, klien akan tertarik bekerja sama.

Detail Informasi Produk

Inilah hal yang paling penting dan harus dituliskan dengan baik, yakni mengenai detail informasi tentang produk atau layanan perusahaan. Di sini penulis harus menginfokan secara detail dan akurat tentang keunggulan barang tersebut. Gunakan kata-kata menarik agar klien bisa tertarik berinvestasi.

Selain memiliki keunggulan, sertakan pula nama produk-produk yang dijual. Jelaskan mengenai bahan baku pembuatannya. Proposal harus menjelaskan barang secara rinci mulai dari keistimewaannya hingga estimasi harganya. Tak hanya itu, berikan foto agar nampak lebih menarik.

Deskripsi Bisnis

Susunan proposal yang benar ialah untuk kegiatan bisnis setelah menjelaskan produk ialah mendeskripsikan usaha terkait. Tuliskan secara singkat mengenai perusahaan Anda beserta visi misinya. Tambahkan pula sedikit informasi tentang kondisi usaha saat ini.

Proses menjelaskan deskripsi bisnis tersebut sebaiknya dilakukan dengan baik. Tak hanya memberikan info berupa nama saja, jelaskan pula apa rancangan bisnis Anda beberapa tahun ke depan. Informasi itu sangat penting terutama jika investor ingin bekerja sama dalam jangka waktu panjang.

Proses Produksi Barang

Urutan proposal selanjutnya ialah produksi. Pada tahap ini, penyusun proposal diminta menginformasikan secara detail mengenai bagaimana proses pembuatan produk, mulai dari penerimaan bahan baku hingga layak dijual. Agar klien tertarik berinvestasi, sebaiknya gunakan foto atau skema berupa flowchart.

Adanya dokumentasi foto ini memperlihatkan bahwa barang benar-benar diproduksi sendiri sehingga kemungkinan klien tertarik untuk berinvestasi semakin besar. Agar hal itu bisa terwujud, gunakan gambar beresolusi terbaik yang jelas dan terlihat menarik. Dijamin, tips ini membuat proposal lebih keren.

Struktur Organisasi Usaha

Sama seperti proposal lainnya, proposal kegiatan bisnis ini juga memerlukan struktur organisasi usaha. Penulis bisa menuliskan mengenai jabatan serta jobdesk masing-masing anggota. Agar klien terbujuk, sebaiknya jelaskan dengan deskripsi singkat mengenai struktur organisasi bisnis tersebut.

Adanya struktur usaha ini memberikan gambaran kepada klien mengenai siapa saja yang berwenang dalam perusahaan tersebut. Tak hanya berisikan jabatannya, pemberian info tentang jobdesk pun penting untuk dilakukan. Dengan begitu, klien akan lebih mempercayai proposal Anda.

Pemasaran

Pada bagian ini, konsumen perlu memberikan informasi terkait strategi pemasaran yang akan dilakukan. Selain itu, infokan juga tentang segmentasi pasar sehingga produk tersebut bisa cepat laku. Target konsumen harus diberitahukan agar calon investor dapat lebih mempercayai bisnis tersebut.

Membuat proposal bisnis memang memerlukan kemampuan dan kesabaran. Pastikan pada bagian ini Anda menginfokan tentang potensi yang dimiliki apabila produk tersebut dilempar ke pasaran. Jika barang sangat potensial saat dipasarkan, pihak investor tidak akan ragu untuk bekerja sama.

Anggaran

Setelah membahas tentang teknik marketing yang akan dilakukan, penyusun juga harus menginfokan tentang keuangannya, mulai kebutuhan modal utama hingga laporan berbentuk neraca. Sebagai tambahan, inputlah analisis BEP sehingga proposal akan terlihat lebih profesional.

Untuk membuatnya, diperlukan kemampuan akuntansi mumpuni. Pastikan anggaran yang diinfokan sesuai dengan kenyataannya. Jika barang kurang bonafit dan menghabiskan banyak biaya, mungkin investor akan kurang tertarik untuk bekerja sama. Maka dari itu, infokan hal ini secara akurat.

Penutup

Hal terakhir yang tak kalah pentingnya yakni penutup. Struktur proposal kegiatan bisnis satu ini wajib hukumnya dan diletakkan paling terakhir. Anda harus memberikan pernyataan singkat terkait bisnis lalu gunakan kata-kata persuasif agar investor tertarik untuk investasi.

Banyak orang yang asal-asalan membuat bagian ini. Padahal penutup itu dapat dijadikan pertimbangan klien untuk menandatangani kontrak atau tidak. Selain menutup proposal dengan baik, berikan juga lampiran-lampiran apabila dibutuhkan.

Struktur Proposal Kegiatan Event

Struktur Proposal Kegiatan Event

Di tipe kedua, terdapat struktur proposal event. Jenis ini kerap digunakan untuk mencari dana sponsor guna melancarkan event yang akan diselenggarakan. Salah satu contohnya ialah acara pentas seni anak sekolah. Berikut adalah susunannya:

Judul Proposal

Pada bagian ini, penyusun wajib hukumnya membuat judul yang menarik dan bisa menjelaskan dengan baik pada pembacanya. Acara harus keren sehingga proposal tersebut mampu memberikan simpati kepada masyarakat. Harapannya, dana atau sponsorship dapat berjalan lancar.

Tak hanya menarik, namun judul haruslah sesuai dengan tema acaranya. Sebagai contoh, untuk acara sekolah Anda bisa menuliskan Kegiatan Acara Pentas Seni Tahunan SMA 101 Yogyakarta Th 2020. Tidak perlu terlalu panjang, yang terpenting penulis menginfokannya secara ringkas dan padat.

Pendahuluan

Pada bagian ini penulis akan diminta untuk menjelaskan mengapa perlu mengadakan acara pentas seni itu. Tak hanya menginfokan tentang alasan pentingnya kegiatan pensi, namun penulis diminta menuliskan tujuan pembuatan kegiatan. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi acara tersebut.

Salah satu tujuannya yakni memberikan hiburan kepada siswa-siswi. Selain itu, diadakannya pensi ini ditujukan sebagai ajakan mengekspresikan diri lewat seni, baik suara maupun tarian. Saat menulis proposal event, pastikan menuliskan poin tersebut.

Isi Proposal Kegiatan

Dalam proposal event di bagian isi, Anda harus memberikan tema kegiatan. Setelah itu, infokan tentang berbagai kegiatannya seperti menari dan menyanyi. Selanjutnya, informasikan mengenai siapa saja pesertanya apakah khusus siswa sekolah atau umum. Kemudian, rincikan peralatannya.

Peralatan untuk membuat acara sebaiknya dirinci sedemikian rupa. Tak hanya itu, tuliskan tempat dan waktu pelaksanaan pentas seni secara detail. Pastikan Anda memberikan info mengenai lokasi disertai estimasi durasi pensi tersebut. Terakhir, berikan rincian tentang dana yang dibutuhkan.

Mengenai biaya ini, harap dituliskan secara rinci mulai dari pendapatan hingga penerimaan. Apabila memungkinkan, infokan juga kebutuhan tak terduga yang biasanya ada saat hari H. Dengan mengisi proposal detail, potensi mendapatkan bantuan banyak pun semakin besar.

Penutup

Setelah memberikan rincian dana, jangan lupa membuat kesimpulan. Tutuplah proposal menggunakan kalimat yang sopan, indah serta memiliki unsur persuasif sehingga sponsorship berkenan bekerja sama dengan sekolah Anda. Menuliskan poin ini tidak boleh asal-asalan sebab hasilnya bisa fatal.

Struktur proposal yang paling penting adalah bagian isinya. Namun, jika kalimat penutupnya kurang menarik, bisa saja klien malas bekerja sama dengan cara Anda. Untuk itu, pastikan menggunakan tata bahasa sesuai PUEBI dan menarik ketika dibaca.

Struktur Proposal Kegiatan Penelitian

Struktur Proposal Kegiatan Penelitian

Bagian-bagian proposal kegiatan penelitian umumnya tidak jauh berbeda. Namun, ada beberapa poin yang membedakannya. Salah satunya yakni bagian isi. Rancangan kegiatan penelitian tentu tidak sama dengan pentas seni. Berikut adalah beberapa struktur susunannya:

Halaman Judul

Poin pertama yang wajib ada ialah halaman judul. Bagian tersebut memuat nama peneliti, judul, tahun pembuatan serta beberapa informasi pendukung lainnya. Ini adalah faktor terpenting dan pastikan peletakannya sesuai dengan standar penulisan.

Kesalahan saat menempatkan judul kegiatan bisa memberikan penilaian buruk pada penelitian Anda. Tak hanya itu, usahakan membuatnya menarik dan membuat pembaca penasaran untuk mengetahuinya lebih lanjut.

Latar Belakang Masalah

Pada bagian itu peneliti wajib menginfokan tentang alasan mendasar memulai penelitian tersebut. Alasan harus diberikan secara ilmiah sebab ini merupakan kegiatan penelitian, bukan proposal kegiatan biasa atau bisnis. Untuk itu, dibutuhkan latar belakang mengapa Anda melakukan penelitian atau proyek tersebut.

Peneliti dapat dikaitkan dengan problematika yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Anda bisa menuliskan bahwa adanya penelitian itu dapat dijadikan sebagai solusi suatu permasalahan. Carilah minimal 2 penyebab dilakukannya proyek tersebut.

Rumusan Masalah

Poin kedua yang tak kalah penting ialah rumusan masalah. Di sini peneliti harus menuliskan permasalahan dalam penelitian. Umumnya bagian ini diwujudkan dalam bentuk pertanyaan. Anda pasti sudah memikirkan mengapa melakukan proyek tersebut.

Jika sudah ada bayangan, merumuskan masalah tidaklah sesulit yang dibayangkan. Anda hanya perlu berfokus pada topik dan permasalahan dalam penelitian, lalu membuatnya menjadi pertanyaan. Gunakan 5W+1H untuk membuatnya lebih mudah.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Usai menentukan rumusan masalah, silakan tentukan tujuan diadakannya penelitian ini. Umumnya, itu berkaitan dengan pertanyaan yang ada pada bagian sebelumnya. Sebelum meneliti suatu hal, tentu Anda memiliki bayangan mengenai mengapa dilakukannya proyek tersebut.

Tak hanya menuliskan tujuan, penulis akan diminta menuliskan manfaat yang didapat dari proyek itu. Umumnya, penelitian memberikan kebermanfaatan secara teoritis (akademik) dan praktis. Pastikan memberikan poin-poin tersebut.

Landasan Teori

Struktur proposal selanjutnya yakni landasan teori. Pada bagian ini, penulis harus menginfokan teori-teori apa saja yang digunakan dalam penelitian. Anda harus memastikan bahwa ilmu tersebut memiliki kesinambungan terhadap proyek.

Gunakan teori-teori utama pada proposal penelitian ini. Tak hanya mempersingkat waktu, namun ini juga sangat efisien. Struktur rancangan hanya memuat hal-hal penting sehingga tuliskan seperlunya saja. Umumnya rancangan tersebut mengulas sedikit definisi dari para ahli.

Metode

Di bagian selanjutnya terdapat metode penelitian. Anda harus memberikan informasi mengenai bagaimana pengumpulan data, cara menganalisis teori serta metode penyelesaian rumusan masalah tersebut. Sebisa mungkin, jelaskan poin ini secara ringkas dan tidak bertele-tele.

Di metode penelitian ini umumnya dijelaskan bahwa data akan dianalisis menggunakan teori tertentu. Saat menuliskan proposal itu, peneliti biasanya telah memiliki bayangan tentang hal tersebut. Agar karya Anda diterima, isikan dengan lengkap dan padat.

Daftar Pustaka

Pada bagian ini, peneliti hanya memberikan informasi tentang referensi-referensi apa saja yang digunakan saat melakukan penelitian. Sumbernya bermacam-macam mulai dari buku, kamus hingga surat kabar. Daftar pustaka sangat penting sehingga bisa dijadikan rujukan oleh pembacanya.

Saat menulis daftar pustaka ini berhati-hatilah dan amati apakah penelitian harus menggunakan APA, MLA atau gaya penulisan lainnya. Dengan begitu, resiko proposal proyek ilmiah ditolak pun semakin rendah.

Baca Juga: Contoh Proposal Pengajuan Dana

Itulah beberapa informasi tentang struktur proposal kegiatan yang baik dan benar serta urutan susunannya. Terdapat berbagai jenis proposal kegiatan sehingga Anda harus menyesuaikannya dengan kebutuhan. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat.

Tinggalkan Balasan