Nama-nama Suku Di Indonesia

Nama-nama Suku Di Indonesia

Diposting pada

Suku di Indonesia memang terkenal akan keanekaragamannya, bahkan setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda mengetahui beberapa di antaranya. Dengan begitu rasa nasionalisme akan lebih terpupuk lagi.

Macam-macam Suku di Indonesia yang Wajib Diketahui

Tahukah Anda ada berapa macam suku di Indonesia? Pertanyaan tersebut memang terkesan sederhana, tetapi belum tentu jika semua warga bisa menjawan dan menjelaskannya dengan baik. Padahal mempelajari berbagai budaya serta karakteristiknya sangat penting untuk menumbuhkan toleransi. Jika masih penasaran, simak ulasan di bawah ini:

Suku Jawa

Suku Jawa

Suku jawa merupakan sebuah perkumpulan yang jumlah penduduknya paling banyak di Indonesia. Mayoritas berdomisili di wilayah bagian barat mulai dari kasunanan Surakarta dan kabupaten serta kota-kota lain sekitarnya. Namun, di luar pulau Jawa pun juka banyak ditemukan (seperti para perantau).

Baca Juga: Alat Musik Bali

Perlu Anda ketahui bahwa pada mulanya Suku Jawa ini berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang kental akan adat kerajaan. Di sini, budanyanya cenderung lembut dari segi gaya bicara serta perilaku masyarakatnya. Busana dan keseniannya pun sangat khas melambangkan wilayah tersebut.

Masyarakat Jawa hidup dengan senantiasa mengedepankan adat serta kesakralan daerah masing-masing. Kepercayaan zaman dahulu serta berbagai ritual masih di lakukan di sini utamanya pada hari-hari tertentu.

Suku Sunda

Suku Sunda

Bagi Anda yang berdomisili di wilayah Jawa Barat, tentunya sudah sangat akrab dengan Suku Sunda. Masyarakatnya cenderung mempunyai watak yang cekatan dengan gaya dialek serta nada bicara unik khasnya sendiri. Di sana juga terdapat berbagai macam adat serta budaya.

Anggota dari Suku Sunda tersebut ternyata tidak hanya mendiami wilayah Jawa Barat saja. Akan tetapi, sebagian dari mereka juga berdomisili di Jakarta, Banten serta Provinsi Jawa Tengah. Jika ditotal, populasinya lumayan banyak yakni mencapai 15,5 persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia.

Dalam masyarakat Sunda, terdapat berbagai macam kekhasan salah satunya yakni alat musik angklung. Hal tersebut telah mendunia dan bahkan pernah mendapatkan berbagai macam penghargaan. Tentunya, tiap-tiap kesenian serta warisan di sana pasti dilestarikan sebaik mungkin.

Suku Madura

Suku Madura

Suku Madura merupakan sebutan bagi masyarakat yang berasal dari wilayah dengan julukan “pulau garam” tersebut. Mereka kebanyakan mendiami wilayah Jawa Timur. Karakter masyarakatnya keras, pantang menyerah serta terkenal akan berbagai sifat sulit lupa jika disakiti orang lain.

Walaupun begitu, salah satu suku bangsa di Indonesia ini sangat terkenal hingga ke seluruh Indonesia. Dari sini lahir berbagai macam adat serta budaya khas seperti halnya karapan sapi atau sebuah perlombaan hewan lembu untuk mencapai garis finish lebih dahulu.

Di samping itu, suku Madura juga mempunyai sumbangsih besar bagi perekonomian Indonesia karena produk garam mereka. Selebihnya, terdapat pula berbagai industri makanan terkenal seperti halnya pabrik rengginang, terasi, dan juga usaha restoran sate.

Suku Tengger

Suku Tengger

Pernahkah Anda mendengar nama Tengger? Hal tersebut sejatinya merupakan nama sebuah suku yang mendiami wilayah di sekitar Gunung Bromo Jawa Timur. Penduduknya tersebar di berbagai kabupaten layaknya Lumajang, Probolinggo, Malang dan sekitarnya.

Masyarakat suku dipercaya sebagai keturunan langsung Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya dan menguasai wilayah Nusantara pada masanya. Kepribadian masyarakatnya pun juga terkenal khas dan masih mengedepankan kesakralan adat serta budaya mereka agar tidak terpengaruh kebudayaan modern.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat di sana yakni Jawa dengan dialek khas Tengger. Hal tersebut memiliki ciri khas penggantian akhiran “a” menjadi “o”. Logat bicaranya pun juga terkesan sangat cepat dan keras sehingga terkadang orang dari suku lain lebih sulit memahaminya.

Suku Osing

Suku Osing

Banyuwangi yang merupakan Kabupaten paling timur di wilayah Jawa Timur memang memiliki keindahan alam karena langsung berbatasan dengan selat Bali. Di sana masyarakatnya kebanyakan berasal dari suku osing. Biasanya penduduknya sering disebut dengan Laros atau Wong Blambangan.

Selain berdomisili di wilayah Banyuwangi, sebagian penduduk Suku Osing juga banyak yang tinggal di Kabupaten Jember. Mata pencaharian keseharian mereka mayoritas sebagai nelayan, petani dan juga pedagang. Agama paling banyak di sana dahulunya yakni Hindhu serta Budha.

Namun saat ini, agama masyarakat suku Osing sudah beragam yakni ada pula Kristen serta Islam. Hingga sekarang mereka tetap melestarikan berbagai macam adat, kebudayaan, upacara ritual dan lain-lain sebagainya peninggalan dari Kerajaan Blambangan sejak zaman dahulu.

Suku Asmat

Suku Asmat

Jika Anda mengikuti perkembangan berita, maka tentunya sudah mengetahui perihal Suku Asmat. Masyarakatnya mendiami wilayah Papua serta masih mengedepankan adat serta budaya dalam berbagai aspek seperti halnya pakaian, makanan khas dan banyak lagi lainnya.

Tempat tinggal bagi masyarakat Suku Asmat terbagi menjadi dua. Sebagian penduduknya tinggal di wilayah pesisir pantai dan lainnya berdomisili di bagian pedalaman dekat dengan hutan serta pegunungan di Papua. Mata pencaharian mereka yakni nelayan, pengrajin ukiran serta berburu.

Terkait dengan kerajinan ukiran, masyarakat Suku Asmat memang sangat mahir dalam membuat benda semacam itu. Hasil karya mereka sangat menarik dan bagus. Motifnya selalu unik dan pahatannya pun tidak mudah berubah. Jika dikembangkan pastinya akan mempunyai nilai jual yang cukup mahal.

Suku Batak

Suku Batak

Selain Jawa, Suku Batak juga menyumbang populasi yang sangat besar dalam total keseluruhan penduduk di Indonesia. Hal itu disebabkan karena masyarakatnya banyak dan bermukim di Pantai Barat dan Timur Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan nama suku di Indonesia ini disebut dengan Toba.

Padahal, Suku Batak tidak melulu masayarakat Toba yang mendiami pulau kecil Samosir saja. Mandailing, Angkola, Pak-pak, Karo dan Juga Simalungun juga termasuk di dalamnya. Karakter masyarakatnya cenderung keras dan blak-blakan.

Suku yang terkenal dengan salam “Horas” itu mengklaim bahwa diri mereka mempunyai kebudayaan, aksara serta bahasa sendiri. Agama yang dianut masyarakatnya beragam yakni, Kong Hu Cu, Islam, Hindhu, Budha, Kristen serta Protestan.

Suku Bugis

Suku Bugis

Suku di Indonesia selanjutnya yang wajib untuk Anda ketahui yakni Bugis. Masyarakatnya kebanyakan berasal dari ras Melayu Deutero. Kehadiran suku ini bermula dengan adanya Migrasi Luar Negeri dan selanjutnya masuk ke dalam wilayah Indonesia di daratan Asia Yunan.

Kata Bugis yang digunakan untuk menamai suku tersebut sejatinya berasal dari istlah To Ugi dengan makna orang Bugis. Saat ini masyarakatnya banyak yang bermigrasi di daerah Kepulauan Riau, Sulawesi, Kalimantan, DKI Jakarta, Banten dan bahkan hingga ujung timur Indonesia yakni Papua.

Mayoritas mata pencaharian penduduk Bugis yakni sebagai nelayan serta petani, karena mereka banyak hidup di daerah pesisir pantai serta dataran rendah. Meskipun begitu, orang-orang di sana terkenal berkecukupan serta kaya dalam aspek harta kekayaan.

Suku Melayu

Suku Melayu

Sejatinya, Suku Melayu merupakan kelompok etnis dari masyarakat Austronesia. Mulanya mereka berdomisili di wilayah semenanjung Malaya, Thailand Selatan, Sumatera, pesisir Borneo, Burma, Brunei, Kalimantan Barat, Pulau Singapura, Serawak, Sabah serta Filiphina bagian timur.

Selanjutnya, msyarakat dari wilayah tersebut banyak yang memutuskan untuk pindah ke Indonesia dan pada akhirnya bermukim di daerah Minangkabau, Mandailing, Dayak, pesisir Sumatera bagian Timur serta Kalimantan. Kini populasinya semakin berkembang dan menyebar ke seluruh Nusantara.

Kebanyakan, masyarakat Suku Melayu ini beragama Islam karena mereka datang dari kebudayaan serta adat Malaysia. Logat bicaranya pun unik dan hampir sama dengan Negeri Jiran tersebut. sedangkan mata pancaharian masyarakatnya beragam, yakni meliputi petani, nelayan, pedagang, pegawai serta pengusaha.

Suku Baduy

Suku Baduy

Suku Badui merupakan sebuah perkumpulan masyarakat dari daerah Banten. Awalnya masyarakatnya bermigrasi dari Sunda dan kemudian menetap di daerah Lebak. Mereka mempunyai ciri khas tersendiri, yakni dengan adanya panggilan atau sebutan khusus yaitu Kanekes.

Masyarakat Suku Badui cenderung tertutup dari dunia luar dan modernisasi. Mereka cenderung tidak mau difoto atau menampakkan wajah di ranah publik. Disinyalir masyarakatnya merupakan keturunan dari etnis Arab Badawi sehingga sangat suka untuk hidup nomaden atau berpindah ke berbagai daerah.

Adapun, bahasa yang digunakan oleh Suku Badui dalam keseharian mereka yakni dialek Sunda bernuansa Banten. Masyarakat di sini tidak mengenal adanya sekolah formal sehingga tidak kenal pula dengan berbagai keragaman budaya di Indonesia.

Suku Lampung

Suku Lampung

Suku-suku di Indonesia bertikutnya yaitu suku Lampung adalah kumpulan dari masyarakat yang mendiami wilayah Provinsi Lampung serta sebagian kecil dari Sumatera Utara. Mereka masih tergolong ke dalam etnis Melayu sehingga memiliki ciri khas kebudayaan serta adat tersendiri layaknya Negeri Jiran Malaysia.

Bahasa yang digunakan oleh Suku Lampung berciri khas pribadi dan dahulunya dipertuturkan oleh Ulun di sana. Dialeknya ada dua yakni meliputi:

  • Dialek A yang digunakan oleh masyarakat golongan Melinting Maringgai, Ulun Sekala Brak, Semaka Kota Agung, Pubiang, Komering, Daya, Balau Telukbetung, Ranau dan Pesisir Krui
  • Dialek O yang digunakan oleh masyarakat golongan Ulun Abung serta Tulang Bawang di wilayah bagian adat Lampung Pepadun

Dalam keseharian mereka masyarakat suku Lampung sudah lumayan modern dan mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi, di luar itu semua mereka juga masih mempertahankan berbagai kebudayaan local serta adat hingga saat ini khususnya pada perayaan-perayaan tertentu.

Suku Serawai

Suku Serawai

Suku Serawai merupakan golongan populasi masyarakat terbesar kedua yang mendiami wilayah Bengkulu. Berdasarkan cerita nenek moyang, penduduknya sejatinya berasal daerah Maras talo. Namun, hal tersebut tidak bisa dipercaya sepenuhnya karena tidak ada penjelasan ilmiahnya.

Suku yang satu ini juga dikenal mempunyai mobilitas yang tinggi. Hal ini terbukti karena masyarakatnya banyak merantau ke daerah-daerah lain di Indonesia seperti halnya Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahlang dan Rejang Lebong dalam rangka mencari penghidupan baru.

Dari segi mata pencaharian, mayoritas penduduk Suku Melawai bekerja pada sektor pertanian dan perkebunan. Akan tetapi, di luar itu banyak juga yang mengais pundi-pundi rupiah dengan berdagang untuk memperjualbelikan hasil kebun layaknya palawija, kopi serta cengkeh.

Suku Dayak

Suku Dayak

Siapa yang tidak kenal dengan suku yang satu ini? Walaupun letaknya di pedalaman, tetapi keberadaan masyarakat Dayak sudah sangat popular di Indonesia. Hal ini terjadi kerena mereka memiliki keunikan dalam kebudayaan, adat serta cara berpakaian sehari-harinya.

Suku Dayak sendiri merupakan masyarakat yang berdomisili di wilayah pedalaman Pulau Borneo (Kalimantan). Di sana penduduknya lekat dengan sebutan maritime atau bahari karena memang mereka tinggal di sekitar hulu sungai.

Selanjutnya, Suku Dayak juga dikelompokkan lagi menjadi 6 etnis yaitu Klemantan, Iban, Apokayan, Kayan, Kenyah dan Bahau. Dalam kesehariannya mereka menggunakan bahasa daerah yang beragam dan berbeda-beda sebagai ciri khas dari rumpunnya masing-masing.

Suku Sasak

Suku Sasak

Jangan mengaku jika Anda pernah berkunjung ke Lombok jikalau belum pernah mengenal sama sekali msyarakat Sasak. Suku tersebut populasinya lumayan banyak di sana dan menjadi yang paling popular karena berbagai keunikan serta kreativitasnya dalam membuat bermacam kerajinan.

Baca Juga: Daftar Tari Tradisional Indonesia

Kata Sasak tersebut berasal dari akar sak-sak yang memiliki makna satu-satu. Dari segi agama, masyarakat di sana ada menganut ajaran Islam serta pra-Islam. Anehnya, hal tersebut penerapannya tidak seperti keyakinan serta ibadah masyarakat muslim pada umumnya, tetapi mereka menggunakan wetu 3.

Di kalangan masyarakat Sasak juga terdapat kampong Adat Sate. Jika Anda sedang berkunjung ke Lombok, pastikan jangan lupa untuk sekedar mampir. Di sana pengunjung dapat melihat dan belajar bagaimana cara memintal benang yang selanjutnya banyak dijadikan tenunan khas.

Suku Banjar

Suku Banjar

Suku Banjar dalah perkumpulan masyarakat yang mendiami wilayah Kalimantan Tengah, Timur serta Selatan. Di samping itu, sebagian populasinya juga berpindah ke daerah lain layaknya Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Semenanjung Malaysia.

Mengacu pada data sensus penduduk di Indonesia tahun 2010, jumlah penduduk Suku Banjar jumlahnya mencapai 4, 7 juta jiwa. Hal itu lumayan banyak menyumbang populasi keseluruhan di bumi pertiwi. Penyebarannya sangat cepat karena mereka sering sekali bermigrasi.

Ditinjau dari segi kebudayaannya, masyarakat Suku Banjar cenderung mengadopsi budaya dari Dayak Kaharingan. Sekarang ini, setelah terjadi pengislaman besar-besaran, maka kepercayaan serta berbagai adat di dalamnya sudah disesuaikan dengan ajaran Islam.

Suku Gayo

Suku Gayo

Suku Gayo merupakan perkumpulan masyarakat yang mendiami wilayah Aceh Bagian Tengah. Jumlahnya lumayan banyak dan berdasarkan data dari sensus penduduk di Indonesia pada tahun 2010 silam. Mereka terkenal akan kekuatan agama Islam serta penggunaan bahasa Gayonya.

Selain di wilayah Aceh bagian tengah, suku Indonesia tersebut juga banyak mendiami daerah Kabupaten Bener Meriah, serta Gayo Lues. Mereka cenderung menrapkan pola hidup terbuka serta rukun walaupun di sana ada banyak rumpun-rumpun lain.

Adapun, kehidupan sosial masyarakat Aceh lebih banyak dihabiskan dengan berdagang, melaut serta bertani. Ini dilakukan agar mata pencaharian serta kebutuhan mereka tercukupi sehari-harinya.

Suku Aceh

Suku Aceh

Suku Aceh adalah kumpulan masyarakat asli yang berasal dari wilayah Serambi Mekkah tersebut. Di sana hukum serta peraturan adat dan pemerintahannya khusus dan tidak berpacuan pada negara Indonesia sehingga disebut sebagai daerah Istimewa.

Sebagian dari Suku Aceh mendiami wilayah bagian pesisir dan lainnya tinggal di Ibukota provinsi. Agama yang dianut masyarakatnya adalah Islam. Bahkan, di sana keislamannya sangat kental serta menganut hukum-hukumnya tanpa ada penyesuaian terhadap perkembangan zaman.

Jadi, jika Anda membuat suatu kesalahan yang melanggar hukum Islam di Aceh, maka nantinya akan mendapat hukuman rajam, cambuk dan bahkan pasung. Ini memang tidak dilarang oleh pemerintahan di Indonesia.

Suku Nias

Suku Nias

Suku yang satu ini adalah perkumpulan masyarakat yang menetap di wilayah Pulau Nias. Mereka seringkali menyebut dirinya sendiri sebagai Ono Niha dengan makna tanah manusia. Di sana terdapat hukum adat khusus yakni Fondrako.

Dahulunya, masyarakat Nias kuno sudah hidup sejak zaman Megalitikum. Maka dari itu kebudayaan serta adat mereka pun masih terpengaruh oleh hal tersebut hingga saat ini. Di sana terdapat pula berbagai macam ukiran batu besar peninggalan nenek moyang.

Adapun, sistem kekeluargaan yang dianut masyarakat Suku Nias yakni mengikuti garis Ayah atau patrilineal. Budaya serta adatnya masih dijunjung tinggi. Ini dibuktikan dengan adanya berbagai penggunaan senjata kuno, upacara ritual, makanan serta minuman khusus dan lainnya.

Suku Minangkabau

Suku Minangkabau

Suku Minangkabau merupakan masyarakat yang berasal dan menetap di wilayah Sumatera Barat. Masyarakatnya seringkali mendapat julukan sebagai orang Padang. Di sana penggunaan bahasa serta adatnya masih matrilineal.

Adapun, terkait dengan kepercayaan, masyarakat Suku Minangkabau mayoritas menganut agama Islam. Dalam dialek serta percakapan sehari-hari orang Minang seringkali disamakan dengan masyarakat Padang yang mendiami wilayah ibukota dari Sumatera Barat.

Adapun mata pencaharian yang dilakukan olah Suku Minangkabau dalam rangka mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka yakni menjadi petani, nelayan serta pedagang. Dari sektor tersebut, bahkan mayoritas penduduknya dapat mendulang kesuksesan yang berlimpah.

Suku Samin

Suku Samin

Suku Samin adalah perkumpulan dari masyarakat adat yang tinggal di wilayah pedalaman Blora Jawa Tengah. Di sana masih sangat memgang teguh berbagai adat serta tradisi peninggalan nenek moyang sehingga mereka pun mempunyai kepercayaan sendiri.

Salah satu ajaran dari kepercayaan masyarakat Samin yakni menjunjung tinggi kejujuran serta tidak bersikap sombong. Hal tersebut harus ditaati oleh setiap anggota yang mendapat julukan sebagai sedulur sikep.

Akan tetapi dalam dunia luar, karena ajaran yang mengedepankan kejujuran itu, masyarakat Samin malah seringkali dianggap bodoh dan bahkan gila. Meskipun begitu, mereka tetap teguh pendirian dan menjalankan ajarannya sebaik mungkin.

Suku Sumba

Suku Sumba

Suku Sumba merupakan perkumpulan penduduk yang tinggal dan menetap di Pulau Sumbawa. Mereka terdiri dari berbagai macam ras berbeda-beda seperti halnya Melayu, Melanesia, Austronesia, Mongoloid, Semit, Kaukasoid serta India.

Masyarakat suku ini selalu mempertahankan keaslian budaya serta adat-istiadat mereka di tengah-tengah perubahan arus modernisasi seperti saat ini. Kepercayaan khas mereka terkait dengan keberadaan Dewa-Dewa juga masih sangat kental di sana.

Di sana juga terdapat kepercayaan khas yakni Merapu. Hal ini selanjutnya manjadi falsafah khusus bagi suku tersebut yang memiliki makna dari ungkapan-ungkapan seperti rumah adat, tempat peruibadatan, upacara ritual, ragam hiasan serta tata cara dalam membuat rancang bangun.

Suku Bajo Mantigola

Suku Bajo Mantigola dikenal sebagai perkumpulan masyarakat yang tinggal di daerah Sulawesi. Mereka sangat terkenal akan hasil lautnya. Pantas saja, hal ini terjadi karena rumah atau tempat tinggalnya bukan di daratan melainkan di atas lautan secara langsung.

Dahuku Kala, Suku ini merupakan pendatang di wilayah Sulawesi. Akan tetapi, sekarang keberadaannya telah menetap secara sah di sana. Masyarakatnya sangat ramah kepada siapa saja pengunjung yang datang ke sana. Bahkan mereka juga tidak segan untuk meminta foto.

Suku ini masih terbilang primitif, tetapi jika sudah membicarakan perihal lautan, maka navigasi mereka lebih luas dan juga cerdas.

Suku Toraja

Suku Toraja

Suku Toraja merupakan perkumpulan masyarakat yang menetap di daerah bagian utara Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, populasinya sebasar 1 juta jiwa. Setengah dari jumlah tersebut masih mendiami wilayah aslinya di Kabupaten Mamasa dan lainnya telah bermigrasi ke berbagai wilayah.

Terkait dengan kepercayaan, masyarakat Toraja mayoritas menganut agama Kristen. Sebagian yang lain percaya dengan ajaran Islam serta animisme Aluk To Dolo yang diakui bahwa merupakan bagian dari Hindhu Dharma.

Jika Anda mencari ciri khas dari Suku Toraja, maka mereka terkenal akan keindahan ukiran kayu, ritual pemakaman serta rumah adat Tongkonan. Kini dengan berbagai keindahan alamnya, wilayah tersebut juga menjadi salah satu bagian destinasi wisata menarik di Indonesia.

Suku Arab

Suku Arab dikenal sebagai perkumpulan masyarakat yang mempunyai campuran etnis Arab serta Indonesia asli. Dahulunya mereka bermukim di sebuha perkampungan khusus dan hal tersebut banyak tersebar di berabagai belahan bumi pertiwi.

Adanya suku ini di latarbelakangi oleh banyaknya para pedagang Arab yang datang ke Indonesia. Mereka selanjunya melakukan syiar Islam dan kemudian menikah dengan penduduk pribumi. Setelah itu, populasinya pun semakin bertambah dan menyebar di berbagai wilayah.

Sekarang, banyak masyarakat Suku Arab yang bermukim di kota-kota besar seperti halnya Jakarta, Bogor, Suarabay, Medan, pemalang, Aceh dan lain sebagainya.

Suku Bali

Suku Bali

Nama-nama suku di Indonesia berikutnya yaitu suku Bali yang mendiami wilayah Pulau Bali. Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tetapi mereka mempunyai pengaruh besar di Indonesia. Mayoritas masyarakatnya menganut kepercayaan Budha. Adat serta tradisi di sana juga masih sangat kental.

Kekentalan adat serta tradisi masyarakat Bali akan terlihat jelas ketika Anda berkunjung di sana. Di jalan-jalan selalu ada sesajen dan hal lain semacamnya. Di samping itu, masih juga dipercaya berbagai pantangan-pantangan serta mitos yang konon katanya tidak boleh dilakukan.

Adapun, mata pecaharian asli dari masyarakat Bali yakni sebagai nelayan dan juga petani. Namun, dengan semakin banyaknya industri pariwisata yang berkembang pesat di sana, kini banyak dari mereka telah alih profesi menjadi seorang pedagang.

Suku Tionghoa

Hampir di seluruh bagian wilayah Indonesia, Anda pasti akan menemui orang Tionghoa. Hal ini benar memang karena jumlahnya sangat banyak. Mereka berasal dari masyarakat China yang bermigrasi besar-besaran utamanya pada abad ke-16 serta ke-19.

Sebenarnya, tujuan awal etnis Tionghoa datang ke Indonesia yakni untuk berdagang. Akan tetapi, karena ramainya industri perdagangan di sini, maka mereka memutuskan untuk menetap dan tinggal selamanya di bumi pertiwi dan akhirnya menjadi salah satu suku yang ada di Indonesia.

Karena banyaknya masyarakat China tersebut, sekarang ini banyak Anda temui etnis Tioghoa yang sudah memiliki kewarganegaraan Indonesia. Jumlahnya sangat banyak dan mayoritas mereka bermata pencaharian sebagai pedagang sukses.

Suku Makassar

Suku Makassar

Suku Makassar adalah perkumpulan penduduk dari sebagian etnis Melayu yang mana mereka banyak tinggal di daerah selatan dari Pulau Sulawesi. Orang-orang di sana cenderung ramah dan terbuka dengan siapa saja. Oleh karena itu, masyarakatnya seringkali disebut sebagai Mangkasara.

Dahulunya, masyarakat Suku Makassar ini sangat gemar menaklukkan peperangan di Laut. Jiwa pemenang tersebut juga masih terbawa sampai saat ini yang mana mereka sangat bersemangat mempelopori perbahan, namun tetap taat pada pemerintahan.

Baca Juga: Tarian Daerah

Mayoritas penduduk Suku Makassar menganut ajaran Islam. Kepercayaan mereka tersebut sudah terbentuk sejak zaman dahulu melalui Kerajaan Gowa. Jadi, wajar saja jika tradisi keislaman baik itu dari budaya serta adatnya sangat kental di sana.

Semoga dengan membaca informasi tentang berbagai suku di Indonesia tersebut nasionalisme Anda akan semakin bertambah dari waktu ke waktu. Jadilah warga negara yang baik dan menghargai perbedaan budaya di bumi pertiwi ini.

Tinggalkan Balasan