34 Daftar Tari Tradisional Indonesia

Diposting pada

Indonesia memang sangat populer dengan kekayaan budayanya. Mulai dari suku, bahasa, adat, hingga tari tradisional menjadi ciri khas tiap daerah. Hal ini membuat masing-masing provinsi mudah dikenali oleh masyarakat baik dalam negeri maupun turis asing.

Macam-macam Tari Tradisional di 34 Provinsi Indonesia

Sudah bukan suatu rahasia bila negara Indonesia terkenal dengan kekayaannya. Tidak hanya diberi kelebihan alam yang indah dan luar biasa, namun juga keunikan budaya. Bahkan setiap provinsi hingga wilayah-wilayah kecil pun mempunyai ciri khas tersendiri. Berikut ulasannya:

Tari Saman Asal Aceh

Tari saman

Provinsi pertama ini memang terkenal dengan kekayaan tarian daerah. Pasalnya tidak hanya satu jenis yang dimiliki namun beberapa sekaligus. Tari saman merupakan yang paling populer, bahkan terbilang cukup legendaris karena sudah ada sejak abad ke 14. Hingga kini masih sering ada di acara besar.

Baca Juga: Rumah Adat Indonesia

Tari Saman sudah sangat mewabah di kalangan masyarakat Aceh bahkan Indonesia. Hal ini lantaran sering dipentaskan di acara besar nasional bahkan internasional. Ciri khas gerakannya yang mudah diingat yaitu, tepukan dada, tangan, dan paha serta ditarikan dala posisi duduk dengan kaki sebagai alas.

Selain Tari Saman, terdapat pula Laweut atau biasa dikenal mirip dengan Seudati Inong yang ditarikan oleh 8 anggota wanita dengan 1 penyanyi disebut syahi. Namun, pada Tari Laweut ini menggunakan tepukan paha sedangkan Seudati memakai tepukan dada. Ada pula Tari Bines, Tarek Pukat, dan lainnya.

Tari Tor-Tor Tujuh Cawan Sumatera Utara

Tari Tor-Tor Tujuh Cawan

Sumatera Utara juga tidak kalah mempesona. Tari tradisional khas seperti Tor-Tor Tujuh Cawan dapat Anda jumpai di sana.

Berasal dari budaya Batak yang dibawaka oleh para wanita. Sisi uniknya terlihat dari perlengkapan cawan diletakkan di bagian tubuh sebagai properti inti. Namun tidak sembarang bisa ditarikan. Pasalnya Tari Tor-Tor Tujuh Cawan ini baru bisa Anda temui di acara-acara penting.

Bahkan tari ini masuk dalam kategori tarian sakral. Gerakannya pun terkenal cukup sulit sehingga tidak sembarang orang dapat menarikannya. Pantas sekali bila kemudian dijuluki sebagai tarian yang kaya akan nilai seni.

Tari Piring Sumatera Barat

Tari Piring

Masih berasal dari Sumatera namun di bagian barat, Anda dapat menjumpai Tari Piring. Cukup populer bahkan hingga seluruh pelosok Indonesia. Karena sering dibawakan saat pentas lomba mulai nasional hingga ke luar negeri. Pada awalnya dibawakan pria dan wanita untuk menyerahkan sesembahan.

Tari Piring ini dibawakan dengan tujuan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas rejeki yang dimiliki. Terutama ketika masa sedang panen.

Tidak heran jika tariannya akan dibawakan dengan sangat lincah beserta piring-piring di tangan. Variasi gerakannya terdiri dari 3 yaitu, bagaluik, bagalombang, dan aka malilik.

Tarian Soya-Soya Maluku Utara

Tarian Soya-Soya Maluku Utara

Provinsi Maluku Utara juga memiliki Tari Nahar Ilaa. Konon dipercaya sebagai pengikat makna persahabatan agar semakin kuat. Selain Tarian itu, juga terdapat Tari Soya-Soya tepatnya di daerah Kayoa. Umumnya dibawakan oleh penari laki-laki lengkap dengan kostum ala prajurit.

Tarian Soya-Soya ini biasa dibawakan dalam acara penting seperti penyambutan tamu agung. Perayaan adat tertentu, juga sering disuguhkan tampilan ini. Bahkan sekedar festival maupun acara budaya lain.

 Tari Makan Sirih Riau

Tari Makan Sirih Riau

Jika Anda pernah mendengar Tari Makan Sirih pasti tidak asing lagi dengan Provinsi Riau. Pasalnya sering kali ditampilkan dalam berbagai acara besar terutama saat menyambut tamu. Ada pula Tari Melemang cukup legendaris sebab sudah ada sejak zaman Kerajaan Bentan.

Keunikan dari Tari Melemang ini ketika penampilannya selalu menunjukkan kemampuannya dalam mengambil sesuatu. Mulai dari sapu tangan, uang recehan, serta perlengkapan lainnya. Uniknya tarian ini tidak dibawakan oleh rakyat biasa melainkan dayang-dayang sekitar istana dan mempersembahkan ke raja yang sedang istirahat.

Terdapat pula Tarian Tradisional Makyong yang berciri khas dengan menampilkan tarian gabungan antara upacara, musik, menyanyi, serta tambahan naskah sederhana secara bersamaan. Tidak kalah populer Tari Zapin yang merupakan wujud akulturasi budaya Arab dan Melayu. Tarian lainnya yaitu Joged Lambak, Zapin Maharani, dan lain-lain.

Tari Gamelan Kepulauan Riau

Tari Gamelan Kepulauan Riau

Jika Anda mendengar Tari Gamelan pasti sudah melekat dengan Kepulauan Riau. Khusus dipersembahkan oleh penari wanita secara dalaman maupun terbuka. Meski berkostum Melayu namun terdapat sisi budaya Jawa terlihat pada seni tariannya.

Tari Gamelan sangat populer karena terlihat cantik. Hal tersebut karena bentuk gaya tariannya terdiri dari berbagai jenis. Ditambah para penarinya merupakan wanita, dengan khas gaya rambut yang digelung serta properti menyerupai daun yang digunakan sebagai mahkota di atas kepala.

Tari Patuddu Sulawesi Barat

Tari Patuddu Sulawesi Barat

Tari tradisional asal Sulawesi Barat yaitu Patuddu. Biasa dibawakan oleh segerombolan penari wanita. Kostum yang dikenakan biasanya berwarna merah, namun perpaduan lainnya warna kuning serta hijau. Properti tambahannya berupa kipas angin yang dipegang oleh masing-masing orang.

Tarian Patuddu ini cenderung dibawakan oleh penari yang berumur anak-anak hingga remaja. Namun dipersembahkan di acara-acara besar dan penting seperti upacara adat. Tetapi terkadang juga ditampilkan di pagelaran seni.

Tari Sekapur Sirih Jambi

Tari Sekapur Sirih Jambi

Dari Provinsi Jambi memiliki banyak tarian. Seperti Tari Sekapur Sirih yang khusus dibawakan untuk pneyambutan dengan penari-penari wanita.

Pakaiannya cenderung menggunakan baju adat lengkap beserta alunan musik pengiring. Gerakannya lebih lemah gemulai dengan membawa cerano untuk persembahan.

Tidak heran bila Tari Sekapur Sirih cukup dikenal di kalangan masyarakat Jambi. Hal ini karena seringkali dibawakan saat penyambutan tamu terhormat atau acara-acara besar lainnya. Terdapat pula Tari Selampit Delapan dengan keunikan properti berupa tali warna-warni dibawa saat pementasan.

Tari Andun Bengkulu

Tari Andun Bengkulu

Di Provinsi Bengkulu terdapat Tari Andun yang dikenal sebagai tarian pergaulan. Sisi keindahannya terlihat dari anggota penari terdiri dari wanita dan laki-laki serta jumlahnya cukup banyak. Tari Andun juga terbilang cukup terkenal terutama di wilayah Bengkulu Selatan di berbagai acara penting.

Tari Andun banyak ditampilkan di acara adat, penyambutan penting, serta berbagai kegiatan budaya di daerah setempat. Bengkulu juga memiliki Tari Ganau yang juga merupakan warisan dari nenek moyang. Terlihat sangat menarik terutama dari segi kostum dengan rok berwarna hijau kuning cerah.

Tari Gending Sriwijaya Sumatera Selatan

Tari Gending Sriwijaya Sumatera Selatan

Sumatera Selatan memang sudah tidak asing lagi. Apalagi jika mendengar Tari Gending Sriwijaya yang seringkali dibawakan di acara-acara besar.

Tidak heran bila demikian pasalnya iringan musiknya pun dibuat khusus bernama melodi gending sriwijaya. Lagu ini bertujuan menggambarkan sisi keagungan serta kejayaan.

Tarian adat Gending Sriwijaya banyak ditampilkan saat penyambutan tamu agung. Seperti presiden, duta besar, dan lain sebagainya. Jumlah penari yang ikut serta sebanyak 13 orang namun terdapat satu sebagai penggerak utama. Masing-masing memegang tugas tersendiri berupa properti yang dibawanya.

Tari Sepen Bangka Belitung

Tari Sepen Bangka Belitung

Seperti halnya wilayah lainnya, Bangka Belitung juga kaya akan tari tradisional. Seperti Tari Sepen yang terlihat keunikannya dari gerakan pencak silat.

Namun tetap dipadukan dengan unsur budaya Melayu. Hal tersebut terlihat dari kostum yang dipakai berbentuk celana dan atasan kemudian berwarna merah dengan kuning.

Biasa dibawakan sebagai ucapan selamat datang saat acara penyambutan. Terdapat pula Tari Men Sahang Lah Mirah menunjukkan ekspresi riang gembira. Selain untuk menyambut tamu agung, juga dipersembahkan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan setelah memetik hasil panen melimpah.

Tari Sembah Sigeh Penguten Lampung

Tari Sembah Sigeh Penguten Lampung

Jika Anda berkunjung ke Provinsi Lampung, pasti akan menjumpai tarian yang terkesan elegan. Terutama terlihat dari segi kostum yang dikenakan. Cenderung berwarna merah serta memadukan unsur-unsur emas yang digunakan di semua properti tubuh seperti mahkota, gelang, dan sebagainya.

Bernama Tari Sembah Sigeh Penguten yang akan dipentaskan ketika penyambutan tamu besar. Mulai dari raja, dan orang-orang istimewa lainnya. Bahkan tidak jarang pula ditampilkan saat upacara adat maupun pernikahan. Hal tersebut karena dinilai sebagai tarian sakral.

Sesuai namanya, mulai properti hingga kostum menonjolkan sisi Lampung. Busananya persis seperti yang dikenakan oleh pengantin adat melayu kebanyakan. Ditambah siger di bagian kepala yang menambah khas para penarinya. Dibawakan oleh kaum wanita berjumlah belasan orang.

Tarian Walijamaliha Banten

Tarian Walijamaliha Banten

Banten ternyata juga memiliki banyak tarian tradisional. Pertama Walijamaliha yang secara Bahasa Arab diartikan sebagai kecantikan atau daya tarik. Terlihat dari penari oleh para wanita berjumlah banyak. Kostum yang dipakai menonjolkan sisi sopan karena lebih agamis.

Keunikan Tarian Walijamaliha ini terlihat dari ekspresi para penari wanita. Menunjukkan kegembiraan, ceria, serta gerakan-gerakannya cenderung lincah.

Terdapat pula Tari Grebeg Terbang Gede, hal ini terlihat dari properti intinya berupa rebana yang dipegang oleh setiap penari juga dimainkan saat pementasan.

Kipas Pakarena Sulawesi Selatan

Kipas Pakarena Sulawesi Selatan

Jika Anda pernah mendengar nama Kipas Pakarena, tari daerah Sulawesi Selatan inilah tempatnya. Tepatnya berasal dari daerah Gowa. Dibawakan oleh para penari wanita lengkap dengan busana adat dan gerakan khasnya. Ditambah lagi properti khusus yang selalu dibawa, yaitu kipas di tangan.

Sebagai salah satu tarian yang terkenal tidak hanya di Sulawesi Selatan namun seluruh penjuru Indonesia. Hingga kini banyak ditampilkan di beragam acara adat yang berhubungan dengan tamu agung. Maupun sekedar hiburan di kegiatan yang diadakan oleh masyarakat.

Tari Yapong DKI Jakarta

Tari Yapong Jakarta

Sebagai ibu kota negara, Jakarta tidak hanya terkenal sebagai kota besar. Namun juga memiliki kebudayaan yang pantas dibanggakan. Seperti tari tradisional bernama Yapong, berasal dari masyarakat Suku Betawi. Gerakannya menonjolkan keindahan serta hiburan.

Kostum yang dikenakan oleh Tari Yapong terlihat dari baju adat Betawi. Terutama properti di bagian kepala berupa mahkota berwarna merah. Terdapat pula Tari Sirih Kuning yang dibawakan secara berpasang-pasangan namun hanya terdiri atas penari wanita dengan jumlah banyak.

Tari Jaipong Jawa Barat

Tari Jaipong Jawa Barat

Jawa Barat memang terkenal sebagai pusat kebudayaan tinggi. Seperti Tari Jaipong yang telah banyak ditampilkan tidak hanya di wilayah sendiri, namun sudah meluas ke seluruh Indonesia.

Bahkan saat ini Anda akan menjumpainya banyak ditampilkan di berbagai acara hajatan seperti pernikahan dan sebagainya.

Tari Keurseus mungkin tidak sepopuler sebelumnya. Namun sebagai ciri khas Provinsi Jawa Barat juga tidak kalah mempesona. Gerakannya cenderung unik pasalnya tidak dibentuk persis, namun lebih ditampilkan sebagai pertemuan antar penari sehingga masing-masing menampilkan gerak tersendiri.

Tari Bedhaya Ketawang Jawa Tengah

Tari Bedhaya Ketawang Jawa Tengah

Tarian tradisional Indonesia khususnya Jawa Tengah Seperti Bedhaya Ketawang juga cukup populer. Bahkan sering disebut-sebut dalam buku pelajaran seni budaya ketika sekolah. Memiliki nilai kesakralan yang tinggi dan hanya digelar sekali dalam setahun.

Konon Tari Bedhaya Ketawang ini dipersembahkan oleh penari-penari wanita yang di dalamnya ikut serta pula Ratu Kidul. Hingga kini masih sangat menawan apalagi ketika penarinya mengenakan kostum pengantin putri basahan lengkap serta hiasan bulu merak warna merah di kepala membuat terlihat cantik.

Selain Tari Bedhaya Ketawang, Anda juga menjumpai Tari Gambyong yang seringkali digelar dalam acara-acara besar. Seperti pameran, beragam festival, atau hari-hari penting lainnya. Karena keindahannya, tidak heran bila tarian ini begitu disukai wisatawan domestik hingga mancanegara.

Tari Reog Ponorogo Jawa Timur

Tari Reog Ponorogo Jawa Timur

Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan banyak daerah ini ternyata juga kaya akan tarian. Seperti yang paling populer karena sering dibawakan di acara-acara nasional hingga dilombakan secara internasional, yaitu Reog Ponorogo. Kesenian ini begitu melekat dengan nilai-nilai mistis dan kebatinan.

Jawa Timur juga memiliki Tari Jaranan Buto yang berasal dari daerah Banyuwangi. Banyak digemari karena unik yaitu memakai properti berupa kuda buatan setiap penampilannya. Namun sesuai namanya, perlengkapan kuda tersebut sengaja dibuat memiliki wajah menyerupai buto atau raksasa.

Tari Golek Ayun-Ayun Yogyakarta

Tari Golek Ayun-Ayun Yogyakarta

Jika Yogyakarta terkenal karena keindahan wisatanya, sehingga membuat banyai wisatawan tertarik untuk berkunjung. Namun Anda juga harus tahu bahwa kekayaannya di bidang tarian pun patut diakui. Seperti Tari Golek Ayun-Ayun dengan nuansa klasik yang berasal dari Solo. Dibawakan paling sedikit oleh 2 penari wanita.

Tari Golek Ayun-Ayun memiliki filosofi tersendiri. Yaitu menceritkan tentang kisah gadis-gadis yang sedang tumbuh menjadi dewasa sehingga sangat senang bersolek atau mempercantik diri. Gerakannya lemah gemulai diiringi musik gending jawa lengkap dengan kostum layaknya putri yang sedang menyulam.

Terdapat pula Tari Beksan Srikandi Suradewati yang membawa kisah mahabarata di setiap pertunjukannya. Secara khusus menceritakan perang antara Dewi Suradewati dengan Srikandi. Konon permasalahan inti berawal dari sebuah perjodohan yang gagal hingga berujung pertengkaran.

Tari Trunajaya Bali

Tari Trunajaya Bali

Selain Bali terkenal sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi karena keindahannya. Terutama daerah pantai. Namun ternyata juga memiliki kekayaan di seni tari.

Seperti Tari Trunajaya berasal dari daerah Buleleng yaitu Bali bagian utara. Filosofinya mengisahkan sikap remaja yang penuh energi untuk memikat gadis. Meski termasuk ke dalam tari putra keras, namun Tari Trunajaya ini lebih sering dibawakan oleh penari wanita.

Baca Juga: Alat Musik Bali

Hingga kini masih digemari karena kreasinya terkesan menyenangkan. Cocok sekali ditampilkan untuk hiburan para penontonnya. Biasa dipentaskan di halaman pura, panggung, hingga tempat-tempat umum.

Tari Lenggo Nusa Tenggara Barat

Tari Lenggo Nusa Tenggara Barat

Tarian daerah di Indonesia berikutnya ini bernama Tari Lenggo yang terkesan ceria. Hal ini karena kostum yang dikenakan cenderung warna-warni. Namun memiliki 2 pembagian yaitu Lenggo Melayu dimainkan oleh penari pria sedangkan Lenggo Mbojo dibawakan oleh kaum wanita.

Terdapat pula Tari Oncer tepatnya berasal dari daerah Lombok Tengah. Termasuk dalam kelompok tarian bersama namun dibagi dalam 3 kelompok. Sebagian bertugas sebagai pembawa kenceng, dua orang pembawa gendang, dan satu lainnya membawa pethuk sambil menari.

Tari Oncer ini dimainkan secara kolaborasi. Yaitu diiringi tabuhan gamelan gendang beleq di akhir pertunjukan. Keunikan dari tarian ini adalah sepanjang pertunjukan akan menggambarkan cerita. Mulai dari peperangan sekaligus gerakan-gerakan perlawanan, hingga peristiwa berguguran di akhirnya.

Tari Kataga Nusa Tenggara Timur

Tari Kataga Nusa Tenggara Timur

Wilayah Nusa Tenggara Timur rupanya juga tidak kalah mempesona. Anda bisa menjumpai Tari Kataga khas dari Sumba. Biasa dibawakan oleh segerombolan penari pria lengkap dengan kostum adat beserta senjata yang ada di genggaman seperti pedang maupun perisau.

Anda baru bisa menyaksikan Tari Kataga ini di acara-acara adat. Seperti penyambutan orang-orang penting, upacara tertentu, dan lain sebagainya. Ada pula Tari Hopong yang kaya akan makna di setiap gerakannya. Meski hanya dibawakan oleh 3 penari wanita namun mampu membuat mata terpana.

Pantas saja bila sangat mengesankan. Terlihat dari kostum saja sudah sangat rapih. Para penari mengenakan kain songket dibentuk layaknya jarik berwarna merah orange. Kemudian pakaian atasnya berwarna orange mengkilap dengan gaya rambut digelung bersih lalu diberi tambahan aksesoris kepala.

Tari Monong Kalimantan Barat

Tari Monong Kalimantan Barat

Kalimantan Barat meski cenderung pelosok namun ternyata memiliki kekayaan budaya yang patut diapresiasi. Seperti Tari Monong yang cukup populer tepatnya berasal dari Suku Dayak. Perlahan mulai dikenal masyarakat karena sering ditampilkan di berbagai acara besar.

Tari Monong juga sering disebut sebagai Tari Manang agar lebih akrab. Biasa digelar dengan maksud tertentu. Seperti pengajuan permohonan kepada Tuhan untuk menolak bala. Hal tersebut karena dipercaya dengan menarikannya maka segala macam penyakit akan hilang dan sembuh.

Tari Hugo Kalimantan Tengah

Tari Hugo Kalimantan Tengah

Jika Anda pernah mendengar Tari Hugo, merupakan ciri khas Provinsi Kalimantan Tengah. Dipercaya sebagai tarian ritual. Tidak heran bila sering digelar ketika meminta untuk penurunan hujan di suatu wilayah. Biasanya baru dilakukan setelah musim kemarau dalam jangka waktu lama.

Tetapi selain sebagai tarian ritual, tidak jarang pula Tari Hugo dianggap sebagai hiburan. Pasalnya ketika menonton pertunjukannya, dipercaya dapat menghilangkan stress. Meski begitu ternyata hanya dibawakan oleh seorang penari namun yang membuatnya istimewa adalah iringan musiknya.

Terdapat iringan kecapi sepanjang tarian berlangsung. Kebanyakan dibawakan oleh perempuan dengan tujuan menghibur masyarakat setempat.

Tari Baksa Kambang Kalimantan Selatan

Tari Baksa Kambang Kalimantan Selatan

Mengingat macam-macam tarian daerah sangat banyak, Kalimantan Selatan juga memiliki Tari Baksa Kambang yang cenderung bernuansa klasik. Tidak heran bila Anda baru akan menjumpainya di acara-acara tertentu seperti penyambutan tamu agung atau upacara adat.

Tarian ini biasa dibawakan oleh penari wanita berjumlah lebih dari satu. Kesakralannya cukup terlihat dari kostum yang dikenakan bernuansa hijau. Rambut penari dibiarkan memanjang ke salah satu sisi, kemudian di kepalanya diberi hiasan rangkaian bunga melati.

Tari Gantar Kalimantan Timur

Tari Gantar Kalimantan Timur

Tari Gantar sebagai salah satu kekayaan Kalimantan Timur ini terlihat sangat menawan ketika ditampilkan. Hal tersebut menonjol dari segi kostum. Meski cenderung berwarna hitam gelap namun ragam corak bordirannya memberi kesan menyala. Sengaja ditampilkan untuk memberi kesan gembira.

Gerakan-gerakan dalam tarian ini cenderung menampilkan kegiatan menanam padi. Tidak lupa membawa properti tambahan pendukung seperti bambu, tongkat, serta biji-bijian ketika tampil. Tari Gantar ini dapat dibagi ke dalm 3 kategori, yaitu Rayat, Busai, dan Senak.

Tari Magunatip Kalimantan Utara

Tari Magunatip Kalimantan Utara

Kalimantan Utara memiliki Tari Magunatip yang berasal dari daerah Tarakan. Konon pada zaman dahulu, tarian ini dipakai sebagai pelatihan ketangkasan kaki. Utamanya dengan tujuan menghindar dari rintangan agar tetap selamat.

Ada pula yang mengatakan bahwa Tarian ini ada sebagai akibat adanya peperangan antar suku. Kemudian pada akhirnya latihan ketangkasan untuk memenangkan perang tersebut dilakukan sambil menari.

Tari Pontanu Sulawesi Tengah

Tari Pontanu Sulawesi Tengah

Tari Pontanu berasal dari Sulawesi Tengah tepatnya Donggala. Biasa dibawakan oleh penari wanita berusia remaja. kostumnya cenderung berwarna pink mencolok sehingga memperlihatkan sisi feminim juga ceria. Gaya rambut penarinya dibuat sanggul namun disertai poni ke samping.

Dalam tarian ini menceritakan para gadis yang sedang menenun sarung. Anda akan menjumpainya di beragam acara adat seperti penyambutan tamu penting. Namun tidak jarang pula ditampilkan di festival maupun kegiatan promosi wisata.

Tari Balumpa Sulawesi Tenggara

Tari Balumpa Sulawesi Tenggara

Berasal dari Sulawesi Tenggara, Tari Balumpa ditampilkan oleh penari wanita. Biasanya sengaja untuk menyambut kedatangan tamu ke daerah. Cukup populer di kalangan masyarakat terutama wilayah Wakatobi.

Anda juga akan menjumpainya di beragam acara santai. Seperti festival yang diadakan oleh masyarakat. Maupun sekedar kegiatan sederhana seperti malam keabraban para warga setempat. Kostum yang dipakai berwarna-warni yaitu merah, kuning, hijau.

Tari Maengket Sulawesi Utara

Tari Maengket Sulawesi Utara

Sulawesi Utara memiliki Tarian Maengket. Berasal dari Suku Minahasa. Biasanya dibawakan secara masal sehingga tidak terbatas jumlahnya. Namun di berbagai acara besar cenderung menyesuaikan. Terkadang juga dibawakan oleh wanita dan pria.

Meski terbilang cukup legendaris karena sudah ada sejak dahulu. Namun sampai kini masih digemari sehingga bisa dijumpai di berbagai acara adat maupun keagamaan. Tidak jarang pula ditemui pada acara pertunjukan kesenian.

Tari Dana-Dana Gorontalo

Tari Dana-Dana Gorontalo

Tari Tradisional bernama Dana-Dana pasti sudah tidak asing lagi. Seringkali dibawakan di acara nasional dengan kostum khasnya berwarna kuning cerah cenderung tertutup. Penarinya terdiri atas laki-laki dan wanita. Pria dilengkapi dengan properti sarung, sedangkan perempuan mengenakan selendang.

Tari Dana-Dana ini merupakan perpaduan budaya Islam dan masyarakat setempat. Tidak heran bila dari segi pakaian menggambarkan kesopanan. Tarian ini juga sangat sering ditampilkan di beragam acara adat.

Tari Lenso Maluku

Tari yang berasal dari Maluku bernama Lenso. Biasa dibawakan oleh penari wanita anak-anak hingga remaja. kostum yang dikenakan cenderung sederhana hanya sebatas atasan dengan rok polos berwarna pink senada. Gaya rambutnya pun hanya digelung bersih ke atas.

Biasanya ketika membawakan tarian ini penari tidak diberi riasan tertentu. Tidak heran bila kesan yang timbul cenderung seperti kehidupan sehari-hari. namun saat pementasan, properti khusus tidak lupa dibawa yaitu sapu tangan putih.

Tari Musyoh Papua

Tari Musyoh Papua

Tarian tradisional yang berasal dari Papua yaitu Musyoh. Dinilai sangat sakral sehingga sering digunakan untuk ritual mengusir roh-roh jahat atau arwah orang meninggal. Seringkali dibawakan pada saat peristiwa orang meninggal terutama dengan kejadian kecelakaan atau mengerikan lainnya.

Masyarakat percaya dengan menampilkan tarian ini maka arwah meninggal akan pergi dengan tenang. Kostum yang dikenakan oleh para penari yaitu pakaian adat. Lengkap beserta aksesoris kepala berupa rambut berdiri seperti mahkota.

Tari Wutukala Papua Barat

Tari Wutukala Papua Barat

Tari yang berasal dari Papua Barat yaitu Wutukala tepatnya di Suku Moy. Sepanjang pertunjukannya menggambarkan kegiatan masyarakat yang sedang berburu ikan. Penampilannya dilakuka secara berkelompok dan berpasang-pasang antara wanita dan pria.

Terdapat pula Tari Magasa tepatnya Suku Arfak. Biasa dibawakan secara masal oleh para penari wanita dan pria dengan cara bergandengan tangan. Tatanan barisannya memanjang menyerupai ular. Sering ditampilkan di berbagai acara adat hingga hiburan.

Baca Juga: Lagu Daerah Indonesia

Indonesia memang kaya akan tari tradisional. Setiap provinsi menyuguhkan kekayaan budaya masing-masing. Bahkan banyak pula yang memiliki lebih dari satu jenis tarian.

Tinggalkan Balasan