Tarian Daerah Seluruh Provinsi di Indonesia Lengkap

Tarian Daerah
16Sep, 2020

Budaya Indonesia yang beraneka ragam tersebut telah diakui oleh dunia, salah satunya adalah tarian daerah. Setiap tarian memiliki makna yang sangat menarik untuk dipelajari secara lebih mendalam. Lalu apa saja macam-macam tarian daerah di Indonesia? Berikut penjelasannya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki ribuan suku adat dimana setiap suku memiliki budaya yang berbeda-beda. Keragaman tersebut menjadi satu kesatuan dalam naungan Bhineka Tunggal Ika.

Berbagai Macam Tarian Daerah di Indonesia

Berbagai Macam Tarian Daerah di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari banyak Provinsi. Sejak pertama mengumumkan kemerdakaannya, Indonesia terus mengalami penambahan jumlah provinsi, hingga saat ini provinsi Indonesia berjumlah 34 dengan berbagai macam tarian daerahnya.

Berikut beberapa penjelasan tarian daerah dari berbagai Pulau di Indonesia.

Provinsi Nangroe Aceh Darussalam

Tari Saman Meuseukat

Provinsi yang mendapat julukan serambi Makkah ini memiliki nilai-nilai Islam yang sangat kental. Namun, hal tersebut tidak menghilangkan unsur kebudayaan yang ada. Aceh mampu mengakulturasi kebudayaan asli dengan nilai Islam hingga muncul beberapa tarian yang bersifat religi, salah satunya adalah Saman Meusekat.

Tari Saman Meusekat pada masa lampau digunakan sebagai media dakwah Islam. Saat ini, tarian daerah tersebut ditampilkan pada acara-acara peringatan hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi. Jumlah penari yang banyak menjadikan tari ini membutuhkan kekompakan tinggi sehingga sangat indah ketika ditampilkan.

Nangroe Aceh Darussalam juga memiliki berbagai macam Tarian Daerah, antara lain tari Seudati, Tari Pukat, Tari Rampai, Tari Ratoh Duek, Tari Ula-ula Lembing, Tari Laweut, Tari Likok Pulo, Tari Rapa’i Geleng, Tari Ratéb Meuseukat, Tari Rabbani Wahed dan Tari Ranup lam Puan.

Provinsi Sumatera Utara

tarian tor-tor

Setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk mengucapkan rasa syukurnya atas suatu pencapaian, salah satunya adalah dengan menggunakan tarian. Pada setiap perayaan, masyarakat Sumatra Utara menggunakan tarian tor-tor untuk mengungkapkannya. Selain itu, tarian ini digunakan sebagai sarana doa kepada leluhur.

Selain sarana mengungkapkan rasa syukur, ada beberapa tarian daerah Sumatra Utara yang mengungkapkan rasa cinta. Tarian adat tersebut adalah Piso Surit yang menggambarkan penantian seorang gadis terhadap kekasihnya. Tari Serampang Dua Belas juga menggambarkan perjalanan cinta anak muda yang mengandung banyak pesan moral di dalamnya.

Tarian daerah Sumatra Utara sangatlah beragam. Selain contoh di atas, beberapa nama-nama tarian yang ada di Sumatra Utara. Antara lain tari Sirih, tari Souan, tari Toping-Toping (Huda-Huda), tari Manduda, tari Balanse Madam, tari Baluse, tari Maena, tari Moyo, tari Endeng-Endeng dan lain sebagainya.

Provinsi Sumatera Barat

Tari Piring

Salah satu jenis tarian yang terkenal hingga mancanegara dari daerah Sumatera Barat adalah Tari Piring. Tarian ini dilakukan dengan membawa piring pada kedua tangan yang berisi sesaji untuk keperluan ritual. Namun, saat ini tarian tersebut berubah fungsi menjadi seni pertunjukan pada acara adat Minangkabau.

Jika Provinsi Aceh memiliki tari Saman, maka Sumatera Barat memiliki Tari Indang sebagai penggantinya. Tarian ini menggambarkan kedatangan Islam di Sumatera Barat dan sangat kental dengan pengaruh budaya di Minangkabau. Indang sendiri merupakan nama salah satu alat musik yang menyerupai rebana kecil.

Berbagai jenis tarian daerah dari Sumatera Barat antara lain tari Piring, tari Lilin, tari Pasambahan, tari Saputangan, Tari Rantak, Ambek-Ambek Koto Anau, Tari Alang Babega, Tari Galombang, Tari Tempurung, Tari Kain Pesisir Selatan dan Turuk Langgai.

Provinsi Riau

Tari Joged Lambak

Tradisi berbalas pantun ternyata tidak hanya ada di suku Betawi, namun di Provinsi Riau pun terdapat seni berbalas pantun yang disajikan dalam tarian. Tari Joget Lambak namanya, merupakan tarian yang dibawakan oleh sekelompok laki-laki dan perempuan untuk menggabarkan pergaulan pemuda pemudi saat ini.

Selain itu, di Provinsi Riau juga terdapat tari Persembahan yang digunakan masyarakat daerah tersebut untuk acara penyambutan. Tarian dilakukan dengan membawa sirih yang kemudian dibagikan kepada tamu kehormatan. Tamu yang paling dihormati akan mendapatkan sirih untuk yang pertama kali.

Provinsi Kepulauan Riau

Selain di Provinsi Riau, berbalas pantun juga terdapat di provinsi Kepulauan Riau. Pantun tersebut disampaikan dalam tarian yang disebut tari Tandak. Tarian ini digunakan untuk acara hiburan dan menceritakan tentang masalah sehari-hari yang sering dialami masyarakat.

Tarian Daerah lain di Kepualauan Riau adalah Tari malemang yang menggambarkan kelihaian penari mengambil suatu barang seperti sapu tangan dan uang receh. Mereka melakukannya dengan cara melemang (berdiri, membungkokkan badan ke arah belakang) sehingga tarian ini disebut Tari Malemang.

Provinsi Jambi

Tari Rantak Kudo

Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat Jambi mengungkapkannya ke dalam bentuk tarian tradisional yang disebut Tari Rantak Kudo.

Tarian ini dilakukan dengan menghentak-hentakan kaki seperti kuda atau kudo dalam bahasa Kerinci. Selain itu, tari Rantak Kudo digunakan untuk meminta hujan ketika musim kemarau panjang.

Provinsi Sumatera Selatan

Tarian Tenun Songket

Songket merupakan salah satu ciri khas Sumatera. Kaum wanita di Sumatera Selatan biasa mengisi waktu luangnya untuk menenun songket. itulah yang menjadi asal mula munculnya tarian Tenun Songket di Sumatera Selatan.

Tarian ini menggambarkan kerajian kaum wanita dalam memanfaatkan waktu luang. Selain Tari Tenun Songket, di Sumatera Selatan terdapat tari Madik atau Nindai yang menggambarkan proses pemilihan calon menantu.

Nindai yang berarti melihat atau menilai menggambarkan kebiasaan orang tua pria yang berkunjung ke rumah calon menantunya untuk melihat kepribadian sehari-hari calon menantu tersebut.

Provinsi Bangka Belitung 

Tari Sekapur Sirih

Berbagai jenis tarian daerah yang terdapat di Bangka Belitung adalah Tari Sekapur Sirih, Tari Campak, Tari Sepen, Tari Pendulang Timah, Tari Men Sahang Lah Mirah, Tari Gi Ke Aik dan Tari Beripat. Tari Beripat merupakan perlombaan ketangkasan dengan masing-masing penari dengan membawa cambuk rotan untuk memukul.

Sebagai wujud syukur masyarakat Bangka atas panen yang melimpah diwujudkan dalam tarian Men Sahang Lah Mirah. Tarian ini menggambarkan suasana suka cita yang dirasakan masyarakat ketika memanen lada putih yang melimpah.

Provinsi Bengkulu

Tari Andun

Salah satu tarian daerah Bengkulu adalah Tari Andun. Tarian ini merupakan rangkaian dari prosesi tanam padi, sebagai hiburan masyarakat Bengkulu. Setelah menanam padi, mereka akan meminta pertolongan kepada Tuhan untuk hasil panen yang baik dan melimpah.

Jenis tari lain yang ada di Bengkulu adalah Tari Tombak Kerbau, Tari Putri Gading Cempaka, Tari Pukek, Tari Kejei, Tari Penyambutan dan Tari Bidadari Teminang Anak. Tari Bidadari Terminang Anak menggambarkan suasana suka cita masyarakat Bengkulu ketika menyambut kedatangan anak di tengah mereka.

Provinsi Lampung

Lampung merupakan salah satu Provinsi yang memiliki nuansa religius sangat kental. Hal tersebut juga diwujudkan dengan adanya Tarian Bedana yang merupakan salah satu syukur masyarakat ketika terdapat orang yang baru saja khatam Al-Quran.

Jika Sumatera Barat memiliki Tari Piring, maka di Lampung terdapat Tari Piring Dua Belas. Tarian tersebut dilakukan untuk menyambut para Ulu Balak yang pulang dari medan Perang pada masa lampau. Dua warna busana yang digunakan memiliki makna yang membedakan keluarga kerajaan dengan masyarakat biasa.

Provinsi DKI Jakarta

Salah satu tarian daerah di DKI Jakarta adalah Tari Topeng Betawi. Tarian ini menggabungkan gerakan tari musik dan lakon yang disertai lawakan. Tarian tersebut dipercaya sebagai alat untuk menjauhkan malapetaka dan nasihat untuk selalu hidup dengan pikiran positif.

Selain itu, Ibukota Indonesia ini juga memiliki tari Lenggang Nyai yang menceritakan kebingungan gadis dalam menentukan akan memilih pasangan yang mana. Dimana, saat itu calon yang ada antara orang Indonesia dan Belanda.

Gadis itu bernama Nyai Dasimah. Tarian tersebut menggunakan kostum berwarna merah dengan musik yang dikenal dengan Gambang Kromong. Tari daerah lain di DKI Jakarta adalah tari Cokek. Tarian ini memiliki nuansa Cina.

Kostum yang digunakan adalah kebaya cokek indah. Tarian ini dilakukan dengan menggaet penonton untuk ikut menari dengan menggunakan selendang yang dikenakan oleh para penari. Tamu yang diajak harus ikut menari.

Provinsi Jawa Barat

Tari merak adalah salah satu tarian daerah dan asalnya dari Jawa Barat. Tari ini menggambarkan ekspresi kehidupan burung merak, terutama ketika pejantan melakukan kegiatan untuk menarik perhatian betinanya. Selain tari merak, di Jawa Barat juga terdapat tari Jaipong, tari Serimpi, tari Gambyong, tari Bedhaya Ketawang dan lainnya.

Tari Jaipong telah banyak diakui keindahannya di seluruh nusantara hingga muncullah komunitas pecinta Jaipong. Tarian ini banyak dipentaskan pada acara-acara pemerintahan dan ketika acara pernikahan. Tarian tersebut telah banyak mengalami modifikasi menjadi tari modern yang dapat dinikmati seluruh kalangan.

Provinsi Banten

Beberapa tarian dari daerah Banten adalah tari Dzikir Saman, Tari Katuran, Tari Gitik Cokek, Tari Bedug Warnane, Tari Gitek Ganjen, Tari Walijamaliha, Tari Grebeg Terbang Gede, Tari Bendrong Lesung dan Tari Bentang Banten.

Selain tari tradisional, Banten memiliki tarian kreasi baru bernama Tari Bentang Banten. Tarian ini dimainkan oleh 3-5 orang dan dilakukan pada acara penyambutan tamu besar pada acara hajatan, hari ulang tahun kota dan perayaan lain.

Provinsi Jawa Tengah

Jawa Tengah terkenal dengan perilaku penduduknya yang sangat menjunjung tinggi kesopanan dan kelembutan dalam bertutur kata. Hal tersebut ternyata berpengaruh terhadap tarian daerah Jawa Tengah. Salah satu contohnya adalah Tari Serimpi.

Tari Serimpi merupakan tari klasik yang muncul pada zaman kerajaan Mataram. Tarian ini dipentaskan dalam lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan dan dianggap sangat sakral karena terkait dengan kehidupan kerajaan. Tari ini biasa diiringi dengan suara gamelan yang indah.

Provinsi DI Yogyakarta

Yogyakarta merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang masih menggunakan sistem pemerintahan keraton. Hal tersebut memunculkan banyaknya tarian daerah Yogyakarta yang sangat sakral dan masih terus dilestarikan hingga saat ini.

Beberapa contoh tarian Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Tari Kumbang, Tari Beksan Lawung Ageng, Tar Beksan Srikandi Suradewati, Tari Satrio Watang dan lain sebagainya. Tari Satrio Watang mengandung cerita tentang kegagahan prajurit-prajurit pada zaman dahulu yang sangat lihai menggunakan senjata Watang.

Provinsi Jawa Timur

Salah satu contoh tarian daerah Jawa Timur adalah Tari Gandrung. Tari ini menggambarkan terpesonanya petani Blambangan kepada Dewi Sri (dewi padi). Saat ini, tari Gandrung dipentaskan untuk hiburan masyarakat. Para penari akan mengajak penonton untuk menari bersama dengan menggunakan sampur.

Tarian lain yang tak kalah menarik ada Reog Ponorogo. Tarian ini membuktikan kecintaan seorang Prabu di Ponorogo dengan Putri Kediri. Syarat agar cintanya diterima adalah dengan membuat suatu kesenian yang akan selalu dimainkan.

Reog Ponorogo dilakukan oleh 6-8 pria dan 6-8 wanita. Para penari memainkan tarian dengan membawa topeng menyerupai merak seberat 50 kg dengan menggunakan gigi. Hingga saat ini Reog Ponorogo masih terus dimainkan pada acara-acara adat dan peringatan di berbagai daerah Indonesia.

Provinsi Bali

Sebagai salah satu ikon wisata di Indonesia, Bali memiliki berbagai macam tarian daerah yang mengundang kedatangan wisatawan. Tarian tersebut antara lain Tari Legong, Tari Kecak, Tari Arje, Tari Cendrawasih, Tari Trunajaya, Tari Barong, Tari Pendet, Tari Baris, Tari Panji Semirang, Tari Puspanjali dan lain sebagainya.

Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Bali selalu menonton pertunjukan tari Pendet dan tari Kecak. Gerakan tangan terangkat sambil meneriakkan “cak-cak-cak” pada tari Kecak menggambarkan tentara kera yang membantu Rama melawan Rahwana dalam kisah Ramayana.

Tari Pendet banyak dilakukan di Pura tempat beribadah umat Hindu. Tarian ini menunjukkan lenggak lenggok tubuh penari yang indah untuk menggambarkan penyambutan datangnya Dewa dari langit. Tarian ini biasa dilakukan oleh para wanita dengan pakaian adat Bali dan membawa bokor di tangannya.

Provinsi Nusa Tenggara Barat

Buja Kadanda adalah salah satu Tarian Daerah Nusa Tenggara Barat. Tari ini menggambarkan dua prajurit yang sedang berperang sehingga membutuhkan keahlian khusus untuk memainkannya.

Contoh lain adalah tari Gendang Beeq yang merupakan perpaduan pada alat musik tradisional Suku Sasak yang dimainkan secara berkelompok.

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tari Kataga merupakan salah satu tarian tradisional yang menggunakan tema peperangan di dalamnya. Umumnya, personil Kataga berjumlah 8 orang dan kesemuanya adalah laki-laki. Kostum yang digunakan khas dengan budaya Sumba. Ditambah aksesoris seperti perisai dan pedang. Tarian ini sering ditampilkan pada acara pertunjukan untuk tetap melestarikannya.

Tari Bolelebo merupakan jenis dari tarian daerah NTT yang menggambarkan kerinduan masyarakatnya pada kampung halaman ketika merantau. Tarian ini menunjukkan kecintaan masyarakat NTT pada kampung halamannya dimanapun berada.

Provinsi Kalimantan Barat

Tari Pingan adalah salah satu tarian Dayak Kalimantan Barat yang juga datang dari suku Dayak Mualang. Dahulu kala, tarian ini dipentaskan untuk merayakan kelulusan beladiri Dayak Mualang, namun saat ini Pingan berfungsi sebagai hiburan masyarakat.

Terhalangnya cinta ternyata telah terjadi sejak dahulu kala, contohnya di Kalimantan Barat. Tari Bopureh merupakan jenis tarian yang mengisahkan cinta pemuda Dayak Djongkang dengan wanita dari suku Dayak Kanayan. Hal tersebut dikarenakan mereka berasal dari kelompok yang berbeda.

Provinsi Kalimantan Tengah

Tari Tambun dan Bungai adalah tarian yang dilakukan secara berkelompok oleh para perempuan di daerah Kalimantan Tengah.

Tari ini mengisahkan cerita Tambun dan Bungai, keduanya adalah saudara dari ayah mereka yang merupakan adik-kakak. Sekarang, tarian ini berfungsi untuk memanggil hujan dan mengusir hama pertanian.

Provinsi Kalimantan Selatan

Tari Baksa Kembang adalah tari tradisional klasik yang muncul dan berkembang pada masa kerajaan Daha. Tari ini dilakukan secara berkelompok untuk menyambut tamu-tamu kehormatan atau kerabat-kerabat kerajaan.

Selain itu, Kalimantan Selatan memiliki tari Tantayungan dimana seluruh penarinya memakai topeng. Tarian ini termasuk sakral karena berkaitan dengan upacara adat suku tertentu.

Orang yang bisa menarikan hanyalah mereka yang berasal dari suku tersebut. Seringkali penari yang tampil kerasukan roh-roh leluhur yang dulunya juga menarikan tarian ini.

Provinsi Kalimantan Timur

Provinsi ini memiliki tari yang dikenal dengan tari Gong. Merupakan salah satu tari yang menunjukkan gadis lemah lembut layaknya rumput. Dimana batang tersebut akan meliuk saat diterpa angin. Tari ini bersifat tradisional klasik dan dipentaskan saat acara-acara daerah atau lomba tari.

Selain itu, di Kalimantan Timur juga terdapat Tari Gantar. Tarian tersebut sedikit mengerikan dengan properti ujung tongkat yang diikatkan atau digantung tengkorak manusia. Kemudian dibungkus kain merah dan dihiasi dengan ibus.

Para penari akan berkeliling dan menggerakkan tubuh sambil bernyanyi. Penari membawa Mandau yang merupakan senjata tradisionalnya.

Provinsi Kalimantan Utara

Tari Radab Rahayu biasa dipentaskan pada acara adat sebagai simbol penolakan terhadap hal-hal negatif dalam kehidupan. Tari ini mengisahkan peristiwa dimana kapal Prabu Yaksa berisi patih Lambung Mangkurat pulang berkunjung dari kerajaan Majapahit. Tari ini melambangkan lingkungan kerajaan Lumbung Mangkurat.

Tari Mance adalah tarian primitif di Kalimantan Utara. Hal tersebut ditunjukkan dengan kostum primitif yang dikenakan para penarinya. Pakaian itu adalah pakaian pada masa kolonial dan bukan merupakan pakaian adat. Atribut yang dikenakan merupakan perlengkapan perang yang pada masa itu sering digunakan.

Selain itu, tari Bangun juga merupakan tari tradisional Kalimantan Utara yang menggambarkan kekuatan magis untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun, kini tarian ini tidak digunakan untuk ritual penyembuhan melainkan sebagai pertunjukan yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.

Provinsi Sulawesi Utara

Tari Maengket merupakan sebuah tarian kelompok berpasangan, umumnya dimainkan oleh 12 pasang penari pria dan wanita. Dalam tarian ini terdpaat tiga jenis penyajian, yakni Maowey Kamberu, Marambak dan Lalayaan. Ketiganya memiliki tema yang berbeda-beda.

Tarian lain dari Sulawesi Utara adalah Tari Tatengesan. Tarian ini diambil dari nama desa kelahiran masyarakat Minahasa dan mengisahkan cerita rakyat dibalik perjuangan masyarakat desa melawan bajak laut dari Filiphina. Tarian tersebut biasa dimainkan oleh 9 orang.

Provinsi Sulawesi Barat

Tari Bulu Londong adalah tarian daerah Sulawesi Barat yang dimainkan oleh sekelompok pria dengan mengenakan pakain prajurit perang. Tarian ini dulu memiliki fungsi menyambut kedatangan prajurit perang, namun saat ini telah mengalami perubahan fungsi menjadi sarana pertunjukan penyambutan dan perayaan.

Kebanyakan tarian di Sulawesi Barat menceritakan tentang peperangan. Di antara tarian tersebut adalah tari Mamose dan tari Ma’Bundu. Tarian tersebut merupakan kreasi tarian perang yang dipadukan dengan beberapa tarian Tradisional.

Tarian ini terinspirasi dari tradisi dimana orang-orang saling beradu ketangkasan dan kekebalan terhadap senjata-senjata tajam.

Provinsi Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah memiliki tari kreasi yang diangkat dari kebudayaan sekitar bernama Tarian Baliore. Tari ini menceritakan tentang kelincahan seorang gadis yang menari bergembira karena datangnya masa panen raya. Selain itu, gerakan aksesoris yang digunakan oleh penari juga menambah keunikan dan keindahan tarian ini.

Di Sulawesi Tengah, juga terdapat tarian yang dilakukan oleh ribuan orang baik pria maupun wanita. Tarian ini menceritakan pergaulan dan pesan moral bangsa Indonesia yang harus selalu dilakukan, yaitu gotong royong. Agar tidak punah, masyarakat Sulawesi Tengah rutin melakukan tarian ini pada acara adat.

Provinsi Sulawesi Tenggara

Sebagai wujud rasa syukur masyarakat Sulawesi Tenggara atas hasil laut yang dihasilkan oleh nelayan di daerah tersebut, masyarakat membentuk sebuah tarian bernama Tari Balumpa. Meski demikian, sering juga ditampilkan pada acara-acara lain seperti pertunjukan seni, festival budaya dan tari penyambutan tamu.

Tari Malulo atau Lulo juga berasal dari Sulawesi Tenggara. Tarian ini menunjukkan persahabatan muda-mudi sebagai ajang pencarian jodoh dan mempererat tali persaudaraan. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat lebih mengutamakan persahabatan dan persatuan daripada cinta lawan jenis.

Provinsi Sulawesi Selatan

Tari Pakarena merupakan sebuah tarian yang dipentaskan untuk mengungkapkan rasa terima kasih rakyat kepada pimpinannya. Tarian ini memiliki gerakan yang estetis dan mewah karena menceritakan tentang keindahan bidadari untuk menggambarkan kebaikan pemimpin.

Tari Pattenung juga berasal dari Sulawesi Selatan yang menggambarkan kegiatan wanita sedang menenun. Tarian ini memiliki pesan moral untuk selalu gigih dalam menjalani kehidupan serta tidak mudah berputus asa. Pakaian yang digunakan dalam tarian tersebut sangat indah karena merupakan pakaian adat.

Provinsi Gorontalo

Beberapa jenis tarian tradisional Indonesia dari daerah Gorontalo antara lain Tari Dana – Dana, Tari Elengge, Tari Tanam Padi, Tari Sabe, Tari Mopohuloo / Modepito, Tari Langga, Tari Tulude dan Tari Saronde. Tari Saronde dimainkan pada saat upacara pengantin. Dilakukan dengan mengalungkan selendang pengantin wanita pada pengantin prianya.

Tarian lain dari Gorontalo adalah Tari Polo Palo. Nama ini berasal dari alat musik tradisional khas Gorontalo yang sumber bunyinya berasal dari badannya sendiri. Tarian tersebut menggambarkan pergaulan remaja sehingga banyak ditampilkan oleh para remaja.

Selain itu, di Gorontalo juga terdapat tarian yang dimainkan oleh ratusan orang. Tarian tersebut bernama Tari Biteya. Berdasarkan gerakannya, tarian tersebut menunjukkan budaya kerja keras masyarakat setempat yang mencari ikan di laut.

Provinsi Maluku

Tarian di Maluku lebih banyak dilakukan secara berkelompok dengan jumlah penari yang banyak. Salah satu tarian tersebut adalah tari Lenso. Tarian satu ini dimainkan pada acara pernikahan yang menceritakan tentang cinta seorang pemuda yang diterima oleh pujaan hatinya.

Provinsi Maluku Utara

Tarian Perang yang berasal dari Maluku Utara ini dipentaskan oleh laki-laki yang melambangkan kepahlawanan dan kegagahan rakyat. Tarian ini biasanya dibawakan oleh masyarakat pegunungan. Tarian tersebut pada masa peperangan dahulu menggambarkan semangat yang menggelora untuk memenangkannya.

Provinsi Papua Barat

Salah satu tarian dari Papua Barat yang mendunia adalah Tari Sajojo. Tarian ini ditampilkan oleh pria dan wanita dalam jumlah banyak dan menggambarkan suasana hati yang sedang bergembira. Karena tarian ini sangat fleksibel maka sering ditampilkan pada acara-acara televisi oleh semua kalangan.

Selain itu, di Papua Barat terdapat Tari Suanggi yang menceritakan tentang suami ditinggal mati oleh istrinya. Suanggi memili arti roh jahat sehingga tarian ini sering disebut memiliki nuansa magis seperti ritual. Menurut cerita, roh tersebut memiliki janji yang belum ditebus semasa ia hidup.

Provinsi Papua

Tari Yospan adalah salah satu tari daerah di Papua yang menggambarkan tentang pergaulan. Gerakannya yang energik menggambarkan pemuda pemudi remaja memiliki energi besar untuk melakukan aktivitas berguna. Tarian ini terinspirasi dari pertunjukan akrobat pesawat saat zaman penjajahan Belanda.

Itulah berbagai jenis tarian daerah yang perlu diketahui. Meskipun telah mengalami perubahan fungsi, seiring dengan perkembangan zaman tarian tersebut tetap dipentaskan dalam berbagai acara. Sebagai warga negara Indonesia, sebaiknya lestarikan kebudayaan tersebut agar tidak musnah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *