Wisata Tebing Breksi Jogja

Kembali ke Jogja. Menghabiskan waktu liburan dengan mengunjungi setiap sudut Jogja yang menarik. Namun kali ini agak berbeda. Bagaimana kalau gerkunjung ke tempat wisata di Jogja yang pernah mendapat penghargaan? Kenapa tidak? Selain mendapat penghargaan, tempat ini juga berbeda dengan tempat wisata di Jogja lainnya. Bukan pantai bukan candi. Juga bukan tempat makan yang fenomenal. Lalu apa?

Tebing Breksi namanya. Destinasi wisata ini termasuk baru di Jogja. Mulai dibuka oleh masyarakat pada tahun 2014 kemudian diresmikan oleh Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono IX tahun 2015.

Walau demikian, tempat ini sudah cukup dikenal wisatawan karena keunikannya. Sehingga Kementerian Pariwisata memberikan apresiasi berupa penghargaan sebagai juara di kategori wisata baru terpopuler. Masyarakat di sekitar Tebing Breksi harus berbangga karena usahanya untuk mengembangkan kawasan eks pertambangan menjadi kawasan wisata mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat.

Selain itu, di tahun 2017, Tebing Breksi juga mendapat kehormatan dikunjungi oleh presiden Amerika Serikat, Barrack Obama ketika berkunjung ke Indonesia. Hal ini tidak lain karena berita tentang keunikan tempat ini menarik perhatian dibanding destinasi wisata lainnya di kota Jogja.

Semua ini tidak lain karena perhatian dan usaha masyarakat sekitar untuk menjadikan Tebing Breksi Jogja semakin cantik dan layak dikunjungi oleh wisatawan. Tulisan di bawah ini akan menggambarkanlebih detail tentang Tebing Breksi Jogja:

Sejarah

Sejarah Wisata Tebing Breksi Jogja

Sejak tahun 80an masyarakat sekitar tebing sudah melakukan penambangan batuan kapur sebagai mata pencaharian mereka. Batu kapur ini menjadi bahan baku untuk pembuatan rumah sebagai fondasi maupun diolah menjadi bentuk lain.

Baca Juga: Tempat Wisata Dekat Malioboro Jogja

Hal tersebut mereka lakukan selama bertahun-tahun untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Hingga pada suatu ketika sekelompok peneliti datang untuk meneliti kandungan batu kapur di tebing ini karena menilai Kota Jogja sebagai kota yang bersejarah sehingga setiap sudutnya perlu diteliti.

Ternyata ditemukan bahwa batu kapur ini merupakan abu vulkanik yang berasal dari gunung api purba Nglanggeran. Sehingga pemerintah setempat memutuskan menjadikan wilayah Tebing Breksi sebagai kawasan cagar budaya.

Dengan demikian tidak boleh ada aktivitas penambangan atau pengrusakan  di daerah ini.  Akhirnya pada tahun 2014, Tebing Breksi resmi ditutup sebagai area penambangan. Dan tambang-tambang yang ada mulai ditinggalkan dan ditelantarkan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk kepatuhan pada peraturan pemerintah daerah.

Oleh masyarakat sekitar yang juga eks penambang, lokasi-lokasi tambang yang tak terurus tersebut kemudian diperbaiki sedikit demi sedikit agar bisa dijadikan tempat wisata karena melihat kota Jogja sebagai kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Usaha mereka tidak sia-sia.

Tebing Breksi Jogja eks pertambangan mulai terlihat menarik dan wisatawan lokal mulai berdatangan. Perkembangan selanjutnya dari pemerintah daerah memberikan dukungan dengan meresmikan tempat ini menjadi sebuah destinasi wisata baru di kota Jogja.

Kemudian apakah breksi itu? Dan mengapa tempat ini diberi nama Tebing Breksi? Breksi adalah sejenis batuan yang tersusun dari fragmen-fragmen mineral yagn sudah rusak atau jenis batuan yang disemen oleh matriks berbulu halus secara bersama-sama yang mirip atau berbeda dari komposisi fragmen.

Bentuk batuan adalah menyudut sehingga sedikit tajam di ujung-ujungnya. Penamaan juga didasarkan dari sejarah batuan tadi. Dan proses penggalian dan pengambilan bahan material tersebut sama persis dilakukan di tambang batu yang berada di Bandung dan Bali.

Di kedua tempat tersebut, tambang yang dimaksud dinamakan Breksi. Akhirnya penamaan Breksi juga digunakan di tambang yang berada di Jogja. Kata tebing diambil karena sisa-sisa penambangan menghasilkan tebing-tebing kapur yang kokoh. Sehingga disepakatilah nama tempat eks pertambangan dengan luas lebih dari 4 hektar ini dengan nama Tebing Breksi.

Lokasi Tebing Breksi

Destinasi wisata Tebing Breksi Jogja tepatnya berada di Dusun Groyokan, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Karena berada di Kabupaten Sleman, tempat ini sering juga disebut dengan Tebing Breksi Sleman. Dari pusat kota Jogja, jaraknya kurang lebih hanya sekitar 18,5 kilometer dan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit.

Jika Anda sedang berwisata ke Candi Prambanan, maka ada baiknya mampir ke Tebing Breksi karena lokasinya yang sangat berdekatan. Hanya berjarak kurang lebih 7 km. Sehingga sangat disayangkan jika tidak sekalian dikunjungi.

Dari Bandara Adi Sucipto, Tebing Breksi hanya berjarak 10 km. Dan untuk mendapatkan penginapan dengan beragam harga dan rupa, di kawasan dekat bandara adalah tempat yang tepat dan banyak pilihan.

Akses/rute

Untuk menuju ke tempat ini, dari pusat kota Jogja, Anda harus mengambil rute ke arah Prambanan. Kemudian dilanjutkan hingga ke Piyungan  dan menemukan pertigaan. Ambil jalur sebelah kiri ketika di pertigaan ini dan lanjutkan perjalanan karena jarak ke Tebing Breksi hanya tinggal 1 km saja.

Jika hendak membawa kendaraan sendiri, pastikan kondisi kendaraan Anda dalam kondisi prima. Karena medan yang akan Anda tempuh cukup terjal dengan jalan yang agak menanjak. Sehingga kondisi kendaraan yang baik dan kemampuan mengendarai di medan yang terjal harus Anda kuasai. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena ketidaktahuan medan perjalanan.

Tiket masuk

Di taman Tebing Breksi Jogja, tidak ada patokan harga untuk gerbang masuknya. Silakan saja membayar seikhlas Anda untuk membantu biaya kebersihan dan keamanan. Namun Anda harus membayar tarif parkir sebesar Rp.2.000,-  untuk kendaraan roda dua dan Rp.5.000,- untuk kendaraan roda empat untuk membayar petugas yang mengamankan kendaraan Anda.

Tebing Breksi memiliki jam buka yang cukup fleksibel yaitu mulai dari jam 5 pagi hingga malam hari.

Fasilitas

Fasilitas umum di tempat ini sudah lengkap seperti layaknya tempat wisata pada umumnya. Untuk memberikan rasa nyaman kepada wisatawan yang berkunjung.

Toilet

Setiap tempat wisata wajib menyediakan toilet umum untuk mendukung kebutuhan wisatawan. Toilet yang bersih dan jumlah yang cukup menunjang kenyamanan wisatawan selama berada di Tebing Breksi.

Mushola

Tempat ini harus tersedia di setiap tempat wisata untuk mengakomodasi kebutuhan beribadah bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Sehingga akan terlihat aneh jika sebuah tempat wisata di Indonesia tidak menyediakan tempat beribadah untuk kaum Muslim yang harus melakukan sholat selama 5 kali dalam sehari.

Keberadaan mushola menjadi pendukung kenyamanan wisatawan muslim berwisata di sini dan akan mendorong mereka untuk kembali mengunjungi di lain waktu.

Warung makanan

Sudah dipahami bahwa wisatawan domestik atau masyarakat Indonesia sangat erat dengan kuliner. Tempat wisata yang dilengkapi dengan tempat kuliner yang enak dan harga yang sesuai akan menambah daya tariknya.

Tebing Breksi menghadirkan menu tradisional dan Barat untuk memenuhi kebutuhan kuliner pengunjungnya. Sehingga setiap wisatawan dapat menghabiskan waktunya di sini tanpa merasa kelaparan. Warung makanan ini juga menjadi sumber pemasukan bagi masyarakat desa. Sehingga keberadaannya sangat penting bagi wisatawan dan masyarakat di sekitar Tebing Breksi.

Aktivitas wisata

Aktivitas Wisata Tebing Breksi Jogja

Di Tebing Breksi ada beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan yang sesuai dengan kondisi alam di sini, yaitu:

Photo session

Berfoto dengan berlatar tebing batuan kapur besar dengan guratan-guratan yang khas memberikan kesan tersendiri pada hasil foto Anda. Di beberapa bagian bahkan sudah mulai diukir dengan karakter wayang dan naga untuk memperindah tebing besar ini. Dan wisatawan selalu berfoto di spot ini untuk menunjukkan keberadaannya di tempat ini.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Wisata Goa Pindul

Kemudian lanjutkan berjalan ke atas tebingnya, melalui anak-anak tangganya dan berhentilah sejenak, Anda akan mendapatkan spot foto yang menarik. Ya, anak tangga ini ini diukir senatural mungkin sehingga seolah-olah Anda sedang berada di bangunan masa lampau yang terbuat dari batu-batuan. Luangkan berfoto di sini dan berikan pose terbaik Anda. Anda akan mendapatkan sebuah foto yang menarik.

Bersantai

Di tengah Kawasan tebing dibuat sebuah gelanggang bundar seperti amphitheater yang diberi nama Tlatar Seneng dengan tempat duduk yang mengitarinya. Mirip dengan colloseum di Itali. Gelanggang ini diperuntukkan untuk event-event atau festival seni yang biasa diadakan oleh Komunitas Seni Sleman. Sekaligus untuk memperkenalkan Tebing Breksi ke masyarakat luas.

Bentuk kursi dibuat berderet melingkar dan berundak, dengan fokus panggung berada di tengah. Langit sebagai atap dan tata cahaya yang mendukung, membuat pertunjukan di Tlatar Seneng terlihat fantastis.

Sightseeing

Di puncak tebing, Anda dapat menikmati keindahan kota Jogja dari kejauhan. Atap-atap rumah masyarakat Jogja terlihat jelas dari atas puncak ditambah dengan semilir angin yang sangat kencang karena tidak ada bangunan penghalang.

Jangan lewatkan menyaksikan kemegahan bangunan Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko yang terlihat gagah walau dilihat dari kejauhan. Bahkan jika waktunya tepat, Anda juga bisa menyaksikan pesawat lepas landas atau kendaraan hilir mudik dari ketinggian tebing ini. Secara umum, keseluruhan aktivitas masyarakat Jogja dapat diamati dari puncak tebing ini. Menarik bukan!

Offroad

Bagi Anda yang ingin memacu adrenalin di kawasan eks tambang ini, Anda bisa menyewa kendaraan offroad yang disediakan pengelola Tebing Breksi dan berkeliling Kawasan eks tambang ini. Medan yang berliku dan menanjak serta jalanan yang tidak diaspal memberikan guncangan-guncangan seolah-olah Anda sedang berada di sebuah pertambangan sungguhan. Kendaraan ini juga membantu Anda berkeliling taman Tebing Breksi Jogja tanpa harus merasa kecapekan dan kepanasan.

Tips wisata

  1. Jika membawa kendaraan sendiri, perhatikan kondisi kendaraan dan kemampuan Anda menyetir di medan yang menanjak
  2. Waktu terbaik mengunjungi Tebing Breksi adalah sore menjelang malam. Untuk menikmati indahnya senja dan semburat matahari terbenam dari ketinggian puncak tebing.
  3. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, karena kondisi Tebing Breksi yang cukup terjal dan merupakan alam terbuka tanpa pepohonan rindang. Gunakan topi dan oleskan sunblock secukupnya untuk mencegah kulit Anda terbakar karena terkena sinar matahari langsung.
  4. Hindari waktu akhir pekan atau liburan panjang. Karena pada hari biasa pengunjung bisa mencapai 500 orang. Sedangkan di waktu akhir pekan dan liburan, jumlahnya bisa melonjak hingga 1.500an orang. Tentu tidak nyaman berada di Kawasan ini dengan berdesak-desakan. Selain itu akan sulit mendapatkan waktu untuk berfoto di spot tebing-tebing yang ikonik.

Tempat Wisata di sekitar Tebing Breksi

Selain Tebing Breksi yang fenomenal, Anda juga bisa menyambangi beberapa destinasi wisata yang lokasinya  berdekatan dengan Tebing Breksi, yaitu:

Istana Ratu Boko

Istana Ratu Boko

Candi atau istana ratu boko adalah sebuah situs yang berada di Gatak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Kawasan ini adalah sebuah keraton atau istana lengkap dengan gerbang pintu masuk, tempat pemandian, pendopo, tempat tinggal, dan pagar pelindung.

Posisinya yang berada di ketinggian 200 mdpl membuat tempat ini berudara sejuk dan menjadi spot yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. Keindahan gerbang istana dengan semburat matahari terbenam menjadi alasan para wisatawan terutama fotografer untuk menyimpannya dalam bentuk foto-foto yang cantik.

Untuk menikmati keindahan situs kerajaan ini, Anda cukup membayar Rp.25.000,- untuk pengunjung dengan usia di atas 6 tahun. Nikmati nuansa kerajaan masa lampau sembari menunggu sendunya matahari terbenam di gerbang kerajaan istana Ratu Boko.

Candi Barong

Candi Barong

Masih berada di kawasan Prambanan, yaitu di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Candi kembar Barong bisa menjadi destinasi berikutnya yang terdekat dengan Tebing Breksi. Mengapa dikatakan kembar? Karena di kompleks candi ini ada dua candi yang ditujukan untuk pemujaan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri, dewi kesuburan. Masyarakat yang membangun candi ini berharap pada Dewi Sri agar memberikan anugrah kesuburan pada lahan di sekitar candi yang dikenal kurang subur.

Candi yang  berada di perbukitan Batur Agung ini diberi nama Barong karena ada hiasan pada setiap sisi tubuh candi yang menyerupai singa atau barong dalam bahasa Jawa.

Candi yang menjadi tempat pemujaan Dewa Wisnu ini dibangun di abad ke 9 hingga 10 Masehi. Dan pemugaran selesai dilakukan di tahun 1992 sehingga bentuknya kembali utuh. Untuk mengunjungi candi  indah ini Anda tidak dikenai biaya tiket masuk. Dan momen matahari terbenam menjadi momen yang ditunggu oleh wisatawan untuk menyaksikan jingga mentari di balik candi yang menghadap ke barat ini.

Candi Ijo

Candi Ijo

Tidak jauh dari situs istana Ratu Boko dan Candi Barong, Anda juga dapat mengunjungi Candi Ijo. Berada di desa yang sama dengan Candi Barong, candi ini berada di ketinggian 375 mdpl sehingga menjadi candi yang paling tinggi di kota Jogja. Candi yang dibangun di abad ke 9 inidiberi nama Candi Ijo karena berada di bukit hijau atau gumuk ijo.

Uniknya dari Candi Ijo ini adalah adanya sebuah prasasti di mana didalamnya terucap sebuah mantera berisi kutukan yang ditulis berulang-ulang hingga 16 kali. Hingga saat ini, prasasti tersebut masih misteri dan belum ada bukti-bukti yang bisa menjelaskan tentang makna di prasasti tersebut.

Untuk para pencinta alam, Candi Ijo menjadi tempat yang direkomendasikan di mana Anda bisa menikmati pemandangan kota Jogja dari ketinggian. Dan tentu saja sendunya peristiwa matahari terbenam di arah barat dengan latar belakang Candi Ijo.

Sebagai provinsi yang termasuk terkecil di seluruh Indonesia, Jogja telah menunjukkan kelasnya sebagai lokasi berwisata. Dengan beragam objek dan keunggulan, Jogja seolah menjadi penghilang dahaga para wisatawan yang menginginkan tempat wisata unik dan menarik. Tebing Breksi Jogja adalah salah satunya yang menjadi sebuah upaya pengelolaan wisata swadaya oleh masyarakat namun dilakukan secara professional.

Baca Juga: Wisata Sekitar Dengan Candi Borobudur

Setiap wisatawan yang telah mengunjungi tempat ini menunjukkan kekagumannya pada kreativitas masyarakat setempat dalam memberdayakan lokasi tambang menjadi sumber penghasilan desa. Dan Jogja dikenal sebagai masyarakat dengan tingkat kesenian tinggi telah menyulap guratan tebing-tebing membosankan menjadi sebuah ukiran karya seni yang luar biasa.

Tinggalkan komentar