Teks Eksposisi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis & Contoh

Diposting pada

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia pasti akan diajarkan berbagai macam bacaan dengan tujuannya masing-masing. Salah satunya yaitu yang berisi sebagai pendapat atau argumen secara singkat, padat dan jelas. Tidak terkecuali teks eksposisi yang meliputi pengertian, struktur, ciri-ciri dan jenis-jenisnya.

Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah sebuah karangan atau paragraf yang di dalamnya berisikan informasi dengan singkat, padat dan juga jelas. Pendapat lain juga menyatakan bahwa bacaan ini dibuat untuk menyajikan gagasan atau pendapat mengenai topik tertentu.

Teks eksposisi seringkali digunakan dalam komunikasi sehari-hari baik secara lisan maupun tulisan. Misalnya, ketika pembicara menyajikan materi kepada peserta seminar ataupun contoh kecil seperti saat menyampaikan pendapat di suatu diskusi kelompok belajar.

Biasanya untuk memperjelas penyampaian informasi, penyusunan teks eksposisi akan dilengkapi dengan data pendukung seperti grafik dan gambar. Namun tidak jarang juga hanya dibuat berisikan uraian mengenai langkah-langkah dalam mengerjakan sesuatu.

Tujuan dan Fungsi Penulisan Teks Eksposisi

Tujuan dan Fungsi Penulisan Teks Eksposisi

Setelah mengetahui definisi dari teks eksposisi sebagai penyalur pendapat dari penulis dalam mengkritik, mengomentari, memberi solusi atau bahkan menyatakan ketidaksetujuan mengenai topik tertentu, ternyata masih ada tujuan dan fungsi spesifiknya.

Tujuan dari teks eksposisi digunakan sebagai sarana atau media oleh penulis dalam memberikan berbagai informasi-informasi tertentu. Hal ini digunakan oleh para pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Baca Juga: Contoh Teks Deskripsi

Sedangkan fungsi penulisan teks eksposisi adalah mengungkapkan, menerangkan, menjelaskan atau memaparkan suatu gagasan berupa pendapat seseorang mengenai topik maupun permasalahan tertentu dengan didukung adanya argumentasi kuat dari penulis.

Struktur Penulisan Teks Eksposisi

Struktur Penulisan Teks Eksposisi

Secara umum, struktur penulisan teks eksposisi dapat dibagi menjadi tiga yaitu tesis, argumentasi dan penegasan ulang. Ketiga bagian ini memiliki fungsinya masing-masing sehingga seluruh komponen ini saling melengkapi. Inilah penjelasannya:

Judul

Meskipun dianggap enteng, pemilihan judul yang tepat agar menarik minat pembaca juga dirasa cukup sulit bagi kebanyakan orang. Sebaiknya penulis menggunakan kata-kata sederhana namun sudah menggambarkan topik di dalam teks eksposisi.

Judul sebaiknya ditulis menggunakan kata-kata yang singkat namun mampu menjelaskan kepada pembaca tentang topik di dalam teks. Hendaknya penulisannya dibuat semenarik mungkin dan sarat akan makna.

Tesis

Penulisan teks eksposisi yang pertama harus diawali dengan tesis. Bagian ini berisikan penyataan mengenai suatu topik. Penulis akan menyampaikan pendapat awalnya di bagian ini untuk sekiranya memperkenalkan pembaca mengenai pembahasan apa selanjutnya.

Biasanya struktur ini diletakkan pada paragraf awal teks eksposisi. Oleh karena itu tesis juga sering disebut bagian pembuka, karena fungsi intinya ialah untuk membuka suatu bacaan dengan menunjukkan topik apa yang akan dibahas.

Argumentasi

Setelah Anda mengetahui apa itu eksposisi yang berisikan dengan pendapat seseorang tentang suatu hal, maka argumentasi bisa dibilang menjadi struktur terpenting pada teks ini sebab penulis akan menyampaikan beberapa argumennya di bagian ini.

Pada bagian argumentasi, penulis akan menuliskan fakta serta pernyataan yang bisa digunakan untuk memperkuat pendapat tertulisnya. Sumber informasi biasanya dapat berasal dari ahli ataupun pakar di bidangnya masing-masing guna mempertegas data pendukung.

Penegasan Ulang

Setelah dipaparkan pernyataan pembuka dan argumentasi, struktur yang terakhir berisikan dengan penegasan ulang mengenai pendapat-pendapat sebelumnya. Bagian ini juga bisa disebut sebagai kesimpulan sehingga pembaca akan lebih mudah memahami maksud dari teks eksposisi.

Umumnya pembaca lebih memahami isi dari bacaan ketika membaca bagian penegasan ulang. Oleh karena itu, penulis diharapkan menyusun struktur terakhir ini dengan cermat dan teliti agar berhasil menyampaikan pendapatnya secara jelas.

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Ciri-ciri Teks Eksposisi

Bermacam-macam jenis karangan dibuat berdasarkan fungsinya masing-masing. Teks ekposisi yang memiliki tujuan untuk menyampaikan pendapat dari penulisnya akan memiliki struktur dan ciri-ciri berbeda dengan bacaan lainnya. Inilah penjelasannya:

Berisikan Informasi dan Pengetahuan

Mengambil dari pengertian eksposisi yang merupakan teks berisikan informasi serta gagasan pendapat oleh penulisnya, maka bacaan ini berisikan pengetahuan serta data pendukung argumentasi bagi pembacanya.

Penulis yang mengangkat suatu topik tertentu, pastinya akan menjelaskannya secara singkat terlebih dahulu sebelum menyampaikan argumen pribadinya. Dengan begitu, pembaca pun bisa memperoleh informasi dan pengetahuan baru dari membaca teks eksposisi ini.

Menggunakan Kalimat Persuasif

Penulis akan menggunakan kalimat persuasif dalam menyampaikan pendapat pribadinya. Hal ini bisa mempengaruhi pembaca ketika membaca keseluruhan teks sehingga muncul perasaan ajakan atau dorongan agar menyetujui argumentasinya.

Kalimat persuasif ini digunakan penulis untuk memuat penilaian baik positif maupun negatif terhadap topik tertentu. Dengan begitu, penggunaannya akan memberikan gambaran baru bagi khalayak umum dalam menilai sesuatu.

Bersifat Netral dan Tidak Memihak

Meskipun kebanyakan menggunakan kalimat persuasif agar pembaca ikut setuju, namun penulis tidak boleh memihak pihak manapun dalam penulisannya. Penulisan teks ekposisi harus bersifat netral walaupun di dalamnya berisikan kritikan dan komentar dari suatu permasalahan.

Penulisan teks eksposisi seperti ini bertujuan agar tidak menimbulkan perasaan tidak suka dari pembaca kepada pihak yang disebut di dalamnya. Hal ini pastinya sangat dihindari supaya kebebasan berpendapat pun tetap ditegakkan.

Berisikan Gagasan dan Fakta

Penulis akan menyampaikan gagasan di struktur kedua teks eksposisi yaitu argumentasi. Pada bagian ini biasanya memuat tentang penilaian, komentar, bujukan maupun saran mengenai permasalahan yang diangkat.

Setelah penulis menyampaikan pendapatnya di bagian tesis maka selanjutnya akan diisi penyampaian fakta berupa data pendukung dari sumber yang valid untuk memperkuat gagasannya. Hal ini bertujuan agar pembaca lebih yakin dan sependapat dengan argumen di dalamnya.

Ditulis Menggunakan Bahasa yang Singkat dan Jelas

Teks eksposisi dikenal dengan penulisannya yang singkat namun jelas. Sangat jarang bagi penulis menggunakan bahasa bertele-tele, namun tidak mampu menyampaikan maksud utama dari bacaan kepada pembaca.

Pembaca pun bisa saja kesusahan ketika memahami informasi yang dimuatnya. Dengan begitu, penulis harus menyampaikan gagasan di dalam teks eksposisi menggunakan bahasa singkat namun jelas untuk dipahami.

Umumnya Memuat Informasi 5W + 1H

Meskipun teks ekposisi ditulis dalam kalimat singkat, namun penulisannya harus memuat informasi yang bisa menjawab 5W + 1H yaitu what, when, where, who, why dan how atau apa, kapan, dimana, siapa, kenapa serta bagaimana.

Informasi lengkap tersebut harus dimuat secara lengkap di dalam penulisan teks eksposisi sehingga pembaca bisa dengan jelas memahami topik yang dibahas. 5W + 1H menjadi unsur penting dalam suatu bacaan dapat dikatakan mudah dipahami.

Menggunakan Bahasa Baku

Pengertian eksposisi ialah teks yang berisikan gagasan dalam mengomentari suatu permasalahan tertentu. Tujuan penulisannya ialah agar memberikan informasi baru serta mempengaruhi penilaian dari pembacanya.

Tujuan tersebut mengharuskan teks eksposisi harus menggunakan bahasa baku agar lebih mudah dipahami serta tetap menggunakan aturan penulisan sebab pembacanya pun merupakan khalayak umum yang bisa berasal dari kalangan mana saja.

Penjelasan Disertai Data Akurat

Poin terakhir ini menjadi ciri-ciri dari teks eksposisi yang paling mendasar. Dalam penulisannya, penulis harus memasukkan data informasi berasal dari sumber terpercaya baik berupa grafik, gambar maupun diagram.

Data pendukung yang digunakan untuk memperkuat gagasan penulis ini harus berasal dari sumber valid serta akurat agar benar-benar memuat informasi terpercaya dan tidak berniat membohongi khalayak umum sebagai pembaca.

Mengenal Beberapa Jenis Teks Eksposisi

Mengenal Beberapa Jenis Teks Eksposisi

Meskipun fungsinya sama-sama sebagai penyalur bagi penulis saat menyampaikan pendapatnya, namun teks eksposisi ternyata dibagi lagi menjadi 8 jenis di antaranya definisi, proses, ilustrasi, laporan, berita, perbandingan, pertentangan dan analisa. Inilah penjelasannya:

Eksposisi Definisi

Jenis yang paling sederhana ialah definisi. Teks eksposisi ini hanya memaparkan pengertian dari suatu topik tertentu secara mendalam. Tentu saja penulis akan menyampaikan beberapa informasi terkait dengan data pendukung.

Biasanya teks eksposisi jenis definisi ini menjadi salah satu acuan bagi pembaca di saat ingin mengetahui pengertian dari masalah atau topik tertentu, sebab penulisnya sudah menjelaskan secara detail serta mudah dipahami.

Eksposisi Proses

Jenis berikutnya ialah eksposisi proses, teks ini memaparkan langkah-langkah atau tahapan dalam melakukan pekerjaan tertentu. Penulis akan menyampaikan tutorial untuk menyelesaikan sesuatu dari awal hingga selesai.

Biasanya akan diawali dengan bahan-bahan yang perlu dipersiapkan. Penulis diharuskan bisa menyampaikan langkah kerja sejelas mungkin agar pembaca dapat mudah memahami untuk mengikuti tahap-tahapnya.

Eksposisi Ilustrasi

Berikutnya ialah eksposisi ilustrasi. Teks ini memaparkan penjelasan mengenai topik tertentu dengan menampilkan penjelasan ataupun gambaran sebagai media pendukung agar pembaca lebih mudah menerima gagasan penulis.

Metode ilustrasi ini memang lebih disukai oleh pembaca karena ditulis sejelas mungkin. Biasanya agar lebih mudah dipahami lagi, penulis akan mengaitkan satu topik dengan lainnya yang memiliki kesamaan baik sifat atau pembahasan dalam hal tertentu.

Eksposisi Laporan

Jenis selanjutnya ialah eksposisi laporan. Teks ini berisikan paragraf yang menjelaskan mengenai peristiwa atau penelitian sebelumnya sehingga data di dalamnya berasal dari hasil analisis sendiri baik secara primer maupun sekunder.

Penelitian memang bisa menggunakan dua data yaitu primer, dimana berasal dari murni kegiatan sendiri sedangkan sekunder diambil dari sumber orang lain. Keduanya dapat digunakan sebagai pendukung dari penulisan teks eksposisi laporan.

Eksposisi Berita

Berbeda dengan jenis laporan yang memiliki sumber data dari penelitian, eksposisi berita didasarkan atas suatu peristiwa atau kejadian tertentu. Biasanya masih hangat diperbincangkan oleh masyarakat dan baru saja terjadi.

Eksposisi berita sering ditemui oleh pembaca di koran ataupun surat kabar. Demi mendapatkan info terkini, orang-orang sering membaca bacaan ini agar lebih update dan tidak ketinggalan informasi akan masalah atau peristiwa yang tengah hangat di masyarakat.

Eksposisi Perbandingan

Setelah menyampaikan gagasannya di paragraf awal, pada bagian argumentasi ini penulis akan membandingkan masalah satu dengan yang lainnya. Penulisan teks seperti ini disebut sebagai eksposisi perbandingan.

Namun tidak jarang juga penulis sudah menyampaikan dua permasalahan yang menjadi bahasan perbandingan pada bagian pembuka dan akan disampaikan pendapatnya secara singkat dan jelas di paragraf argumentasi.

Eksposisi Pertentangan

Meskipun hampir sama dengan eksposisi perbandingan, jenis pertentangan lebih memaparkan hal yang bertolak belakang antara kedua topik pembahasan. Penulis akan menyampaikan pendapatnya mengenai dua permasalahan lewat sudut pandangnya.

Dua permasalahan yang akan dibahas tentunya memiliki topik sama, contohnya perbedaan kebijakan sektor pertanian oleh Menteri periode 2015-1019 dengan 2019-2024. Kelebihan dan kekurangannya masing-masing bisa menjadi data pendukung bagi penulis untuk menyampaikan pendapatnya.

Eksposisi Analisis

Jenis selanjutnya ialah analisis. Teks eksposisi ini bertujuan untuk menganalisa suatu masalah yang dikelompokkan beberapa poin. Jadi penulis akan memisahkan topik tertentu dan membahasnya masing-masing pada sub babnya.

Teks eksposisi seperti ini akan memudahkan penulis dalam menghubungkan suatu akar permasalahan sehingga pada bagian penegasan ulang bisa ditarik kesimpulan ataupun solusi dari masalah yang diangkat tersebut.

Unsur Kebahasaan Penulisan Teks Eksposisi

Unsur Kebahasaan Penulisan Teks Eksposisi

Unsur kebahasaan merupakan bagian yang menyusun suatu bacaan. Penyusunan teks eksposisi memiliki beberapa komponen seperti pronomina, konjungsi, kalimat dan kata leksikal. Keempatnya dapat menjadi ciri dalam penulisan bacaan ini. Berikut ulasannya:

Pronomina

Pronomina merupakan kata ganti orang yang digunakan saat menggambarkan suatu peristiwa atau menjelaskan pernyataan pribadi, seperti Aku, Kamu, Dia, Saudara, Anda, -nya, sini, sana dan masih banyak lagi. Unsur ini dibagi lagi menjadi dua yaitu persona serta non persona.

Persona terbagi atas pronomina tunggal contohnya Aku, Dia, Kamu, Saudara, Anda, -nya, -ku, -mu dan lainnya. Sedangkan yang kedua non persona misalnya kami, Kita, Mereka, Kalian, Hadirin, Saudara dan Para. Pronomina non persona digunakan sebagai petunjuk seperti ini, sini, itu, sana.

Konjungsi

Dalam penulisan semua teks sudah dipastikan menggunakan konjungsi atau kata penghubung termasuk eksposisi. Penggunaannya berfungsi untuk menghubungkan kata, frasa, kalimat, ataupun klausa guna mendukung argumentasi pendapat dari penulis.

Dengan menggunakan konjungsi, teks eksposisi akan lebih mudah ditulis karena kata-kata di dalamnya saling terhubung. Penyusunan mulai dari tesis, argumentasi serta penegasan ulang bisa saling tersambung karena adanya unsur penghubung ini.

Kalimat

Semua penulisan teks terdiri dari kalimat-kalimat yang disusun menjadi satu paragraf termasuk eksposisi. Hingga saat ini dikenal dua jenis yaitu tunggal dan majemuk, dimana keduanya dibedakan dari penggunaan pola seperti subjek, predikat, objek dan keterangan lainnya.

Kalimat tunggal menjelaskan suatu kejadian dengan satu subjek, predikat, objek ataupun keterangan, misal Pulau Jawa memiliki penduduk tertinggi. Sedangkan majemuk menggambarkan bisa lebih dari dua pola, contohnya Ekonomi Indonesia sedang stabil meski perekonomian global masih dilanda krisis.

Kata Leksikal

Kata leksikal terdiri dari empat unsur. Pertama yaitu nomina, merupakan kata yang menggambarkan benda nyata atau abstrak seperti meja, kursi dan lain-lain. Kedua adalah verba, digunakan untuk menjelaskan proses perbuatan atau pekerjaan, contohnya menulis, memasak, dan masih banyak lagi.

Kata leksikal yang ketiga adalah adjektif. Fungsinya digunakan untuk menggambarkan keadaan atau sifat seseorang, seperti bersih, rajin dan lain-lain. Sedangkan unsur terakhir yaitu adverbia digunakan sebagai keterangan kalimat seperti sore hari, di rumah makan, dan masih banyak lagi.

Langkah-langkah Membuat Teks Eksposisi

Langkah-langkah Membuat Teks Eksposisi

Setelah mengetahui beberapa penjelasan penting mengenai penyusunan teks eksposisi terutama strukturnya, kini saatnya Anda mulai mencoba membuatnya. Beberapa langkah memang perlu diikuti agar penulisannya tetap mengikuti aturan serta tidak menghilangkan ciri-cirinya. Inilah penjelasannya:

Menentukan Tema

Langkah pertama dalam menyusun teks eksposisi adalah menentukan tema atau topik. Hal ini memang menjadi tahapan awal ketika menulis segala jenis bacaan sehingga harus diperhatikan pemilihannya sebelum melanjutkan ke cara berikutnya.

Menentukan tema bisa dikatakan penulis memilih masalah apa yang akan diangkat dalam teks eksposisi. Banyak sekali permasalahan di lingkungan sekitar untuk dikomentari seperti penggunaan fasilitas umum, larangan merokok, pro kontra new normal di Indonesia dan lain-lain.

Menentukan Tujuan Teks Eksposisi

Setelah Anda sudah menentukan masalah apa yang akan diangkat, selanjutnya kini memilih tujuan dari teks. Hal ini secara tidak langsung bisa menjadi penentu jenis eksposisi bisa dari definisi, berita, laporan, proses dan lainnya.

Misalnya jika Anda sudah menentukan topik pro kontra new normal di Indonesia, maka isi dari teks bisa memuat tentang penjelasan antara dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Dari penulisan tersebut, maka bisa dikatakan bacaan ini termasuk ke jenis eksposisi perbandingan.

Memilih Data Akurat Sesuai dengan Tema

Setelah Anda menentukan topik pro kontra new normal di Indonesia kemudian akan membahas efek positif dan negatifnya, maka gagasan ini harus didukung dengan data yang akurat seperti grafik atau gambar peristiwa.

Dalam topik new normal ini, Anda bisa menggunakan data pertambahan kasus positif di beberapa wilayah di Indonesia, grafik angka kematian kasus COVID-19, jumlah rapid test yang dilakukan serta beberapa pendukung argumen lainnya.

Membuat Kerangka Karangan dan Mengembangkannya Menjadi Teks Eksposisi Utuh

Setelah Anda mengumpulkan data pendukung, maka langkah terakhir adalah membuat kerangka karangan mengenai poin-poin penting apa saja yang akan dibahas di dalam teks eksposisi dan kemudian diberi komentar atau kritik.

Setelah selesai membuat kerangka karangan, maka selanjutnya adalah mengembangkannya menjadi satu teks eksposisi yang utuh dengan tiga struktur lengkap mulai dari tesis, argumentasi dan terakhir penegasan ulang atau kesimpulan.

Contoh Teks Eksposisi Tema Ekonomi

Ekonomi biasa menjadi salah satu sektor di Indonesia yang sering dibahas untuk dikritik atau dikomentari sebab perubahannya akan berdampak ke seluruh warga di tanah air. Banyak juga teks eksposisi bertemakan perekonomian, inilah contohnya:

Bagian Tesis

Indonesia berhasil mempertahankan pencapaian kestabilan ekonominya disaat perekonomian di skala global sedang dilanda krisis. Peningkatan ini dapat dicapai karena adanya andil terbesar dari Pulau Jawa sebesar 57,5%.

Ekonomi Indonesia justru hanya meningkat sebesar 6,4% pada masa krisis perekonomian global ini. Namun pencapaian tersebut bisa dikatakan lebih baik jika dibandingkan saat tahun 2012 ketika peningkatan sekitar 6,3%.

Bagian Argumentasi

Meskipun begitu, perkembangan ekonomi di Indonesia dianggap sedang berada pada fenomena anomali. Hal ini didukung oleh pernyataan dari Salamuddin Daeng, selaku pengamat di Global Justice bahwa tingkat pertumbuhan perekonomian tidak dapat diimbangi dengan kesejahteraan warganya.

Selain itu, Salamuddin Daeng juga menyatakan penyebab utama kesejahteraan masyarakat tidak dapat meningkat meskipun pertumbuhan ekonomi menghasilkan pencapaian yang bagus adalah utang asing Indonesia yang semakin hari kian bertambah.

Bagian Penegasan Ulang

Pencapaian tingkat ekonomi Indonesia yang menunjukkan hasil bagus tetap tidak akan terlihat apabila kesejahteraan masyarakat masih dipertanyakan. Menurut Tony Prasentiantoro, pengeluaran pemerintah semakin besar bisa berpengaruh besar pada pendapatan nasional.

Selain itu, tingkat inflasi Indonesia masih berada di bawah 5% dikatakan masih bisa menolong pertumbuhan ekonomi meskipun pada akhirnya nanti akan tetap terjadi membengkaknya nilai subsidi yang sebenarnya tidak sehat.

Contoh Teks Eksposisi Tema Politik

Selain ekonomi, politik pun juga menjadi hal menarik bagi para penulis teks eksposisi untuk diberikan komentar atau kritik. Kebanyakan memuat tentang pertentangan yang berisikan ketidaksetujuan mengenai kebijakan tertentu. Inilah contohnya:

Bagian Tesis

Setiap wilayah di Indonesia yang akan mengadakan pemilihan umum calon kepala daerah harus dilaksanakan secara ketat, disiplin dan jujur. Semua rakyat berharap pelaksanaannya mulai dari kampanye sampai penghitungan suara bisa berlangsung secara tegas dan tidak memuat kecurangan.

Kriteria calon kepala daerah pun perlu diketahui dengan baik oleh warganya. Riwayat akan pelanggaran seperti korupsi harus tidak ada sama sekali sehingga apabila berhasil terpilih, nantinya bisa memimpin sesuai janji kampanyenya.

Bagian Argumentasi

Pemilihan calon kepala daerah harus dipilih sesuai hati nurani rakyat tanpa adanya unsur penyuapan atau biasa disebut dengan uang gelap. Hal ini perlu ditindak secara tegas agar yang terpilih nantinya bisa dijamin tidak akan melakukan tindakan kejahatan seperti korupsi.

Terdapat bukti yang menyatakan bahwa banyak parlemen daerah maupun pusat telah melakukan tindakan kecurangan seperti korupsi. Hal ini sudah dikemukakan oleh Jojo Rohi selaku wakil sekretarian badan pemantau pemilu.

Bagian Penegasan Ulang

Pemilihan calon kepala daerah harus diseleksi dengan cermat, tidak hanya menarik suara masyarakat namun juga memiliki kriteria yang pantas menjadi pemimpin daerah. Setiap partai harus mempunyai standar jelas dalam seleksi tersebut.

Jika calon kepala daerah terbukti pernah melakukan tindakan korupsi sebelumnya, maka jelas tidak akan dicalonkan oleh partainya. Standar baik lain yang bisa dipercaya masyarakat yaitu belum pernah poligami selama hidupnya. Intinya warga harus mengetahui kriteria pemimpinnya sebelum memilihnya.

Contoh Teks Eksposisi Tema Pendidikan

Kebijakan mengenai pendidikan di Indonesia juga sering dikritik oleh para warganya yang cukup kritis. Banyak komentar berdatangan mulai dari tenaga pendidik dan siswanya sendiri terkait berjalannya suatu sistem mulai dari persetujuan maupun penolakan. Inilah contoh salah satu teks eksposisinya:

Bagian Tesis

Pergantian kurikulum di Indonesia kini sangat dirasakan oleh semua komponen dalam pendidikan mulai dari tenaga pendidik, siswa, badan atau lembaga. Bahkan orang tua dari pelajar ikut merasakan perbedaan dari 2006 menjadi 2013.

Kurikulum 2006 yang sudah dijalankan sejak lama oleh banyak sekolah di Indonesia telah terbiasa dilaksanakan oleh tenaga pendidik dan siswa. Peralihan menuju K 2013 pasti akan menyebabkan adaptasi baru bagi pelaksana pendidikan ini.

Bagian Argumentasi

Kemendikbud menyatakan bahwa pelaksanaan K 2013 hanya diprioritaskan pada beberapa instansi pendidikan yang sudah bertaraf internasional ataupun telah terakreditasi A. Selain itu, daerah jangkauan disribusi buku juga menjadi syarat sekolah bisa melaksanakan kurikulum ini.

Musliar Kasim, selaku Menteri Pendidikan saat itu menyatakan bahwa pelaksanaan K 2013 lebih mengutamakan praktik daripada meghafal. Hal ini sangat berbeda dengan kurikulum 2006 yang bisa membebani siswa dan parahnya mengancam perkembangan kreatifitas pada murid.

Bagian Penegasan Ulang

Meskipun Kemendikbud sudah menyatakan bahwa pelaksanaan Kurikulum 2013 ini memiliki banyak manfaat daripada K 2006, masih banyak kelompok masyarakat yang tidak setuju karena peralihan sistem tersebut dianggap sangat tiba-tiba dan cenderung ada pemaksaan.

Baca Juga: Teks Anekdot

Meskipun pengajaran suatu mata pelajaran rencananya dikemas menjadi lebih sederhana namun nyatanya pemahaman pada siswa juga akan menurun sebab tidak diajarkan secara total dan dilaksanakan terpisah.

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai teks eksposisi: pengertian, struktur, ciri-ciri dan jenis teks eksposisi beserta cara membuatnya juga beberapa contoh dengan tema ekonomi, politik dan pendidikan yang bisa dijadikan acuan bagi Anda ketika membuatnya.

Tinggalkan Balasan