Harga Tiket Masuk Candi Prambanan

Harga Tiket Masuk Candi Prambanan – Jika Anda tertarik dengan wisata budaya dan sejarah, dan akan berkunjung ke Kota Jogja, jangan lupa masukkan Candi Prambanan ke dalam daftar destinasi wisatamu. Di obyek wisata prambanan ini, Anda akan menemukan keindahan arsitektur candi dari masa lampau yang sekaligus menunjukkan tingginya kebudayaan manusia pada saat itu.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang wisata Jogja dan tiket masuk Candi Prambanan sebelum mengunjunginya, Anda bisa simak informasi di bawah ini:

Lokasi Candi Prambanan

Candi Prambanan

Candi ini berada di Kabupaten Klaten, tepatnya di Kecamatan Prambanan, Sleman kurang lebih 17 km sebelah timur laut Kota Jogja. Dari kota Solo, jaraknya 50 km sebelah barat daya dan persis di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, yaitu 120 km sebelah selatan kota Semarang.

Uniknya, meski termasuk bagian Kabupaten Klaten, namun pintu masuk kompleks candi ini justru merupakan bagian dari desa Tlogo, Prambanan, yang merupakan bagian dari Solo.

Untuk menuju ke candi ini, sangat mudah dan ada beberapa alternatif transportasi yang bisa digunakan:

Rental Mobil

Untuk berkeliling kota Jogja, Anda bisa memanfaatkan jasa pelayanan mobil sewaan yang terdapat di kota Jogja dan sekitarnya. Anda bisa sekaligus mendapatkan paket Jogja Prambanan dari biro travel sehingga tidak perlu lagi mengatur jadwal wisata Anda. Atau jika hanya ingin menggunakan jasa mobil sewaan, tetap akan dilayani oleh biro travel setempat.

Jika menggunakan jasa rental mobil, supir mobil rental sudah paham rute-rutenya sehingga Anda tinggal duduk santai karena akan diantarkan langsung dan ditunggu hingga Anda selesai berkeliling Prambanan.

Selama dalam perjalanan, biasanya supir yang beberapa di antaranya merupakan tour guide akan memberikan sedikit informasi tentang Candi Prambanan kepada Anda. Mulai dari sejarah singkat candi megah ini hingga harga tiket Prambanan terupdate. Jika Anda ingin menyewanya juga sebagai tour guide, Anda bisa melakukan negosiasi harga di luar harga rental mobil.

Mobil Sewaan Online

Di kota Jogja kini telah tersedia jasa angkutan online seperti Gojek dan Grab. Anda bisa menggunakan jasa mobil online ini untuk berkeliling kota Jogja dan ke Candi Prambanan. Pertama, Anda harus memiliki aplikasi yang dimaksud untuk bisa memesan kendaraan. Kemudian Anda tinggal menunggu driver menjemput di lokasi yang Anda gunakan sebagai titik jemput.

Untuk mobil sewaan jenis ini hanya bisa mengantar dan tidak akan menunggu Anda selesai berwisata di candi. Sehingga Anda harus memesan lagi, jika Anda telah selesai berkeliling di tempat wisata Candi Prambanan.

Tiket Masuk Candi Prambanan

Tiket masuk Candi Prambanan tergolong terjangkau. Dan tiket Prambanan dibedakan berdasarkan usia:

  • Dewasa: Rp.50.000
  • Anak usia 3 tahun – 10 tahun: Rp.25.000

Harga tiket masuk Prambanan ini berlaku setiap hari, baik hari kerja maupun akhir pekan dan tidak ada perbedaan harga tiket Candi Prambanan untuk wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Selain sebagai kompleks ibadah umat Hindu, pelataran luar Candi Prambanan biasa digunakan untuk pertunjukan seni dengan tetap menjaga kesucian tempat ibadah. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan Candi Prambanan ke seluruh Nusantara dan dunia sehingga Indonesia tidak dikenal hanya memiliki Candi Borobudur yang megah. Namun juga memiliki Candi Prambanan yang indah.

Sejarah Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan

Tempat wisata Candi Prambanan memiliki sejarah yang menarik untuk Anda ketahui. Candi ini dihubungkan dengan kisah legenda Bandung Bandawasa dan Roro Jonggrang. Salah satu arca di candi ini diperkirakan terkait dengan Roro Jonggrang.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Wisata Keraton Jogja

Di mana dikisahkan Bandung Bandawasa melamar Roro Jonggrang yang diterima namun dengan satu syarat, pembuatan 1000 candi dalam satu malam. Untuk seorang Bandung Bandawasa yang dikenal sakti, syarat ini tidak sulit.

Namun upaya Bandung Bandawasa digagalkan oleh Roro Jonggrang sendiri ketika candi ke 999 selesai dibangun. Kecurangan ini kemudian dibalas oleh Bandung Bandawasa dengan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca yang kemudian diletakkan di candi ke 1000.

Dalam ilmu sejarah tentu jauh berbeda dengan kisah legenda di atas. Dari literatur Candi Prambanan dibangun oleh Rakai Pikatan seorang raja Mataram pada tahun 850. Disebutkan dalam berbagai sumber, candi ini dibangun untuk menandingi pembangunan Candi Borobudur yang berada tidak jauh dari Candi Prambanan, sekaligus sebagai penghormatan kepada Dewa Siwa yang menjadi dewa tertinggi agama Hindu.

Raja-raja Medang Mataram terus menyempurnakan bangunan kompleks ini dengan berbagai candi-candi kecil sebagai candi Perwara. Dan upacara keagamaan kerap diadakan di kompleks candi ini dengan ditandai berkunjungnya ratusan brahmana dan murid-muridnya yang berkumpul di pelataran candi. Mereka mempelajari kitab Weda dan melaksanakan ritual dan berbagai upacara Hindu. Pada masa ini, pusat kerajaan Mataram diduga berada di daerah Dataran Kewu yang subur yang tidak jauh dari Prambanan.

Pemindahan Pusat Pemerintahan

Namun ketika pusat pemerintahan Mataram kuno dipindahkan ke daerah Jawa Timur oleh Mpu Sindok pada tahun 930, candi ini kemudian ditelantarkan karena tidak pernah lagi dikunjungi. Kemungkinan pemindahan ibukota terjadi karena letusan gunung Merapi atau peperangan karena perebutan kekuasaan.

Meskipun sudah tidak dikunjungi sebagai tempat ritual ibadah, namun warga desa sekitar masih mengenali candi ini yang mengalami kerusakan parah ketika gempa di abad ke 16. Pada tahun 1755, reruntuhan candi dan sungai Opak menjadi pembatas dua wilayah yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Pemugaran mulai dilakukan pada tahun 1918 hingga 1930 namun tidak secara sistematis. Pada tahun 1942 pemugaran dengan restorasi mulai dilakukan oleh bangsa Indonesia hingga tahun 1993 yang menghasilkan pemugaran Candi Siwa yang menjadi candi utama di tahun 1953 dan diresmikan oleh presiden pertama Indonesia yaitu Presiden Sukarno.

Candi yang bisa direstorasi adalah yang masih memiliki 75% batu candi asal. Sisanya bisa menggunakan batu baru. Sehingga ada banyak candi kecil yang tidak bisa direstorasi karena sebagian besar batunya telah hilang atau dicuri. Bahkan ada yang menggunakan batu candi untuk membangun rumah. Sehingga candi-candi kecil ini hanya nampak fondasinya saja.

Pemugaran besar-besaran ini selain mengembalikan bentuk asli kompleks candi juga membantu Candi Prambanan kembali menjadi pusat ibadah untuk agama Hindu. Sehingga tiap tahunnya, candi ini kembali banyak dikunjungi oleh pemeluk agama Hindu dalam rangka upacara Galungan,  Tawur Kesanga, dan Nyepi.

Arsitektur Prambanan

Candi Prambanan memiliki bentuk yang indah dan khas sebagai candi Hindu dengan bentuk candi yang tinggi menjulang dan denah candi seperti pola mandala. Kompleks candi mengikuti kosmologi Hindu yang membagi model alam semesta menjadi beberapa lapisan ranah, alam atau loka. Baik agama Hindu maupun Budha sama-sama memiliki konsep kesucian dalam tiga zona:

Bhurloka (Budhisme: Kamadhatu)

Merupakan tingkatan terendah untuk makhluk fana seperti manusia, hewan juga makhluk-mahkluk halus seperti hantu dan iblis. Di zona ini hasrat, nafsu dan cara hidup dianggap tidak suci. Yang dimaksud zona ini adalah halaman terluar dan kaki candi.

Bwahloka (Budhisme: Rupadhatu)

Zona tengah di mana orang suci, pertapa, resi dan dewata rendahan berada. Di zona ini atau alam ini manusia mulai melihat dan mendapatkan cahaya kebenaran. Zona ini dilambangkan dengan halaman tengah kompleks candi dan tubuh candi.

Swahloka (Budhisme: Arupadhatu)

Menjadi zona atau ranah tertinggi dan tersuci yang ditempati oleh dewa Hapsara Hapsari yang disebut swargaloka. Halaman dalam dan atap candi dilambangkan sebagai ranah swahloka. Setiap atap candi di kompleks Prambanan memiliki ratna sebagai kemuncak mastaka. Pada candi Budha, ratna ini serupa dengan stupa.

Kompleks Candi Prambanan

Sebagai pusat ibadah agama Hindu, candi utama di kompleks ini adalah Candi Siwa sebagai candi terbesar. Ditambah dengan candi-candi lainnya, seperti:

  1. Candi Trimurti: Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Brahma
  2. Candi Patok: candi ini mengisi 4 sudut di halaman dalam atau zona inti kompleks.
  3. CandiApit: berada di antara candi-candi trimurti dan Candi Wahana yang ada di sisi utara dan selatan
  4. Candi Wahana: Candi Angsa, Candi Nandi dan Candi Garuda
  5. Candi kelir: berada di 4 penjuru arah mata angin setelah pintu masuk halaman dalam atau zona inti kompleks
  6. CandiPerwara: jumlahnya ada 224 buah candi yang tersusun dalam 4 barisan konsentris. Jumlah candi jika dihitung dari barisan terdalam hingga terluar adalah 44, 52, 60 dan 68.

Total candi keseluruhan yang harusnya ada di kompleks ini adalah 240 buah candi.  Namun, upaya pemugaran hanya mampu mengembalikan kondisi 18 candi yang terdiri dari 8 candi utama, kemudian 8 candi kecil di zona inti dan hanya 2 candi perwara yang mampu direstorasi berdasarkan sisa batuan yang ditemukan.

Dari 224 candi perwara, yang tersisa hanyalah batu-batu yang berserakan yang tidak dapat disusun ulang karena tidak lengkap atau sudah utuh.

Kompleks Candi Prambanan sendiri memiliki tiga zona yaitu: zona luar, zona tengah dengan ratusan candi dan zona dalam yang disucikan tempat 8 candi utama ditambah 8 kuil kecil. Berikut sedikit penjabaran tentang candi-candi ini:

Candi Siwa (Dewa Siwa – Sang Penghancur)

Merupakan candi terbesar dan lebih diutamakan dari dua candi trimurti lainnya yang ada di kompleks ini. Candi ini menjulang tinggi mencapai 47 meter dengan lebar 34 meter. Relief yang menghias candi adalah kisah Ramayana yang terukir indah mulai dari sisi timur dan berputar searah jarum jam mengelilingi candi. Kisahnya kemudian dilanjutkan di dinding candi berikutnya yaitu Candi Brahma.

Posisi candi terletak di tengah-tengah dan memiliki 5 ruangan dengan 4 ruangan sesuai arah mata angin dan satu ruangan yang berada di tengah. Arca Siwa Mahadewa sebagai penanda candi ini berada di ruangan timur dengan tinggi 3 meter. Sedangkan di ruang utara terdapat arca Durga istri Siwa yang disebut-sebut oleh penduduk setempat sebagai Rara Jonggrang.  Sesuai dengan legenda yang beredar.

Candi Brahma dan Candi Wisnu

Candi Brahma berada di sebelah selatan sedangkan Candi Wisnu berada di sisi utara dengan posisi candi menghadap timur. Di dalamnya hanya ada satu ruang tempat meletakkan arca masing-masing dewa dengan ukuran 3 meter. Kedua candi ini mempunyai tinggi 33 meter dengan lebar 20 meter.

Candi Wahana

Candi Wahana sebagai kendaraan para dewa berada tepat di depan masing-masing candi trimurti. Yaitu Candi Lembu untuk kendaraan Dewa Siwa, Candi Angsa untuk kendaraan Dewa Brahma dan Candi Garuda untuk kendaraan Dewa Wisnu.

Candi Apit, Kelir dan Patok

Ukuran Candi Apit hampir sama dengan Candi Perwara yaitu tinggi 14 meter dengan luas tapak 6 x 6 meter. Sedangkan Candi Patok dan Candi Kelir hanya berbentuk miniatur candi tanpa dilengkapi tangga dengan tinggi 2 meter. Kedua candi ini hanya sebagai spot foto wisatawan sekaligus melengkapi lansekap kompleks Candi Prambanan.

Candi Perwara

Dalam kompleks Candi Prambanan, terdapat Candi Perwara atau Candi Pengawal atau Candi Pelengkap totalnya berjumlah 224 buah dalam urutan 4 baris. Walaupun tidak semuanya mampu direstorasi.

Barisan candi ini terdiri dari baris terdalam 44 buah candi, disusul baris kedua 52 buah candi, kemudian baris ketiga diisi oleh 60 buah candi dan baris terluar sisanya berjumlah 68 buah candi. Tinggi masing-masing candi adalah 14 meter.

Museum Prambanan

Museum Prambanan

Di kompleks ini juga terdapat museum yang menyimpan barang-barang temuan purbakala yang bersejarah. Dengan arsitektur Jawa berupa rumah Joglo, keberadaan museum yang berada di sebelah sisi utara candi menjadi sumber informasi bagi wisatawan untuk lebih mengenal tentang Candi Prambanan.

Di sini juga terdapat koleksi batu-batu candi yang ditemukan selama dalam proses pemugaran.

Selain itu, di museum ini juga dipamerkan replika temuan Wonoboyo yaitu harta karun emas yang berupa mangkuk berukir Ramayana, tas, gayung, perhiasan emas hingga uang. Temuan Wonoboyo asli disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Tiket masuk museum ini sudah termasuk dalam tiket Prambanan sehingga Anda bisa gratis mengunjungi sekaligus menyaksikan pertunjukan audio visual mengenai Candi Prambanan di sini.

Candi di Sekitar Prambanan

Selain candi-candi yang telah disebutkan di atas, di lokasi yang tidak jauh dari kawasan Prambanan juga terdapat beberapa candi lainnya baik candi Hindu maupun candi Budha.

Hal ini menunjukkan kawasan Prambanan menjadi kawasan penting dalam bidang keagamaan, politik, ekonomi dan kebudayaan. Toleransi yang kuat terlihat dengan lokasi candi Hindu dan candi Budha yang saling berdampingan dalam jarak yang cukup dekat.

Dugaan lainnya adalah bahwa dataran Kewu atau disebut juga dataran Prambanan merupakan wilayah yang subur sehingga masyarakat banyak bermukim di sini. Dataran ini membentang di utara antara lereng selatan kaki Gunung Merapi dan di selatan di jajaran pegunungan kapur Sewu tepat di perbatasan Yogyakarta dan Klaten. Dataran ini juga dipercaya  sebagai pusat kerajaan Medang Mataram.

Candi-candi yang dimaksud adalah reruntuhan Candi Lumbung dan Candi Bubrah yang berada di utara Candi Prambanan. Berjalan ke utara lagi ada Candi Sewu, yang merupakan candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Ke arah timur ada Candi Plaosan. Sedangkan Candi Sari dan Candi Kalasan ada di sebelah barat Prambanan. Di sebelah selatan ada Candi Sojiwan, Situs Ratu Boko yang berada di perbukitan, Candi Banyunibo, Candi Ijo dan Candi Barong.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Wisata Goa Pindul

Candi Prambanan merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Asia Tenggara selain Angkor wat yang ada di Thailand. Kemegahan bangunan dan keindahan arsitekturnya membuat kompleks candi yang bernama asli Siwagrha atau Rumah Siwa masuk ke dalam salah satu situs Warisan Dunia UNESCO.

Tertarik untuk menikmati keindahan wisata Jogja yang satu ini, jangan lupa siapkan Tiket Masuk Candi Prambanan agar bisa melihat kemegahannya. Selamat menikmati liburan dan jangan lupa untuk tetap selalu menjaga kearifan lokal dimapun anda berlibur.

Tinggalkan komentar