Topologi Jaringan: Pengertian, Jenis dan Macam-Macamnya

Topologi jaringan merupakan konsep yang dilakukan untuk menghubungkan beberapa komputer agar bisa saling terkoneksi satu sama lain. Penggunaannya dapat disusun berdasarkan skala jaringan, tujuan, biaya dan pengguna. Untuk lebih jelasnya, cek penjelasan lengkap di bawah ini.

Pengertian Topologi Jaringan Secara Umum

Pengertian topologi jaringan adalah suatu cara atau konsep yang akan digunakan guna menghubungkan dua komputer atau lebih. Cara kerjanya bisa dilakukan berdasarkan hubungan geometri dari komponen dasar penyusunnya seperti link, kode dan juga danstation.

Pendapat lain menyampaikan bahwa topologi jaringan merupakan suatu bentuk struktur jaringan yang telah dibangun atau diinstal sesuai kebutuhan. Tujuannya sendiri adalah untuk saling menghubungkan beberapa komputer secara bersamaan menggunakan media berkabel maupun tanpa kabel.

Perlu diketahui bahwa topologi pertama kali yang digunakan adalah jenis topologi bus. Masing-masing tipenya memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan dari beberapa orang sebelum memilih menggunakannya.

Pengertian Topologi Jaringan Menurut Para Ahli

Pengertian Topologi Jaringan Menurut Para Ahli

Selain pengertian topologi jaringan secara umum, beberapa ahli sudah menyampaikan pendapatnya masing-masing mengenai definisi dari istilah tersebut. Meskipun mengarah pada hal yang sama, namun Anda perlu mengetahuinya untuk lebih memahami dunia telekomunikasi berikut ini.

Topologi Jaringan Menurut Zymon Machajewski

Pendapat pertama disampaikan oleh seorang ahli bernama Zymon Machajewski. Ia menyampaikan bahwa topologi jaringan merupakan seperangkat komputer yang saling berhubungan antara satu sama lain dengan tujuan tertentu. Yakni untuk berbagi sumber daya bersama seperti printer dan internet.

Baca Juga: Pengertian Fiber Optik

Hubungan dari satu komputer dengan lainnya dan terjadi secara bersamaan inilah yang menjadi maksud dari topologi jaringan. Zymon Machajewski berpendapat bahwa hal tersebut memang memiliki tujuan tertentu untuk saling berbagi sumber daya sehinga bisa melakukan penghematan bersama.

Topologi Jaringan Menurut Jafar Noor Yudianto

Pendapat mengenai definisi topologi jaringan juga disampaikan oleh Jafar Noor Yudianto. Menurutnya istilah ini mengarah kepada satu sistem yang berlaku dalam beberapa komputer dan sengaja dirancang dengan tujuan saling berbagi sumber daya secara bersamaan.

Selain berbagi sumber daya, Jafar Noor Yudianto juga menyampaikan bahwa topologi jaringan komputer dirancang untuk bisa berkomunikasi bersama seperti email serta melakukan akses informasi lewat sebuah peramban.

Topologi Jaringan Menurut Umi Proboyekti

Sementara Umi Proboyekti menyampaikan pendapatnya mengenai definisi topologi jaringan. Ini merupakan kondisi dimana beberapa komputer saling terpisah namun bisa terhubung satu sama lain guna melaksanakan tugasnya untuk beragam tujuan.

Beberapa komputer yang saling terhubung tersebut seharusnya dapat memberikan informasi satu dengan lainnya. Hubungan antar perangkat bisa digunakan melalui koneksi berupa serat optik, gelombang mikro, kawat tembaga maupun satelit.

Topologi Jaringan Menurut Abdul Kadil

Pendapat selanjutnya disampaikan oleh Abdul Kadil. Menurutnya topologi jaringan adalah hubungan yang terjadi antara beberapa simpul. Biasanya berupa komputer dengan tujuan utama yaitu untuk melakukan aktivitas bersama seperti saling tukar data.

Tukar data yang dimaksud memang bisa dilakukan oleh beberapa komputer walaupun tidak saling berdekatan. Selain itu, juga dapat difungsikan untuk membagikan berbagai informasi serta mengontrol melalui banyak fitur di dalamnya.

Topologi Jaringan Menurut Izaas El Said

Semetara menurut Izaas El Said, topologi jaringan adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komputer atau perangkat lainnya dan saling terhubung. Koneksi tersebut dimaksud untuk melakukan kerjasama dalam bertukar dan berbagi sumber daya maupun informasi.

Pada umumnya, topologi jaringan memang digunakan untuk saling menghubungkan beberapa komputer atau perangkat lainnya seperti laptop. Berbagi sumber daya dapat dilakukan demi melakukan penghematan sehingga tidak akan dihabiskan oleh satu PC saja.

Topologi Jaringan Menurut Budhi Irawan

Hampir serupa seperti pendapat Izaas El Said, Budhi Irawan juga menyampaikan pengertian dari topologi jaringan. Menurutnya istilah tersebut merupakan sebuah sistem yang terdiri atas beberapa komputer atau PC melalui perangkat jaringan lainnya.

Berbagai jaringan yang saling dihubungkan tersebut akan saling bekerjasama untuk meraih tujuan bersama seperti berbagi sumber daya dan informasi. Dengan begitu, pengguna setiap komputer atau laptop dapat terhubung meskipun tidak dalam area berdekatan.

Topologi Jaringan Menurut Kristanto

Pendapat tentang pengertian topologi jaringan yang terakhir disampaikan oleh Kristanto. Menurutnya istilah tersebut merupakan suatu kondisi dimana kumpulan komputer otonom saling terhubung melalui seperangkat protokol komunikasi yang bisa membuat semua jaringan tersebut terkoneksi.

Setelah berhasil terkoneksi, maka beberapa keperluan seperti berbagi program, informasi, perangkat keras, perangkat lunak dan sumber daya bisa dengan mudah dilakukan. Maka dari itu, banyak perusahaan yang menerapkan topologi jaringan dalam rangka mengefektifkan suatu pekerjaan.

Faktor-Faktor Topologi Jaringan

Faktor-Faktor Topologi Jaringan

Dalam pemilihan macam-macam topologi jaringan, perlu diperhatikan beberapa faktor sebagai bahan pertimbangan. Selain mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis, Anda perlu memperhatikan poin-poin di bawah ini sebelum menentukannya.

Biaya

Demi menghasilkan pekerjaan yang efektif dan efisien, tentunya biaya menjadi faktor utama dalam mempertimbangkan berbagai hal. Tidak terkecuali untuk memilih topologi jaringan. Dalam setiap jenisnya tentu akan membutuhkan estimasi anggaran berbeda-beda selama perancangan.

Estimasi biaya ini dibutuhkan untuk merancang segala peralatan di dalam sebuah topologi jaringan. Tentu banyaknya anggaran pun akan berbeda-beda jika disesuaikan dengan keperluan setiap jenisnya. Maka dari itu, sebuah kantor, perusahaan maupun sekolah harus memperhatikan hal ini.

Lingkungan

Selain biaya, faktor lingkungan juga cukup penting untuk diperhatikan sebelum menentukan jenis topologi jaringan. Hal ini akan mencakup beberapa kebutuhan seperti keperluan listrik, backup sistem dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semakin banyak perangkat yang akan dihubungkan tentunya juga membuat kebutuhan daya listrik kian tinggi. Hal ini tidak begitu masalah jika diterapkan oleh perusahaan besar. Namun bisa menjadi beban apabila diaplikasikan pada kantor kecil, sekolah atau bahkan unit usaha lainnya.

Kecepatan

Masing-masing jenis dari topologi jaringan memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Hal ini merupakan salah satu kelebihan ataupun kekurangan dari setiap tipenya. Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan faktor tersebut sebelum merancangnya ke beberapa komputer.

Baca Juga: Pengertian Animasi Komputer

Akan tetapi, kecepatan yang tinggi pada umumnya juga membutuhkan seperangkat jaringan cukup kompleks. Tidak heran jika memerlukan biaya relatif tinggi juga. Anda perlu menyesuaikan kecepatan dengan kebutuhan sehingga benar-benar efektif selama penggunaan.

Skalabilitas

Faktor selanjutnya yaitu skalabilitas. Anda perlu memperhatikan berapa jumlah komputer atau perangkat yang dibutuhkan sehingga mencukupi dengan banyaknya pengguna di dalam suatu organisasi. Hal ini juga menyangkut tentang masalah biaya serta sumber daya listrik.

Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan secara betul berapa jumlah perangkat yang sebenarnya dibutuhkan. Usahakan jangan sampai ada komputer yang berlebihan atau bahkan kekurangan sehingga usaha menjadi kurang efektif. Hal ini bisa mengurangi efektifitas dari pekerjaan.

Konektivitas

Faktor terakhir ini membahas bagaimana orang-orang di dalam suatu organisasi dapat mengakses topologi jarinan. Jadi mereka tidak hanya bisa menggunakan komputer atau laptop saja melainkan beberapa perangkat lainnya seperti notebook.

Pada umumnya, dalam satu organisasi, pekerjaan akan terbagi menjadi beberapa divisi lagi. Jika topologi jaringan diterapkan oleh perusahaan besar, maka bagaimana cara pekerja untuk bisa terkoneksi dan mengakses layanan website serta database.

Macam-Macam Topologi Jaringan

Macam-Macam Topologi Jaringan

Setelah mengetahui beberapa faktor dalam menentukan topologi jaringan, selanjutnya Anda bisa memahami apa saja karakteristik dari masing-masing jenisnya. Untuk lebih jelasnya, pahami penjelasan berikut:

Topologi Jaringan Ring atau Cincin

Topologi Ring adalah topologi yang berguna menghubungkan antara komputer dengan PC lainnya tanpa harus menggunakan HUB atau switch. Saat proses instalasi, Anda hanya memanfaatkan LAN Card. Perangkat ini sudah tersedia di dalam laptop atau perangkat masing-masing secara otomatis.

Beberapa ciri-cirinya yaitu node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel yang berbentuk jaringan menyerupai lingkaran sehingga dinamai ring atau cincin. Masalah pada umumnya yaitu jika node rusak, maka node lain juga mengalami gangguan bahkan tidak bisa digunakan.

Topologi Jaringan Bus

Topologi bus adalah topologi yang memakai kabel tunggal sebagai media transmisi ataupun kabel pusat dimana merupakan tempat server dan client dihubungkan. Dengan begitu, berbagai komputer dan perangkat lainnya bisa secara mudah dihubungkan satu sama lain.

Beberapa ciri-cirinya yaitu topologi ini dikatakan paling sederhana untuk diinstall serta cukup terjangkau dalam hal biaya. Selain itu, tidak dibutuhkan hub namun menggunakan t-connector pada setiap ethernet card. Masalah pada umumnya yaitu  jika node rusak, maka seluruh sistem akan down.

Topologi Jaringan Star atau Bintang

Topologi Star atau biasa disebut dengan bintang merupakan jenis topologi yang menggunakan hub atau switch guna menghubungkan setiap node client. Tipe ini paling sering digunakan pada sistem instalasi karena tidak membutuhkan tingkat kerumitan tinggi jika dibandingkan dengan lainnya.

Beberapa cirinya adalah setiap node terhubung langsung melalui HUB atau konsentrator. Selain itu, paling mudah dikembangkan sehingga banyak digunakan. Jika salah satu node rusak, maka keseluruhan jaringan bisa mengalami down sehingga perangkat tidak dapat saling terhubung.

Topologi Jaringan Mesh

Topologi ini menerapkan hubungan antar sentral melalui sistem secara penuh. Jumlah saluran yang disediakan untuk membentuknya harus dikurangi 1 sehingga memiliki rumus banyaknya sentral = n-1. Jenis ini dinilai kurang ekonomis karena membutuhkan biaya cukup mahal di saat pengoperasian.

Beberapa cirinya yaitu topologi ini mempunyai hubungan berlebihan di antara peralatan-peralatan di dalamnya. Jika jumlah perangkat yang terhubung banyak, maka sistem di dalamnya juga akan susah untuk dikendalikan. Memiliki redundancy tinggi sehingga apabila satu link rusak tidak mengganggu.

Topologi Jaringan Tree

Jenis selanjutnya adalah topologi Tree. Tipe ini merupakan kombinasi dari topologi Star dan dihubungkan dengan topologi Bus. Biasanya di dalam sistem akan terdiri dari beberapa tingkatan jaringan dimana yang memiliki tingkat lebih tinggi akan mengambil kontrol untuk tingkatan di bawah.

Ketiga ciri dari topologi Tree adalah dihubungkan lewat sub node di dalam satu node sentral. Didukung oleh baseband ataupun broadband signalling. Salah satu kekurangannya yakni proses instalasi terbilang cukup rumit sehingga dibutuhkan tenaga khusus untuk merancangnya.

Topologi Jaringan Linier atau Runtut

Topologi Linier atau runtut biasa juga dikenal dengan topologi bus beruntut dengan tata letak paling umum, yakni sejajar bersama perangkat lainnya. Satu kabel utama akan menghubungkan setiap titik koneksi komputer yang sudah terhubung melalui salah satu jenis konektor yaitu t-connector.

Pemasangan dari topologi linier haruslah beruntut namun terbilang sangat sederhana dan murah. Selain itu, sistem ini hanya bisa menghubungkan 5 sampai 7 komputer saja. Salah satu konektor yang biasa digunakan yaitu kabel BNC untuk menghubungkan t-connector dengan kabel.

Topologi Jaringan Hybrid

Topologi Hybrid merupakan gabungan dari dua atau lebih jenis topologi yang cukup berbeda. Jika hal ini digabungkan bersama, maka setiap karakteristiknya tidak akan hilang sehingga masing-masing ciri tersebut akan tampak digunakan secara bersamaan.

Dengan kombinasi dari beberapa topologi yang berbeda, membuat jenis Hybrid ini memang membutuhkan biaya mahal jika dibandingkan dengan lainnya. Akan tetapi, banyaknya karakteristik tersebut membuat penggunaannya cukup fleksibel bagi semua pengaplikasian.

Topologi Jaringan Broadcast

Jenis selanjutnya yakni topologi Broadcast. Jenis ini merupakan tipe yang pertama dari seluruh jenis topologi logic komputer. Sederhananya, cara kerjanya adalah satu host bisa mengirimkan data untuk seluruh perangkat lainnya melalui suatu media jaringan

Jika satu data sudah dikirimkan oleh beberapa host di dalam satu sistem, maka akan secara otomatis diteruskan kepada seluruh perangkat lainnya. Apabila Anda perhatikan, cara kerja ini memang hampir mirip seperti broadcast pada aplikasi chatting biasanya.

Topologi Jaringan Hirarki

Berikutnya adalah topologi Hirarki. Jenis ini memiliki bentuk menyerupai pohon bercabang dari komputer host yang telah dihubungkan ke switch melalui simpul atau node lainnya secara bertahap. Perangkat dengan tingkat lebih tinggi bisa berfungsi sebagai pegnontrol kerja pada bagian di bawah.

Topologi hirarki pada umumnya diterapkan oleh perusahaan atau kantor besar yang sudah memiliki banyak divisi maupun cabang. Jadi ketika salah satu host pusat akan mengirimkan data dan informasi kepada perangkat lainnya, maka secara otomatis dapat didistribusikan secara merata.

Topologi Jaringan Peer to Peer

Perlu diketahui, dari banyaknya jenis sebelumnya, topologi peer to peer merupakan yang paling sederhana karena hanya menggunakan 2 perangkat untuk bisa saling terhubung. Pada umumnya, hanya memanfaatkan sambungan berupa kabel sebagai penghubung guna proses menukar data.

Karena perangkat yang dibutuhkan hanya 2 buah saja, maka membuat biaya instalasi terbilang sangat murah. Proses perancangannya pun juga relatif paling mudah jika dibandingkan dengan lainnya. Dengan banyaknya peralatan dan bisa menghubungkan komputer dalam jumlah banyak.

Topologi Jaringan Token Passing

Sesuai namanya, jenis ini akan menggunakan media token untuk menghubungkan banyak perangkat di dalam satu sistem. Nantinya host hanya bisa mengirimkan data jika sudah memilikinya. Kelebihannya yaitu tidak akan terjadi tabrakan seperti sambungan fisik pada umumnya.

Dengan menggunakan media token, topologi token passing ini juga bisa digunakan untuk banyak perangkat sekaligus. Selain itu, tipe sambungan tersebut memiliki keuntungan tersendiri bagi penggunanya. Yaitu tidak akan menjumpai adanya tabrakan data sehingga proses dapat lebih cepat.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Ring

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Ring

Selain ciri-cirinya, kelebihan dan kekurangan dari setiap jenis topologi juga menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum memilihnya. Topologi ring sendiri memiliki sebuah repeater yang berfungsi untuk memperkuat transfer sinyal sirkulasi di dalam sistem. Berikut ulasannya:

Sistem Instalasi Mudah

Kelebihan pertama yang bisa dirasakan oleh seluruh teknisi jika sedang menginstall topologi ring adalah sistem instalasi terbilang mudah. Perancangannya pun tidak terlalu sulit sehingga memudahkan mereka saat memasang dengan waktu relatif singkat.

Menariknya lagi, selain proses instalasinya cukup mudah, pengguna yang akan memakainya pun juga tidak akan dibingungkan selama pemakaian karena implementasinya diakui relatif gampang. Jadi Anda bisa memilih jenis topologi ring ini karena memang sederhana.

Estimasi Biaya Cukup Terjangkau

Pada dasarnya, topologi yang tidak membutuhkan proses instalasi cukup rumit, bisa dikatakan hanya membutuhkan biaya terjangkau. Baik selama perancangan hingga pemakaian ke depannya. Selain itu, jumlah kabel pun juga sedikit sehingga memerlukan anggaran relatif ekonomis.

Maka dari itu, jenis topologi ring ini banyak dipilih oleh perusahaan yang masih dalam tahap perkembangan karena memiliki sistem instalasi cukup mudah serta estimasi biaya lebih terjangkau. Jika Anda tertarik pun bisa memilih tipe tersebut.

Performa dan Kinerja Baik

Performa dan kinerja ini biasanya akan membahas tentang koneksinya. Meskipun jenis topologi ring  menggunakan sistem aliran data yang termasuk berat di kelasnya, namun kecepatan dalam transfer data terbilang cukup stabil dan jarang menjumpai adanya tabrakan file saat pengiriman.

Proses instalasi terbilang cukup mudah untuk dilakukan. Jadi selain terkenal dengan topologi hemat kabel, jenis ring ini juga mempunyai performa yang baik sehingga akan selalu mendukung selama penggunaan. Selain itu, perancangan ulang juga dapat dilakukan tanpa ribet.

Pelacakan Mudah Dilakukan

Jika terjadi suatu kesalahan atau gangguan di dalam jaringan, maka penggunanya langsung bisa melakukan pelacakan secara langsung. Akan tetapi, tidak semua jenis topologi dapat dengan mudah mendukung adanya hal ini. Namun berbeda untuk tipe ring kali ini.

Untuk melakukan pengisolasian atau pelacakan, dapat dilakukan menggunakan cara paling mudah. Terlebih jika sedang terjadi kesalahan di dalam jaringan, maka konfigurasi dapat dikerjakan secara langsung tanpa harus membutuhkan waktu lama.

Kesalahan Terjadi pada Satu Node

Kekurangan pertama dari topologi ring adalah jika mengalami kerusakan pada satu node saja, maka hal ini bisa berdampak gangguan pada seluruh sistem. Tentunya masalah ini dapat menghambat seluruh pekerjaan yang sedang dilakukan.

Maka dari itu, beberapa perusahaan yang menerapkan jenis topologi ini akan menggunakan cincin ganda sebagai langkah antisipasi terjadinya kesalahan. Dengan begitu, gangguan di satu node dapat dihindarkan sehingga tidak akan menghambat jalannya pekerjaan pada satu waktu.

Proses Mempunyai Kesan yang Tidak Fleksibel

Kekurangan berikutnya yaitu proses pengoperasian bisa terbilang kaku dan tidak fleksibel. Hal ini bisa berdampak di saat pengguna ingin melakukan pengembangan sistem. Meski cukup sederhana pada waktu instalasi namun jenis topologi ring memerlukan banyak perubahan ketika diubah.

Maksudnya, jika pengguna ingin mengembangkan sistem dari topologi ring ini, mereka akan diribetkan dengan beberapa keperluan seperti pengubahan, pemindahan dan juga penambahan perangkat. Hal ini berpengaruh kepada seluruh jaringan di dalamnya.

Proses Transfer Data Tergantung dengan Banyaknya Titik

Untuk kecepatan proses transfer data yang dilakukan akan bergantung dengan banyaknya titik. Jadi jika jumlah perangkat semakin banyak, maka pengiriman file atau informasi juga kian memakan waktu. Hal ini menjadi kelemahan bagi topologi ring meskipun memiliki performa cukup baik.

Apabila dibandingkan dengan jenis topologi star, topologi ring sendiri memang mempunyai konfigurasi yang memerlukan penanganan dan pengelolaan secara khusus. Maka dari itu, hal ini juga berpengaruh kepada kecepatan proses transfer data jika sistem menghubungkan banyak perangkat.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bus

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bus

Jenis selanjutnya yang juga menjadi topologi paling sering digunakan adalah topologi bus. Sesuai seperti namanya, penggunaan rancangan desain memang terdiri dari rangkaian dan menyerupai sebuah ruangan di dalam bus. Untuk lebih jelasnya, berikut ialah kelebihan dan kekurangannya:

Sederhana dan Mudah

Dengan tampilan desain yang tergolong sederhana, maka wajar jika proses instalasinya memang cukup mudah untuk dilakukan. Bahkan untuk orang awam pun bisa menggunakan jenis topologi ini karena gampang saat dioperasikan dan dipasang dari awal.

Tidak heran jika banyak orang yang akan menjatuhkan pilihannya kepada jenis topologi bus tersebut. Mulai dari proses pemasangan atau instalasi pun tidak membutuhkan tingkat kerumitan cukup tinggi sehingga peralatan yang dibutuhkan juga seadanya.

Mempunyai Desain Unik

Sudah disinggung pada penjelasan sebelumnya bahwa jenis topologi ini dinamakan berdasarkan tampilan desainnya, yakni menyerupai bus. Susunan perangkat seperti ini memang tidak dijumpai pada tipe topologi lainnya.

Wajar saja jika desain yang dimiliki oleh topologi bus ini terbilang unik karena tidak ada jenis lain yang menyamainya. Selain itu, bagian layout juga tergolong sederhana sehingga menjadi kelebihan tersendiri bagi tipe topologi tersebut.

Biaya Instalasi Tidak Mahal

Sudah menjadi hal yang umum jika topologi jaringan dengan sistem sederhana akan membutuhkan biaya instalasi cukup terjangkau. Jika dibandingkan dari jenis lainnya, maka topologi bus ini memang memerlukan anggaran ekonomis mulai dari pemasangan hingga selama pemakaian.

Baca Juga: Pengertian Modem

Biaya instalasi yang tidak mahal tersebut dikarenakan jenis topologi bus memang membutuhkan konektor bukan kabel. Selain itu, komponen selama pemasangan juga dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Maka dari itu, topologi ini dapat digunakan tanpa harus memerlukan anggaran cukup tinggi.

Mudah Dikembangkan

Berbeda dengan jenis topologi ring yang memerlukan banyak persiapan saat dikembangkan, topologi bus ini terbilang cukup mudah saat proses pengembangan. Jadi Anda tidak perlu harus melakukan pemindahan, penambahan atau bahkan pengubahan sistem jaringan di dalam sistem.

Topologi bus tidak akan menganggu kerja jaringan lainnya meskipun sedang dilakukan pengembangan dan tengah saling terhubung satu sama lain. Oleh sebab itu, bagi perusahaan yang seringkali membutuhkan perubahan untuk sistem IT, maka topologi bus adalah pilihan terbaik.

Tidak Berpengaruh Terhadap Perangkat Lain

Kelebihan berikutnya yang bisa dirasakan selama penggunaan topologi bus adalah tidak akan berpengaruh terhadap perangkat lain. Hal ini biasanya malah menjadi kelemahan bagi jenis topologi jaringan lain sebab dapat mengganggu sistem kerja di dalamnya jika satu host mengalami gangguan.

Namun gangguan tersebut tidak akan dialami oleh topologi bus. Walaupun seringkali mengalami banyak kerusakan pada perangkat setiap klien, namun masalah ini tetap membuat kerja sistem dalam kondisi stabil.

Tidak Memerlukan Harware

Salah satu alasan mengapa proses instalasi dari topologi bus bisa dirancang membutuhkan biaya ekonomis adalah tidak akan memerlukan hardware selama tahap pemasangan. Hal ini kurang begitu dijumpai jika dibandingkan dengan jenis topologi lainnya.

Untuk jenis topologi bus sendiri tidak akan memerlukan hardware seperti HUB, konektor atau switch. Padahal ketiganya menjadi komponen utama untuk saling menghubungkan beberapa komputer bagi topologi lainnya.

Sukar Mendeteksi Kesalahan

Kelemahan pertama yang bisa dijumpai dari penggunaan topologi bus adalah sukarnya mendeteksi kesalahan ketika sedang terjadi gangguan. Selain itu, apabila suatu masalah tengah mengganggu, maka harus membutuhkan seorang ahli untuk mengatasinya.

Jika suatu gangguan sedang terjadi di dalam sistem jaringan, maka harus diketahui dahulu apa sebenarnya sumber dari kesalahan tersebut. Apabila hal ini sudah berhasil dideteksi, solusi untuk menanganinya bisa lebih mudah dilakukan.

Mempunyai Pengiriman Data yang Padat

Pada umumnya, kecepatan transfer data akan dipengaruhi dengan banyaknya perangkat yang ada di dalam suatu jaringan. Begitu pun bagi jenis topologi bus ini, pengiriman file atau informasi bisa saja memburuk apabila komputer yang terhubung sudah sangat banyak.

Apabila hal tersebut terjadi, maka bisa dikatakan jika performa dari topologi bus sendiri kurang maksimal. Bahkan apabila host pusat mengalami error atau gangguan, dapat berdampak kepada seluruh jaringan di dalamnya dan menyebabkan down sementara.

Kecepatan Akses akan Berpengaruh Terhadap Perangkat Lainnya

Untuk kecepatan dari topologi bus ini akan berpengaruh terhadap perangkat lainnya jika salah satu komputer atau laptop membutuhkan akses data tinggi pada suatu pemakaian. Terlebih lagi apabila seluruh pengguna memerlukan untuk mengakses dalam waktu singkat, maka dibutuhkan repeater.

Adanya repeater ini nyatanya harus membutuhkan banyak uang lagi. Meskipun instalasi tidak membutuhkan banyak biaya dan tergolong cukup mudah, namun penggunaan dari topologi jenis bus ini dinilai kurang memiliki performa cukup baik jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Macam-macam topologi jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya menjadi bahan pertimbangan bagi banyak orang sebelum memilih. Jenis star memang sering dipilih bukan tanpa alasan. Terdapat banyak keunggulan yang dimiliki oleh topologi tersebut sehingga digunakan untuk berbagai kepentingan:

Dinamis

Maksud dari dinamis adalah topologi star ini dapat dikembangkan serta diperluas sesuai dengan kebutuhan masing-masing penggunanya. contohnya adalah saat Anda membutuhkan penambahan jaringan baru, maka pengembangan akan mudah untuk dilakukan.

Topologi star sendiri dapat digabungkan dan dikombinasikan dengan beberapa jaringan baru sehingga membentuk sistem lebih luas. Para teknisi tidak perlu direpotkan harus melakukan banyak perubahan dalam melakukan pengembangan tersebut.

Gampang saat Diimplementasikan

Salah satu alasan mengapa banyak sekali perusahaan akan menjatuhkan pilihan kepada jenis topologi star adalah cukup mudah selama pemakaian. Selain itu, pengguna yang masih baru bisa dengan mudah mempelajarinya terlebih dahulu tanpa harus mempersiapkan berbagai hal ribet.

Topologi star memang cenderung lebih sederhana karena dapat diimplementasikan menggunakan beragam perangkat keras seperti bridge, switch dan juga hub. Banyaknya hardware yang dapat diaplikasikan membuat jenis topologi ini bisa dikatakan cukup fleksibel.

Dapat Digunakan untuk Banyak User

Kelebihan berikutnya adalah kemampuan dari topologi star bisa diaplikasikan guna menghubungkan banyak pengguna sekalipun. Jika pada jenis lainnya seperti ring atau bus hanya dapat digunakan untuk perangkat dalam jumlah terbatas.

Namun berbeda jauh dari topologi star, jaringan ini dapat diaplikasikan untuk pengguna dengan jumlah tidak terbatas meski harus disesuaikan berdasarkan kemampuan dari server komputer. Maka dari itu, perusahaan besar akan memilih jenis ini sebab bisa menghubungkan banyak perangkat.

Mudah dalam Proses Maintenance

Selain kelebihan sebelumnya, proses maintenance yang akan dilakukan kepada topologi star juga relatif mudah. Hal ini disebabkan karena jika terjadi kerusakan pada salah satu kabel, maka pendeteksian akan gampang dilakukan dan tidak membutuhkan waktu lama.

Setiap pengguna akan memiliki kabelnya masing-masing sehingga mudah sekali untuk dilakukan pendeteksian. Hal paling penting adalah jika perawatan sudah dilakukan, maka berbagai macam gangguan juga bisa dihindarkan sehingga topologi star dapat bertahan lama selama pemakaian.

Satu Kesalahan Tidak akan Berpengaruh kepada Perangkat Lain

Hal ini pada umumnya menjadi salah satu kelemahan dari jenis topologi lainnya. Namun berbeda dengan topologi star. Jika terjadi satu kesalahan baik pada perangkat server maupun klien, tidak akan menyebabkan down pada seluruh jaringan dan masih bisa digunakan.

Perangkat yang tidak mengalami gangguan pun akan tetap stabil dapat digunakan untuk proses transfer data atau sumber daya lainnya. Hal ini menjadi faktor terpenting bagi Anda dalam memilih jenis topologi sebelum memilihnya.

Tingkat Keamanan Jaringan Cukup Baik

Selain kecepatan, faktor keamanan juga cukup penting sebagai bahan pertimbangan. Topologi star ini terbilang menjadi jaringan paling aman jika dibandingkan dengan yang lainnya. Salah satu buktinya ialah komputer server hanya bisa diakses orang orang-orang memiliki izin akses untuk masuk.

Dengan menerapkan topologi star, keamanan bisa tersentralisasi pada komputer server. Sedangkan perangkat klien atau pengguna biasa tidak akan bisa meretas dari host pusat walaupun sudah memiliki akses untuk terhubung karena sistem security-nya telah didesain cukup baik.

Transfer Data Padat Bisa Mengganggu Sistem

Sudah menjadi hal yang wajar apabila proses pengiriman data dilakukan terlalu padat, maka bisa mempengaruhi perangkat lainnya. Tentunya gangguan ini akan menjalar kepada komputer atau PC lainnya sehingga menyebabkan sistem down dan menghambat pekerjaan.

Terlebih bahwa topologi star memang dirancang untuk pengguna dalam jumlah tidak terbatas. Tentunya para user bisa mengakses dan saling terhubung secara bersamaan sehingga pengiriman data di waktu yang sama akan dialami serta berakhir membuat sistem menjadi down.

Estimasi Biaya Cukup Tinggi

Poin terakhir ini menjadi pertimbangan paling utama sebelum menggunakan topologi jaringan star. Meskipun proses instalasinya terbilang sederhana dan cukup mudah, namun jenis ini bukanlah tipe yang ekonomis bagi sebagian orang. Salah satu alasannya yakni karena memerlukan banyak kabel

Selain itu, juga harus disiapkan beberapa perangkat lainnya terutama hardware seperti bridge, switch dan hub. Jika ketiganya dibeli, maka akan menambah banyaknya pengeluaran yang ada. Belum lagi jika Anda harus membangun jaringan untuk pengguna dengan jumlah cukup banyak.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh

Jenis topologi ini biasa dikenal dengan sebutan jala. Sistemnya membutuhkan jaringan disebut dedicated link karena membuat seluruh perangkat terhubung satu sama lain. Selain itu, didesain secara sengaja digunakan dalam skala tidak terlalu besar. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya:

Bisa Mendeteksi Kesalahan

Tidak semua jenis topologi jaringan memilki kemampuan dalam mendeteksi gangguan yang sedang terjadi. Maka dari itu, jika hal ini dapat dilakukan maka bisa menjadi salah satu kelebihannya. Begitu pun bagi topologi mesh.

Jika Anda sedang menjumpai adanya gangguan atau kesalahan yang ada di dalam jaringan maka pendeteksian bisa dilakukan secara tepat dan dalam waktu singkat. Setelah diketahui apa sebenarnya letak masalah tersebut, maka dapat segera ditemukan solusi untuk mengatasinya.

Dapat Dikembangkan Sesuai Kebutuhan

Tidak semua jenis topologi bisa dikembangkan dengan cukup mudah. Beberapa di antaranya membutuhkan penambahan dan pengubahan jaringan terlebih dahulu sebelum pengembangan dapat dilakukan. Hal ini secara langsung akan menambahkan biaya pengeluaran selama pemakaian.

Namun hal tersebut tidak akan Anda alami jika menggunakan topologi mesh. Jenis ini bisa dilakukan untuk penyaringan data sehingga pengguna dapat meningkatkan performa sesuai kebutuhan. Selain itu, pengembangan juga dilakukan secara aman karena keamanan dari sistem ini sudah terjamin.

Gangguan Tidak Akan Berpengaruh pada Perangkat Lain

Salah satu kelemahan paling utama yang biasanya menjadi bahan pertimbangan bagi topologi jaringan adalah jika mengalami satu kesalahan, maka bisa berpengaruh kepada perangkat lain. Parahnya lagi gangguan tersebut dapat menyebabkan seluruh sistem menjadi down.

Baca Juga: Pengertian Website

Namun permasalahan ini tidak akan dialami jika menerapkan topologi mesh. Maka dari itu, banyak perusahaan menggunakan jenis ini karena di saat salah satu komputer mengalami gangguan, maka masalah ini tetap membuat performa pekerjaan tetap stabil.

Pengiriman Data Relatif Cepat

Kecepatan menjadi faktor paling penting dalam memilih jenis topologi jaringan. Maka dari itu, Anda sebaiknya menentukan tipe yang bisa digunakan untuk pengiriman data lebih cepat sehingga tidak akan mengganggu proses transfer file ataupun informasi kepada perangkat lainnya.

Apabila berbicara tentang pengiriman data, maka topologi mesh ini cenderung menjadi pilihan utama bagi kebanyakan pengguna. Hal ini bisa terjadi karena jenis ini menggunakan dedicated link sehingga data dapat dikirimkan secara langsung kepada semua perangkat di dalam sistem.

Proses Instalasi Cukup Rumit

Kelemahan pertama yang bisa dirasakan dari penggunaan topologi mesh adalah mengharuskan teknisi untuk menyelesaikan proses instalasi cukup rumit. Hal ini membuat banyak orang kurang tertarik menggunakannya, sementara pemasangan harus dilakukan oleh tenaga professional.

Menggunakan tenaga professional juga menjadi penyebab biaya instalasi yang dibutuhkan cukup mahal. Jadi jika Anda masih awam dengan dunia topologi maka disarankan untuk tidak memilih jenis ini.

Biaya Cukup Mahal

Sudah disinggung sebelumnya bahwa proses instalasi topologi mesh memang membutuhkan biaya cukup mahal. Selain membutuhkan jasa dari tenaga professional, pemasangan jenis ini juga memerlukan banyak sekali kabel.

Topologi mesh sendiri bisa dikatakan salah satu jenis topologi yang membutuhkan banyak kabel selama proses pemasangan. Tidak heran jika hal ini membuat instalasi harus memerlukan biaya cukup mahal.

Tidak Dapat Digunakan Sehari-hari

Walaupun sudah mengeluarkan biaya mahal selama pemasangan, namun sayangnya topologi ini tidak bisa digunakan untuk kebutuhan penggunanya sehari-hari. Salah satu alasannya adalah jenis ini memiliki jaringan kurang praktis selama pemakaian.

Hal tersebut membuat persiapan yang cukup rumit untuk satu kali pemakaian. Bahkan harus melibatkan tenaga professional saat proses instalasi.  Maka dari itu, jenis topologi ini tidak bisa digunakan hanya memenuhi kebutuhan kecil sehari-hari.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree

Topologi tree juga seringkali disebut sebagai topologi pohon. Hal ini disebabkan karena saat jaringan digambarkan akan menyerupai gambar pohon lengkap dengan cabang dan rantingnya. Beberapa orang berpendapat bahwa jenis ini memiliki hirarki tinggi jika dibandingkan bersama tipe lainnya.

Mempunyai Jaringan Lebih Besar

Apabila dibandingkan dengan jenis topologi lainnya, maka topologi pohon ini memiliki jaringan yang lebih besar. Sementara untuk tipe ring dan star kurang cocok jika diaplikasikan untuk semua skala sehingga hanya bisa digunakan bagi beberapa komputer atau perangkat lainnya dalam jumlah kecil.

Penggunaan topologi tree biasa digunakan untuk skala dalam jumlah besar. Banyak perusahaan yang sudah menggunakan jenis topologi ini karena bisa mendukung berbagai komputer atau perangkat saling berhubungan meskipun berjumlah banyak bahkan tidak menyebabkan gangguan kecepatan.

Memiliki Akses Untuk Negara

Kelebihan lainnya yaitu memiliki akses untuk negara. Keunggulan ini membuat para pengguna bisa terhubung dengan hub pusat sekalipun. Pada umumnya, jenis topologi ini akan digunakna oleh beberapa pihak yang mempunyai kepentingan dalam bidang pemerintah dan sekitarnya.

Topologi pohon ini mempunyai proses cepat pada hub pusat ataupun jaringan. Hal ini didasarkan atas kelebihan pertama dari jenis ini dimana sistemnya memang dirancang untuk digunakan dalam skala lebih besar apabila dibandingkan dengan tipe lainnya.

Mempunyai Keterbatasan Titik

Kelebihan selanjutnya yang dimiliki oleh topologi pohon adalah mempunyai keterbatasan titik, baik untuk koneksi ataupun lalu lintas siaran. Hal ini bisa menghindarkan dari segala jenis gangguan seperti pada topologi bus.

Selain itu, sistem di dalam topologi pohon juga sudah menyediakan ruang yang memadai untuk berekspansi terhadap jaringan di masa depan. Maka dari itu, jenis ini memang tergolong cukup modern dan canggih bagi penggunanya.

Memiliki Manajemen Data yang Bagus

Manajemen data yang bagus perlu dimiliki oleh semua jenis topologi jaringan. Akan tetapi pada kenyataannya tidak semuanya memiliki kelebihan ini. Namun topologi pohon dipercaya mempunyai pengelolaan informasi maupun file cukup baik selama pengoperasian.

Adanya manajemen data yang baik bisa membuat pengembangan jaringan ke arah lebih luas dapat kita lakukan dengan mudah. Selain itu, kelebihan ini juga membuat proses pendeteksian gangguan di dalam sistem akan dikerjakan tanpa ribet.

Bisa Melumpuhkan Seluruh Jaringan

Kelemahan pertama  topologi pohon adalah bisa melumpuhkan seluruh jaringan. Apabila sedang terjadi masalah utama pada hub pusat maupun data cabel trunk, maka akan menyebabkan semua sistem mengalami kelumpuhan di saat itu juga.

Hal ini sebabnya karena seluruh jaringan memang memiliki ketergantungan dengan satu hub pusat sehingga seluruh perangkat mempunyai titik kerentanan cukup tinggi dalam mengalami kelumpuhan. Terlebih jika komputer server sedang rusak atau gangguan.

Pengelolaan Tergolong Tidak Mudah

Selain memiliki kerentanan mengalami lumpuh cukup tinggi, topologi pohon juga mempunyai cara pengelolaan tergolong rumit. Terutama jika sedang kita lakukan peningkatan pada ukuran di luar titik.

Apabila sedang kita lakukan peningkatan maka kinerja seluruh sistem bisa menjadi terhambat. Padahal topologi pohon sendiri memiliki peran cukup besar bagi semua sektor bahkan sudah terhubung dengan akses negara. Tentunya hal ini menjadi kelemahan paling utama.

Biaya Lebih Banyak

Dalam pemasangan topologi pohon juga membutuhkan biaya mahal karena memerlukan beberapa peralatan dalam jumlah banyak seperti hub dan kabelnya. Hal ini bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan ketika ingin memilihnya.

Mengingat bahwa skala yang kita gunakan memang cukup besar, maka tidak heran jika dalam proses instalasi akan membutuhkan biaya mahal. Tidak hanya pada saat tahap pemasangan saja namun dari segi pengelolaan juga memerlukan banyak anggaran.

Perawatan yang Susah

Kelemahan terakhir yang bisa kita rasakan bagi pengguna topologi pohon adalah membutuhkan perawatan cukup sulit. Hal ini karena banyaknya perancangan pada setiap node sehingga terbilang sangat rumit.

Baca Juga: Pengertian Web Server

Selain itu, pemasangan pada kabel juga cenderung lebih sulit jika daripada dengan jenis topologi lainnya. Maka dari itu, banyaknya jumlah perangkat yang kita gunakan juga sebanding dengan tingginya biaya kita keluarkan.

Topologi jaringan kini sudah kita aplikasikan oleh beberapa pihak, terutama perusahaan yang membutuhkan sistem IT selama pekerjaan berlangsung. Fungsi dan kegunaannya pun juga berbeda-beda sehingga kita bedakan lagi menjadi beberapa jenis sesuai kebutuhan penggunanya.

Tinggalkan komentar