umr bandung

Besar Upah Minimum Regional (UMR) Bandung

Diposting pada

Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat, namun dari sisi UMR hanya menjadi peringkat ke 8 dari semua UMR yang ada. Salah satu alasannya karena di provinsi ada kota/kabupaten yang menjadi kawasan industry sehingga tentu saja memiliki angka UMR yang lebih tinggi. Nilai yang ditetapkan untuk UMR Bandung adalah Rp.3.623.779. Jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan UMP Jabar yang nilainya hanya Rp.1.810.351.

Sedangkan di Kabupaten Bandung yang merupakan daerah tetangga Kota Bandung memiliki UMR yang lebih rendah yaitu Rp.3.139.275. Kabupaten Bandung Barat yang merupakan pemekaran Kabuapten Bandung memiliki UMR sedikit lebih tinggi yaitu Rp.3.145.427.

Fakta ini menunjukkan bahwa daerah yang berdekatan memiliki UMR yang tidak jauh berbeda, karena adanya pemerataan pembangunan antar daerah tersebut. Tulisan ini hanya akan membahas UMR Kota Bandung 2020.

Tentang Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat berbatasan langsung dengan Laut Jawa di bagian utara, Provinsi Jawa Tengah di bagian timur, Samudera Hindia di bagian selatan serta Provinsi Banten dan DKI Jakarta di bagian barat. Dengan luas mencapai lebih dari 35 ribu kilometer persegi, provinsi ini menjadi provinsi terluas ke-18 di Indonesia. Sedangkan dari jumlah penduduknya yang berjumlah mencapai 49 juta orang, dan merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: UMR Jogja

Fakta ini menjadikan problema baru bagi provinsi yang merayakan hari jadinya di tanggal 19 Agustus 1945 yaitu pengangguran. Dari data statistik per tahun 2019, Provinsi Jawa Barat memiliki Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi kedua secara nasional yaitu 7,73% atau sekitar 527.186 orang setelah Provinsi Banten sebesar 8,11%. Sehingga dari data 23,8 juta orang yang bekerja di Provinsi Jawa Barat memiliki kenaikan sebesar 1,17 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka yang terjadi disumbang oleh lulusan SMK yang mendominasi sebanyak 14,53%.

Tingginya angka pengangguran ini sebagian dipicu oleh urbanisasi warga dari luar Provinsi Jawa Barat ke daerah industri di Jawa Barat. Hal ini disebabkan tingginya UMR yang ditawarkan serta fasilitas yang didapat jauh lebih baik dari daerah asal mereka.

Misalnya kawasan industri yang ada di Bekasi dan Karawang. Dengan iming-iming gaji di atas 4 juta hanya mengandalkan ijazah lulusan SMA/SMK tentu saja membuat mereka berbondong-bondong menghadiri berbagai pameran JobFair yang diadakan. Dan jumlah mereka terus berkontribusi menambah angka pengangguran hingga bekerja di perusahaan atau kembali ke daerah mereka.

Hal lain yang berkebalikan dari efek UMR yang tinggi adalah adanya migrasi industri oleh perusahaan yang merasa berkeberatan dengan besaran UMR. Migrasi industri ini membuat porsi lapangan kerja di provinsi ini menjadi berkurang dan berpindah ke provinsi dengan UMR di bawah kawasan industri Jawa Barat. Sehingga mau tidak mau, Jawa Barat harus menanggung arus urbanisasi yang terlanjur berdatangan sekaligus hilangnya lapangan pekerjaan bagi warganya sendiri.

Upah Minimum Kota/Kabupaten Provinsi Jawa Barat

Tabel di bawah menunjukkan besaran UMR yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat per tahun 2020 dan 2019.

Kota/Kabupaten 2020 2019
Kabupaten Karawang 4.594.324 4.234.010
Kota Bekasi 4.589.709 4.229.756
Kabupaten Bekasi 4.498.961 4.146.126
Kota Depok 4.202.106 3.872.552
Kota Bogor 4.169.807 3.842.785
Kabupaten Bogor 4.083.670 3.763.406
Kabupaten Purwakarta 4.039.067 3.722.299
Kota Bandung 3.623.779 3.339.581
Kabupaten Bandung Barat 3.145.427 2.898.745
Kabupaten Sumedang 3.139.275 2.893.075
Kabupaten Bandung 3.139.275 2.893.075
Kota Cimahi 3.139.275 2.893.075
Kabupaten Sukabumi 3.028.532 2.791.016
Kabupaten Subang 2.965.468 2.732.899
Kabupaten Cianjur 2.534.799 2.336.005
Kota Sukabumi 2.530.183 2.331.752
Kabupaten Indramayu 2.297.931 2.117.714
Kota Tasikmalaya 2.264.093 2.086.529
Kabupaten Tasikmalaya 2.251.788 2.075.189
Kota Cirebon 2.219.488 2.045.422
Kabupaten Cirebon 2.196.416 2.024.160
Kabupaten Garut 1.961.086 1.807.286
Kabupaten Majalengka 1.944.166 1.791.693
Kabupaten Kuningan 1.882.642 1.734.994
Kabupaten Ciamis 1.880.654 1.733.162
Kabupaten Pangandaran 1.860.591 1.714.673
Kota Banjar 1.831.885 1.688.217

Dari angka di atas bisa kita lihat UMR Kota Bandung memiliki besaran yang lumayan. Sehingga Kota Bandung juga menjadi kota tujuan warga untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan gaji 3 juta lebih dan biaya hidup yang cukup murah, maka pencari kerja ini masih bisa hidup layak dan dapat menjadi tulang punggung bagi keluarga di kampung.

Besaran UMR Bandung 2020 sebesar Rp.3.623.779 merupakan dua kali lipatnya jika dibandingkan dengan UMR Kota Ciamis dan Kota Banjar yang sama-sama wilayah kota. Dengan biaya hidup tidak jauh berbeda, Kota Bandung memberikan sedikit harapan untuk mendapatkan penghidupan lebih layak jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya.

Sehingga gaji UMR Bandung dan pesona gemerlap kotanya, menjadikan Kota Bandung selain sebagai kota pendidikan juga menjadi tempat mereka berkarir untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Tentang Kota Bandung

Tentang Kota Bandung

Demografi dan Pengangguran

Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat dan sekaligus kota metropolitan. Dengan beragam sebutan mulai dari Kota Kembang, Parijs Van Java, hingga kota belanja karena banyaknya factory outlet yang dulu mendominasi, membuat kota ini menjadi tujuan bagi para warga urban yang ingin mengubah nasibnya. Setelah makin banyaknya sarana transportasi dibangun, terutama transportasi kereta dan jalan tol, membuat kota ini makin mudah untuk dikunjungi dan disambangi bagi pekerja yang berasal dari luar Kota Bandung.

Arus urbanisasi mengubah wajah Kota Bandung yang semula merupakan daerah pertanian kini menjadi kawasan perumahan dan bisnis. Sektor perdagangan yang berkembang di kota ini mampu menyerap 35,92% tenaga kerja, 28,16% terserap pada sektor jasa dan 15,92% diserap oleh sektor industri. Sisanya masuk ke area pertanian dan angkutan, keuangan dan lainnya.

Berdasarkan data statistik Agustus 2019, jumlah total Angkatan kerja adalah 1.288.260 orang, di mana 792.991 orang berjenis kelamin laki-laki. Dengan jumlah persentase pengangguran mencapai 8%, tentu jumlah ini menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah kota untuk dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka.

Jika dilihat dari data pendidikan, dari total Angkatan kerja di atas, didapat data 579.932 orang merupakan lulusan setingkat SMU. Sedangkan untuk level pendidikan lebih tinggi mulai dari DI/DII/DIII/DIV/Akademi atau Universitas berjumlah 303.851 orang. Jumlah yang cukup besar, yang menandakan kurangnya lapangan pekerjaan yang mampu menyerap Angkatan kerja dengan level pendidikan lebih tinggi.

Biaya Hidup

Banyak yang menganggap biaya hidup di Bandung cukup murah. Sehingga dengan UMR Bandung Kota yang mencapai 3,6 juta tentu saja sangat menggoda bagi warga di Provinsi Jawa Barat untuk mencoba peruntungannya mendapatkan pekerjaan di kota kembang ini.

Tapi apakah benar biaya hidup di Bandung cukup murah? Sebagai komponen untuk menentukan biaya kebutuhan hidup layak dan salah satu komponen dalam menentukan UMK Bandung, biaya hidup merupakan data real yang diperbarui setiap tahunnya. Mari kita urai biaya hidup di Bandung:

  • Biaya tempat tinggal

Untuk pekerja biasanya memilih tinggal di rumah berbentuk kos untuk menghemat biaya. Biaya kos di Bandung yang cukup layak mulai dari Rp.500.000 dan akan semakin mahal tergantung lokasi dan bangunannya.

Biaya ini biasanya belum termasuk biaya listrik dan air. Atau jika ingin mengontrak rumah bersama beberapa orang rekan, sewa per tahun Rp.15.000.000 sudah bisa mendapat rumah yang layak yang bisa dihuni hingga 4-5 orang sehingga bisa lebih hemat dan lebih leluasa. Namun tentu saja belum termasuk biaya listrik dan air serta iuran warga lainnya.

  • Biaya makan

Untuk kota Bandung di mana terkenal dengan kulinernya, kamu bisa memilih aneka makanan yang dijajakan dengan harga yang bervariasi. Dengan harga Rp.10.000 kamu sudah bisa mendapatkan seporsi makan lengkap di rumah makan Sunda.

Atau jika ingin memasak, biaya bahan makanan tidak berbeda dengan kota Jakarta sehingga kamu harus menyediakan dana khusus yang mungkin lebih besar dari membeli makanan jadi di Bandung. Anggap saja kamu menyediakan 2 kali makan dan mendapat makan siang di pabrik. Sehingga dana makan yang harus disiapkan minimal Rp.800.000 sebulan.

  • Biaya rekreasi

Walaupun kamu hanya bergaji sebesar 3,6 juta sesuai UMR Bandung 2020, namun kamu masih bisa berekreasi untuk melepaskan jenuh. Karena kota Bandung merupakan kota wisata sehingga kamu bisa memilih tempat wisata yang terjangkau olehmu.

Mulai dari kafe-kafe instagrammable yang nyaman hanya dengan membeli air mineral, atau taman kota yang tersebar di penjuru kota Bandung yang tentu saja gratis hingga berlibur ke objek wisata. Tiket objek wisata pun beragam mulai dari Rp.10.000 hingga ratusan ribu bisa kamu pilih di sini.

  • Biaya lain-lain

Adalah biaya untuk kebutuhan harian hingga biaya transportasi. Bentuknya beragam sehingga jumlahnya pun signifikan. Missal untuk biaya transportasi. Jika kamu tidak menggunakan motor, maka kamu harus mengeluarkan ongkos angkot cukup besar.

Karena di Bandung terkenal dengan jalur angkot yang berputar-putar yang disebabkan rute searah untuk mengurangi kemacetan. Tentu saja akan membuat ongkosmu bertambah jika kamu berganti-ganti angkot agar lebih cepat sampai. Misalkan kamu menganggarkan biaya transportasi dengan angkot minimal Rp.500.000 dan biaya harian sebesar Rp.300.000. Total yang harus kamu siapkan minimal Rp.800.000.

Jika kita total maka didapat biaya hidup minimal Rp.2.200.000. dan ini masih belum dimasukkan komponen lain seperti biaya pulsa yang mencapai 200 ribu, maupun biaya rekreasi yang nominalnya sesuai objek wisata yang dituju.

Dengan UMK Bandung 2020 yang mencapai 3,6 juta, maka selisihnya masih cukup besar untuk disimpan dan dikirim ke keluarga di kampung. Apalagi jika kamu termasuk orang yang sangat hemat, tentu bisa menyimpan lebih banyak lagi.

Dampak Tingginya UMR

Tingginya UMR tentu saja sangat berdampak positif bagi pekerja. Di mana mereka bisa membelanjakan lebih banyak sehingga perekonomian juga bisa bergerak. Namun, bagi perusahaan ini merupakan cost yang jumlahnya mencapai 20 persen. Bisa jadi UMR tinggi akan menjadi pilihan bagi perusahaan jika didukung kinerja pekerja yang juga meningkat. Untuk hal ini menjadi sebuah dilema tersendiri untuk si pekerja.

Di mana kenaikan UMR Bandung tidak menjamin kinerja mereka juga meningkat. Sehingga sebagian perusahaan mencari alternatif lain berupa pemindahan lokasi produksi ke daerah dengan UMR yang lebih rendah seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bagi pemerintah daerah, hal ini akan meningkatkan angka pengangguran di mana sebagian pabrik direlokasi sehingga terjadi penurunan jumlah pekerja di Bandung.

Baca Juga: UMR Bogor

UMR merupakan salah satu cara untuk menghargai pengabdian pekerja yang telah bekerja keras untuk perusahaan. Namun hal ini juga menjadi bumerang bagi perusahaan jika kenaikan UMR tidak diimbangi dengan peningkatan kinerja dari pekerja. Dibutuhkan terobosan baru di mana kenaikan UMR tidak memberatkan perusahaan namun pekerja tetap dapat sejahtera tanpa harus terbebani dengan harga-harga yang melambung tinggi akibat inflasi.

Tinggalkan Balasan