Besar Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta 2020

Berbicara mengenai topik gaji tentu tidak ada habisnya. Apalagi jika membicarakan tentang UMR daerah yang terus menerus naik setiap tahunnya. Rasanya kenaikan ini menjadi ketetapan pemerintah daerah lakukan menjadi setahun sekali. Salah satunya UMR Jakarta ini yang selalu menjadi topik hangat untuk dibicarakan terutama dalam kalangan pekerja dengan gaji UMR.

Misalnya kota Jakarta yang merupakan ibu kota dari negara Indonesia. Selalu terkena sorotan publik di media mengenai UMR yang ditetapkan. UMR itu apa sih? Buat anda yang belum paham betul apa itu UMR bisa membacanya di sini.

Apa Itu UMR

UMR adalah standar minimum yang digunakan oleh pelaku industri dan pengusaha untuk menetapkan upah pada pekerja atau buruh. Tujuan adanya ketetapan UMR ini adalah untuk memastikan bahwa pekerja menerima penghasilan yang layak sesuai dengan pekerjaannya.

Standar penghasilan sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengupahan pekerja. Pengaturan Pemerintah ini tertulis dalam Pasal 4 tahun 2015 No. 78 tentang Pengupahan.

Dituliskan bahwa penghasilan yang layak adalah jumlah penerimaan atau pendapatan pekerja dari hasil pekerjaannya sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup dari pekerja dan keluarganya secara wajar.

UMR Jakarta 2020 Terbaru

UMR Jakarta 2020 Terbaru

Mengapa yang selalu di sorot adalah Jakarta? Hal ini karena Jakarta adalah salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri terutama bagi pendatang dengan harapan mendapatkan rezeki yang lebih baik dari di desa.

Kembali lagi ke DKI Jakarta sebagai pusat bisnis, politik hingga kebudayaan maka tidak heran upah minimum kota ini selalu menjadi sorotan pertama. Jakarta merupakan pusat kantor-kantor BUMN, swasta dan asing ini menjadi tempat kedudukan lembaga pemerintahan penting dan sebagai kantor sekretarian ASEAN di mana terdapat 2 bandar udara yakni Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Tidak lupa dengan 3 pelabuhan laut yakni Tanjung Priok, Sunda Kelapa dan Pelabuhan Ancol.

Tidak heran kenaikan Besar Upah Minimum Regional UMR Jakarta 2020 yang dilakukan setiap tahun ini terjadi karena para serikat buruh atau pekerja memperjuangkan upah yang didapatkan agar terus bertambah dengan harapan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak lagi.

UMR DKI Jakarta sendiri jika kita lihat beberapa tahun belakangan misalnya pada tahun 2018 berada pada angka Rp 3.648.935 di mana sebelumnya berada pada 3.355.750. Hal ini sesuai dengan keputusan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

Sedangkan pada tahun 2019 lalu UMR DKI Jakarta dinaikkan menjadi Rp 3.940.973. Angka ini naik 8,03% dari UMR DKI Jakarta sebelumnya di tahun 2018.

UMP ini ditetapkan oleh Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 114 Tahun 2018. UMR yang ditetapkan oleh kepala daerah ini meliputi Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK).

Baca Juga: Pengertian dan Perbedaan UMR, UMP, UMK

Peraturan Daerah Tentang UMR

Jika melihat dasar Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengupahan, UMK seharusnya bisa lebih besar dari UMP. Pada Pasal 42 menyebutkan bahwa upah minimum ini hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan Besar Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta 2020 sebesar Rp 4.267.349. Kenaikan ini sebesar 8,51% atau Rp 335.576 dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 3.900.000.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan UMP tersebut berdasarkan aturan yang berlaku di undang-undang dan peraturan pemerintah.

Pada tahun 2020 sendiri UMR DKI Jakarta mengalami kenaikan sebesar 8,51% dari tahun 2019 yakni Rp 3.940.973 menjadi Rp 4.276.335. Meski rasanya kenaikan ini cukup besar, ternyata upah minimum di DKI Jakarta ini bukanlah yang paling tinggi.

Khusus di DKI Jakarta, Anies menyebutkan bahwa buruh atau pekerja yang memiliki gaji setara UMP hingga 10% di atasnya akan mendapatkan fasilitas termasuk kartu pekerja.

Fasilitas lain yang mereka dapatkan selain kartu pekerja adalah bisa memanfaatkan angkutan umum yakni Jak Lingko dengan gratis dan mendapatkan harga lebih murah ketika berbelanja di Jak Grosir.

Fasilitas ini juga mereka rasakan dari pekerja yaitu penggunaan Kartu Jakarta Pintar Plus atau KJP Plus dan kuota jalur afirmasi bagi pekerja yang anaknya sedang bersekolah.

Pendistribusian kartu pekerja ini kemungkinan akan melibatkan seluruh serika buruh yang ada di DKI Jakarta. Karena menurut gubernur DKI Jakarta Baswedan, kartu pekerja ini dapat mengurangi risiko terjadinya selisih yang kentara antara pendapatan dengan pengeluaran kebutuhan dari pekerja.

Kenaikan UMR

Kenaikan upah minimum ini juga teratur berdasarkan surat edaran menteri nomor B-M/308/HI.01.00/2009 di mana ditujukan untuk gubernur seluruh Indonesia.

Hal ini yang mempengaruhi adalah besaran inflasi nasional yakni 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%. Dalam surat edaran menteri tersebut menyebutkan bahwa gubernur wajib mengumumkan kenaikan UMP secara bersamaan.

Keputusan UMP nasional sebesar 8,51% ini juga tidak semua merasakannya karena daerah dengan UMP atau UMK pada 2015 masih berada di bawah nilai kebutuhan hidup layak atau KHL yang wajib untuk menyesuaikan upah minimumnya dengan KHL paling lambat ketika penetapan upah minimum 2020 pemerintah tetapkan.

Hal ini dilakukan bukan tanpa dasar. Pasal 63 PP No 78/2015 tentang pengupahan menyebutkan ada 7 provinsi yang harus melakukan penyesuaian UMP yang sama dengan KHL yakni Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, NTT, Gorontalo, Papua Barat, Maluku Utara dan Maluku.

Banyaknya perantau yang berbondong-bondong ke Jakarta ini bukan tanpa alasan. Mereka datang untuk mengadu nasib dengan pemikiran bahwa di Jakarta hidup bisa lebih baik dari di kampung halaman. Maka upah minimum akan terus naik.

Pada tahun 2020 ini kenaikan UMR didasarkan pada data inflasi 3,39% dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12% yang menjadi komponen penting kenaikan UMR.

Data tersebut akan digodok lebih lanjut untuk menetapkan keputusan besaran kenaikan UMR dan akan segera disampaikan pada gubernur di masing-masing daerah. Ketetapan UMR pada setiap daerah tertentu juga terkait peraturan resmi yang dibuat oleh gubernur daerahnya.

Meskipun berlaku pada tahun 2020, ketetapan oleh Peraturan Gubernur DKI Jakarta dilakukan di tahun sebelumnya. Pengumumannya sendiri telah dilakukan pada 1 November 2019 lalu.

Ketetapan dari upah minimum regional atau UMR ini dijadikan patokan bagi perusahaan baik BUMN, swasta maupun asing sebagai dasar dari perhitungan gaji karyawannya.

Nominal ini sudah pasti transparan sehingga pekerja tahu besaran gajinya sebagai karyawan yang bekerja dan menerima gaji setiap bulannya.

Data dan Fakta UMR Jakarta

Terlepas dari upah minimum regional atau UMR di Jakarta, ada yang perlu diperhatikan berdasarkan data dan faktanya agar anda tahu persoalan yang membuat topik ini selalu hangat dibicarakan di manapun.

Kenaikan UMR Jakarta 2020

Sebisa mungkin jangan terpaku pada angka akhir dari kenaikan UMR nya. Perhatikan pada persentase kenaikan UMR daerahnya dengan dasar data yang relevan dan valid.

Contohnya yang terjadi pada kenaikan UMR Jakarta yakni acuannya pada data inflasi dengan angka 3,39% dan juga pertumbuhan ekonomi dasar dengan angka 5,12%.

Kedua data tersebut bisa dipastikan relevan sehingga kenaikan UMR mendapatkan hitungan akhir sebesar 8,51%.

Data-data tersebut bisa kita telaah apakah telah sesuai dengan pekerja dalam suatu perusahaan tersebut? Atau justru malah tidak layak? Ini yang akan terus menjadi perbincangan hangat mengenai topik kenaikan UMR.

Jika anda bisa menghitung dengan baik dari data tersebut anda bisa mengatakan bahwa UMR tersebut layak atau tidaknya untuk pekerja atau buruh.

Nominal UMR Jakarta 2020 Dari Ketetapan Paling Baru

Peraturan resmi dari gubernur daerah setempat memengaruhi ketetapan UMR pada setiap kawasannya. UMR DKI Jakarta pada tahun 2020 tidak jauh berbeda. Kenaikan upah minimum regional atau UMR nya dari Rp 3.940.973 menjadi Rp 4.267.349. Selisih dari kenaikannya hanya terpaut beberapa ratus ribu saja.

Pertanyaan yang akan sering muncul adalah apakah angka selisih dari UMR tahun sebelumnya dan tahun sekarang ini bisa mencukupi dan menutupi kebutuhan hidup dan keluarga pekerja secara wajar? Mengingat harga di pasaran pun semakin tahun juga semakin naik. Apakah gaji dengan UMR yang naik ini bisa mencukupi kebutuhan yang juga semakin naik?

Masih Belum Sesuai Dengan Tuntutan Para Pekerja

UMR DKI Jakarta yang telah  resmi oleh pemerintah ini masih belum sesuai dengan apa yang para pekerja tuntut. Pengumuman dari ketetapan UMR DKI Jakarta pada tahun 2020 saja masih ada aksi demo buruh dan pekerja setempatnya.

Pekerja yang ikut dalam aksi ini mengharapkan nominal UMR yang mereka inginkan yakni Rp 4.600.00 di mana tuntutan tersebut masih belum terpenuhi hingga sekarang.

Bisa Anda bayangkan bukan mengapa demo buruh tetap terjadi setiap tahunnya sampai menjadi hari buruh pada tanggal 1 Mei. Karena tuntutan buruh belum dapat terpenuhi oleh pemerintah. Dan tuntutan dari buruh semakin lama juga semakin besar.

Jadi pertanyaannya adalah bagaimana pemerintah dan para serikat buruh ini dapat menemukan titik tengah untuk memenuhi tuntutannya dengan pencapaian mufakat yang baik?

Adanya Sanksi Jika Tidak Patuh Pada Aturan UMR Terbaru

Kenaikan upah minimum regional atau UMR Jakarta tahun 2020 tentu telah berdasarkan ketentuan dari pemerintah. Ada undang-undang yang mengaturnya dan menjadi pedoman untuk mengeluarkan aturan dari pemerintah serta sesuai dengan peraturan negara.

UMR Jakarta terbaru memiliki aturan bahwa jika tidak patuh maka akan menerima sanksi. Sanksi tersebut tertuju pada pengusaha yang memiliki buruh atau pekerja. Jika suatu perusahaan tidak mengikuti aturan kenaikan UMR ini pemilik perusahaan bisa mendapat sanksi pidana atau penjara.

Hal ini cukup membuat para pengusaha ketar ketir karena UMR naik setiap tahun. Inilah yang kemungkinan menjadi penyebab terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK secara perlahan meski tidak dalam frekuensi yang besar pada waktu yang bersamaan.

Sanksi pidana penjara nya sendiri kita lakukan dalam rentang waktu 1 hingga 4 tahun lamanya. Jika perusahaan beroperasi di kawasan DKI Jakarta sebaiknya perusahaan tersebut memantau perkembangan dan informasi dalam hal UMR Jakarta terutama tahun 2020.

Pedoman UMR

Karena UMR merupakan pedoman utama bagi sebuah perusahaan untuk memutuskan besaran gaji karyawan dari perusahaan tersebut. Jika sebuah perusahaan yang berada pada kawasan DKI Jakarta cukup update dengan informasi UMR maka akan terhindar dari sanksi pidana dari peraturan resminya. UMR menjadi dasar dari satu ketetapan upah pekerja.

Meskipun demikian perusahaan bisa saja menambahkan komponen lain dalam perhitungan gaji lainnya untuk karyawan. Hal ini kita lakukan semata-mata demu kesejahteraan fisik dan mental karyawan perusahaan tersebut.

Karena tidak bisa kita pungkiri bahwa karyawan atau buruh yang merasa sejahtera bekerja pada sebuah perusahaan, ia akan secara otomatis melakukan kontribusi dengan maksimal untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Bandingkan jika sebuah perusahaan justru makin menekan karyawannya dengan upah minimum regional (UMR) yang tidak sesuai dengan beban pekerjaan karyawan.

Mereka rasanya untuk bekerja saja menjadi tidak maksimal bahkan mungkin terjadi pengunduran diri dari karyawannya. Komponen gaji yang beragam juga memerlukan usaha agar perhitungan penambahan komponennya dapat melakukannya dengan teliti.

Jika tidak kita lakukan dengan teliti akan menimbulkan pertanyaan komponen tersebut kita tambahkan untuk apa? Kembali lagi, besaran gaji yang karyawan terima ini akan memengaruhi tingkat konsumsi pada karyawannya.

Gaji Karyawan

Bisa Anda bayangkan bahwa karyawan yang menerima gaji di bawah UMP memiliki kebiasaan konsumtif yang berada di bawah rata-rata pula mengingat kebutuhan yang banyak harus sesuai dengan gaji yang mereka terima.

Tetapi tingkat konsumsi yang kecil ini sebenarnya bisa kita katakan tidak baik pada suatu negara karena dapat memengaruhi gerak perekonomiannya. Tingkat konsumsi masyarakat yang minim ini menjadi tanda bahwa penjualan produk di pasaran mengalami penurunan.

Kondisi ini sudah dapat ktia pastikan bisa memberikan efek negatif terhadap kegiatan bisnis yang mengakibatkan perekonomian menjadi lesu. Banyaknya orang yang memperoleh gaji layak bisa meningkatkan konsumsinya sehingga bisa mendorong perekonomian.

Lagi-lagi hal ini bisa tertunda karena karyawan dengan gaji yang layak akan memiliki kecenderungan untuk menaikkan tingkat konsumsinya sesuai dengan gaji yang mereka terima. Kebutuhannya pun tidak lagi sebatas kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan saja tetapi juga kebutuhan tersier lainnya.

Yang perlu Anda ingat lagi adalah inflasi yang menjadi hal yang tidak bisa kita lepaskan dari perekonomian suatu negara.

Topik ini juga hangat untuk dibicarakan karena mengingat serikat buruh tetap mendesak pemerintah secara terus menerus untuk meninjau Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang pengupahan karyawan pada suatu daerah.

Nyatanya peraturan tersebut yakni terkait ketetapan upah minimum regional hingga saat ini belum juga mereka cabut meski terus ada desakan. Jadi secara hukum positif ketetapan peraturannya masih berlaku dan masih sah.

Perarturan UMR

Sebagai catatan bahwa upah minimum tidak sama dengan upah pokok. Berdasarkan Pasal 41 ayat (2) tentang Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan, upah minimum bulanan yang karyawan terima ini terdiri atas upah tunjangan atau upah pokok termasuk tunjangan tetap.

Baca Juga: UMR Bogor

Upah pokok adalah imbalan dasar untuk karyawan yang Anda bayarkan menurut tingkat atau jenis pekerjaan di mana besarannya sesuai dengan kesepakatan. Dari ketentuan tersebut dapat Anda simpulkan upah pokok adalah komponen dari upah minimum.

Jika perhitungannya memang demikian, maka upah minimum dari perusahaan terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap dengan besaran upah pokok minimal adalah 75% dari upah minimumnya.

Hal ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sebagai dasar ketetapannya. Meskipun ketetapan UMR ini selalu ada keributan dan tuntutannya, upah minimum regional DKI Jakarta tetap menjadi yang tertinggi dari daerah lainnya.

Tetap saja adanya penyesuaian upah minimum regional atau UMR Jakarta setiap tahunnya menjadi hal penting. Yang perlu kita soroti oleh semua pihak.

4 pemikiran pada “Besar Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta 2020”

  1. Apakah perhitungan UMR 4juta200sekiannitu sudah termasuk dgn Insentif? Bukannya yang seharusnya saya terima setiap bulan UMR sebesar 4.2jtsekian itu ya?
    Kok Perusahaan tempat saya bekerja menghitung UMR itu Gaji Bulanan + Insentif lalu totalnya = UMR.
    Mohon bimbingannya masih belum paham. Terimakasih

  2. Misalnya, upah minimum di sebuah kota Rp 3.000.000, maka setiap perusahaan di kota itu minimal membayar pekerja dengan upah pokok Rp 2.250.000 (tujuh puluh lima persen) dan tunjangan tetap 750.000 (dua puluh lima persen). Sedangkan jika pengusaha hanya membayar upah pokok saja tanpa tunjangan tetap, maka paling sedikit adalah Rp 3.000.000.

Tinggalkan komentar