Wisata Malam Jogja

Wisata Malam Jogja

Diposting pada

Jogja selalu ngangenin! Begitulah komentar wisatawan yang pernah berkunjung ke Jogja. Tidak cukup hanya sekali, bahkan berkali-kali pun mereka bersedia menyambangi kota ini. Karena di setiap kunjungan, Anda akan menemukan hal baru tentang Jogja. Baik itu berupa tempat wisata, landscape kota hingga beragam tempat nongkrong baru di Jogja yang unik yang perlu dicoba satu-satu.

Biasanya orang mulai mengunjungi Jogja di usia sekolah dan menjadi program study wisata wajib di sekolah. Maka, tempat yang dikunjungi tentunya yang berkaitan dengan edukasi seperti wisata keraton, wisata sejarah hingga objek wisata alam yang terkenal. Kunjungan berikutnya jika memungkinkan, maka mereka akan memilih wisata alam Jogja yang indah dan wisata kuliner.

Bagi yang mempunyai waktu agak lama, maka tempat nongkrong malam di Jogja yang hits dan instagramable akan masuk ke dalam wishlist kunjungan. Dan anehnya, semakin sering dikunjungi, masih ada saja tempat-tempat di Jogja yang baru dan menggoda untuk disambangi.

Sebagai kota wisata dan kota pelajar, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berusaha menghadirkan keamanan dan kenyamanan bagi penduduk lokal dan wisatawan. Rasa aman ini penting mengingat Jogja tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik tapi juga wisatawan mancanegara.

Wisata Malam Jogja Tempat Pas Untuk Nongkrong

Dengan keamanan ini membuat kota Jogja menjadi kota yang ‘hidup’ 24 jam. Hal ini ditandai dengan makin banyaknya destinasi wisata yang lebih enak dikunjungi pada waktu malam.

Berikut ini beberapa rekomendasi destinasi wisata malam Jogja yang menarik dan anti mainstream tentunya.

Wisata Malam Jogja Malioboro

Wisata Malam Jogja Malioboro

Wisata Jogja belum lengkap jika tidak menyambangi Jl. Malioboro. Jalan yang sangat ramai di waktu malam cocok untuk Anda yang ingin melihat suasana Jogja yang heterogen. Di sini Anda akan melihat pengamen jalanan Jogja bersuara merdu menghibur para wisatawan yang sedang mencari souvenir atau sekedar melintas. Ruas jalan ini selalu diperbarui mengikuti tren yang ada.

Semula, jalan ini sangat teduh dengan pohon-pohon rindang di sisi pembatas jalan. Namun dengan seiring waktu, kota Jogja semakin padat dengan pusatnya berada di jalan ini, beberapa renovasi mengubah wajah Malioboro menjadi lebih modern. Jalan yang diaspal dan dihiasi lampu-lampu berwarna warni di waktu malam memberi kesan gemerlap kota kecil ini.

Di tepi jalan disediakan kursi-kursi untuk sekedar meluruskan kaki setelah penat berkeliling. Atau dijadikan spot foto yang cantik. Di ujung jalan, tersedia spot foto dengan plang nama Jalan Malioboro yang legendaris. Belum lengkap rasanya jika tidak mengambil foto kenang-kenangan di sini.

Dengan gemerlap lampu, merdu suara pengamen dan sekali-kali dihiasi lenguhan kuda wisata atau klakson mobil, membuat suasana Malioboro sebagai tempat nongkrong di Jogja malam hari menjadi semakin semarak. Tidak ketinggalan angkringan-angkringan kecil menawarkan kehangatan kopi Joss atau sekedar teh hangat untuk menemani bercengkerama.

Wisata Malam Jogja Kawasan Titik Nol Kilometer

Wisata Malam Jogja Kawasan Titik Nol Kilometer

Kawasan ini layak untuk Anda sambangi. Sebagai sebuah monumen sejarah, di mana terdapat sisa-sisa bangunan peninggalan bersejarah Belanda dengan suasana tempo doeloe yang menarik untuk diabadikan.

Bangunan tua dengan pendar cahaya kekuningan dan bersepeda santai dengan sepeda kumbang seolah-olah menarik Anda kembali ke zaman sebelum kemerdekaan. Suasana redup dan sedikit mistis juga dilengkapi dengan aksi seniman jalanan yang mengenakan berbagai macam kostum mulai dari kostum hantu, kostum pejuang kemerdekaan maupun kostum patung perunggu.

Beberapa seniman lainnya menggelar aksi menari baik tarian khas Jawa maupun modern. Tidak sedikit wisatawan yang memberikan sumbangan karena kagum dengan aksi yang dilakukan para seniman tersebut.

Taman Pelangi Monumen Jogja Kembali (Monjali)

Taman Pelangi Monumen Jogja Kembali (Monjali)

Monumen Jogja Kembali atau Monjali menjadi sebuah lambang akan perjuangan rakyat Jogja dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Monjali terletak di Jl. Lingkar Utara Yogyakarta dan menjadi sangat menarik jika dikunjungi di malam hari.

Pelataran Monjali didesain menjadi sebuah taman yang diberi nama Taman Pelangi yang nampak semarak dan romantis di waktu malam. Aneka lampion dengan berbagai bentuk menghiasi area Taman Pelangi dengan cahayanya yang berwarna warni membuat Anda seakan-akan melihat pelangi di malam hari. Jangan sampai Anda terlewat mengunjungi Taman Pelangi ini.

Ramayana Ballet Di Candi Prambanan

Ramayana Ballet Di Candi Prambanan

Wisatawan biasa mengunjungi candi Prambanan di waktu siang untuk menyaksikan kemegahan candi Hindu yang dibangun pada abad ke 9 ini. Kompleks candi ini memiliki beberapa 3 candi besar yaitu Candi Syiwa, Candi Wishnu dan Candi Brahma dengan tiga pelataran yang mengelilinginya. Candi yang terbesar di kompleks Candi Prambanan adalah Candi Syiwa.

Di waktu malam, pelataran candi sering digunakan untuk konser atau pagelaran Ramayana Ballet. Pertunjukan ini menggabungkan unsur tari, balet dan drama dengan mengangkat kisah Ramayana yang sudah popular di tengah masyarakat Indonesia. Rangkaian gerak tari yang indah dan luwes diiringi tabuhan gamelan khas Jawa yang mistik menjadi daya tarik pagelaran bagi wisatawan terutama wisatawan mancanegara.

Wisata Malam Jogja Taman Lampion Kaliurang

Wisata Malam Jogja Taman Lampion Kaliurang

Kaliurang banyak dikunjungi wisatawan karena memiliki suhu yang lebih sejuk. Sehingga tidak heran, banyak penginapan mulai dari kelas hotel, villa hingga wisma berada di sini. Untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Kaliurang, Dinas Pariwisata bersama dengan pengelola Taman Pelangi mengadakan Festival Lampion yang terletak di Gardu Pandang Kaliurang, Sleman.

Festival ini diberi nama Festival of Light Kaliurang yang menghadirkan aneka lampion berwarna-warni dengan mengambil tema Timur Tengah. Air mancur menari atau Dancing Fountain menambah semarak lampion. Dan tentu saja, pusat kuliner tradisional maupun modern siap mengenyangkan perut wisatawan yang berkunjung ke festival ini.

Wisata Malam Jogja Heha sky view

Wisata Malam Jogja Heha sky view

Heha Sky View menghadirkan alternatif destinasi wisata city of light of Jogja. Lokasinya yang berada di Jl. Dlingo-Patuk, Gunung Kidul tidak kalah strategis sehingga mudah dicari. Dengan fasilitas yang lebih lengkap seperti balon udara, teras kaca dan sky bridge, tempat ini membanderol tiket masuk sebesar 20 – 25 ribu rupiah per orangnya.

Sajian makanan lezat baik tradisional maupun modern juga siap disantap dengan ditemani oleh gugusan bintang dan pemandangan kota Jogja di waktu malam.

Wisata Malam Jogja Bukit Bintang

Wisata Malam Jogja Bukit Bintang

Dinamakan bukit bintang karena Anda dapat menikmati taburan bintang di atas bukit yang mempunyai ketinggian 150 meter. Lokasinya yang berada di Jl. Yogyakarta – Wonosari cukup strategis dan mudah dicapai. Anda bisa menikmati minuman hangat dan jagung rebus sambil menikmati panorama lampu kota Jogja di warung-warung makan yang berada di tepi jurang ini.

Ada beberapa warung makan yang menyediakan spot foto khusus yang menarik dan instagramable yang membuat Bukit Bintang dikenal oleh wisatawan.

Camping ceria di Gunung Api Purba Nglanggeran

Camping ceria di Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan gundukan batu-batu raksasa yang menyerupai seperti gunung. Lokasinya sangat menantang untuk Anda yang menyukai hobi trekking. Di sepanjang perjalanan menuju puncak ada beberapa gardu pandang yang juga berfungsi sebagai tempat istirahat sambil menikmati keindahan pemandangan kota Jogja dengan lampu-lampunya di waktu malam.

Di puncaknya disediakan camping ground yang cukup luas setelah lelah melakukan trekking. Bercengkerama di bawah taburan bintang bersama sahabat menjadi hal menyenangkan yang bisa Anda lakukan di sini. Mirip seperti Bukit Bintang, namun Anda bisa menikmatinya sepanjang malam.

Beach Camp di Pantai Gunung Kidul

Beach camp di Pantai Gunung Kidul

Jika Anda penyuka pantai, pernahkah terbersit keinginan untuk bermalam di pantai? Anda dapat melakukannya di sini di pantai-pantai yang ada di Gunung Kidul. Penyuka travelling justru mengunjungi pantai ini di waktu malam dan mendirikan tenda sambil membuat api unggun.

Deburan ombak menjadi melodi indah yang menenangkan di waktu malam. Taburan bintang yang menghiasi langit menambah keindahan dan kesyahduan suasana camping.

Hutan Pinus Sendangsari

Wisata Malam Hutan Pinus Sendangsari

Mengunjungi hutan pinus di waktu malam merupakan tantangan tersendiri yang membutuhkan adrenalin. Namun tenang saja, hutan ini tidak sehoror bayangan Anda. Justru hutan ini banyak dijadikan spot foto pada waktu malam karena dihiasi dengan efek cahaya yang menarik.

Bahkan ada satu spot foto yang berbentuk tangan manusia yang kerap menghiasi akun Instagram wisatawan yang datang. Selain itu ada pula spot foto yang berbentuk pyramid dengan lubang di tengahnya yang terbuat dari ranting pohon dengan latar belakang kerlip lampu kota Jogja. Menarik bukan!

Wisata Kuliner Malam Khas Jogja

Angkringan

Angkringan Lik Man

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Jogja jika tidak mampir ke angkringan. Angkringan biasanya buka di waktu sore hingga lewat tengah malam. Kesederhanaan menu yang dihadirkan tidak mengurangi minat pengunjungnya.

Anda bisa menikmati sebungkus nasi kucing dengan lauk yang bisa Anda pilih seperti sate telur, sate kerang hingga gorengan siap untuk disantap. Untuk minuman, Anda bisa mencoba kopi Joss yang disediakan di Angkringan Lik Man. Kopi yang disuguhkan dengan arang yang masih membara di dalamnya memberi sensasi minum kopi yang unik.

Jika Anda tidak tertarik dengan kopi, wedang jahe di waktu malam bisa membantu menghangatkan perut sambil Anda ngobrol ngalor ngidul dengan teman Anda, Angkringan Lik Man bisa Anda temukan di di utara Stasiun Tugu dengan tikar-tikar lesehan di sekitar gerobaknya.

Gudeg Pawon

Gudeg Pawon

Pawon dalam Bahasa Jawa berarti dapur. Dan penamaan Gudeg Pawon memang sesuai dengan kondisi tempat makan khas Jawa ini. Gudeg ini sudah ditunggu oleh penikmatnya sejak jam 8 malam yang setia mengantri menunggu tempat ini buka.

Tidak lain karena kelezatan rasanya dan kekhasan penyajiannya. Untuk setiap pengunjung yang sudah mengantri dipersilahkan untuk langsung menuju dapur tempat di mana makanan disediakan untuk dipilih oleh pengunjung dengan menu seperti telur, sayur tempe, krecek dan ayam kampung sebagai pelengkap nasi gudeg.

Setelah mendapatkan seporsi nasi gudeg komplit, Anda dapat menuju kursi makan yang sudah disediakan. Dapur dengan luas 10 meter kali enam meter menggunakan interior dapur khas tradisional Jawa dengan tungku kayu yang selalu mengepulkan asapnya dan kukusan, bakul, panci air panas sebagai pelengkap alat masak di dapur ini.

Gudeg yang hanya buka sampai dengan jam 12 malam ini dirintis sejak tahun 1958 oleh Bu Prapti Widarso. Awalnya bu Prapti menjajakan makanannya berkeliling dari Gondoman, terminal hingga Pasar Sentul setiap pukul tiga subuh. Namun, di tahun 2000, Bu Prapti mulai berjualan di rumahnya dan buka lebih awal yaitu jam 10 hingga jam 12 malam saja.

Mie Ayam Grabyas

Mie Ayam Grabyas

Mie ayam ini juga bisa menjadi alternatif tempat nongkrong malam hari di Jogja. Warung ini dibuka mulai pukul 12 malam hingga pukul 4 subuh. Lokasinya berada di depan Hotel Inna Garuda Jalan Malioboro. Grabyas sendiri berarti kulit ayam krispi dalam bahasa Jawa yang menjadi makanan pendamping mie ayam.

Karena lokasinya yang berada di emperan jalan, bagi Anda yang membawa kendaraan roda dua atau empat dapat memarkirkan kendaraannya di jalur lambat karena situasi yang mulai lengang sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Tempat ini tidak menyajikan meja dan kursi, namun dengan cara lesehan seperti halnya angkringan di pinggir jalan. Nikmati seporsi mie ayam dengan pangsit basah dan ditemani es jenifer yang menyegarkan. Es jenifer yang dimaksud adalah es jeruk nipis dengan pemanis sirup strawberry yang menambah kesegaran minuman ini.

Cafe Yang Asyik dan Instagramable

Selain warung makan tradisional, beberapa kafe bisa menjadi tempat nongkrong malam di Jogja, yaitu:

Kedai Kopi Mataram

Kedai Kopi Mataram Jogja

Kedai kopi yang berada di Jl. Mataram, tepatnya di pojok pertigaan, merupakan tempat yang strategis untuk Anda untuk menikmati wisata malam di Jogja. Kedai yang buka mulai jam 3 sore hingga menjelang tengah malam ini, menyediakan menu minuman kopi dan coklat yang nikmat dengan harga yang pas di kantong.

Wedangan Kampoeng

Wedangan Kampoeng Jogja

Tradisional bukan berarti tidak menarik. Mungkin itu yang ingin diangkat oleh kedai minuman yang diberi nama Wedangan Kampoeng. Berlokasi di tengah keramaian kota Jogja, dengan nuansa pedesaan, tempat ini sangat mencolok dan menarik perhatian wisatawan maupun penduduk lokal.

Dengan arsitektur khas Jawa berupa bangunan Limasan dan gazebo yang terbuat dari kayu, menghadirkan kesan nyaman dan friendly. Tempat ini mempunyai dua jadwal yang bisa Anda pilih, yaitu pukul 07.00 – 16.00 dan pukul 16.30 – 23.00. Dengan menu yang beragam dan harga terjangkau, Anda bisa menikmati suasana malam di tempat ini bersama sahabat-sahabat Anda.

Silol Coffee And Eatery

silol coffee and eatery jogja

Kafe ini buka 24 jam sehingga selalu dipenuhi oleh mayoritas kalangan mahasiswa. Ditambah dengan adanya live music dan interior yang kekinian, kafe ini selalu ramai dan terkadang terjadi antrian pengunjung di waktu akhir pekan. Menu yang dihadirkan pun beragam, mulai dari masakan tradisional hingga yang berbau western.

Namun uniknya, harga minuman kopi di tempat ini sangat terjangkau sesuai dengan misi pemilik kafe ini, yang ingin menjadikan tempat ini menjadi tempat minum kopi bagi siapa saja karena harganya yang murah. Bagi Anda yang butuh tempat transit beberapa jam di malam hari sebelum melanjutkan perjalanan, tempat ini bisa menjadi pilihan tempat menunggu yang nyaman.

Blanco Coffee and books

Blanco Coffee and books

Kopi dan buku adalah paduan sempurna yang dihadirkan kafe ini. Dengan interior bergaya Eropa dan rak-rak buku yang memenuhi dinding kafe menjadikan tempat ini lebih mirip perpustakaan. Bagi seorang introvert, tempat ini memenuhi ekspektasi mereka yang ingin menikmati kopi dan tenggelam dalam kesibukan membaca buku.

Baca Juga: Oleh-Oleh Khas Jogja

Kafe ini buka mulai dari jam 7 pagi hingga lewat tengah malam. Di sini Anda bisa menikmati kedamaian dalam menyeruput kopi Anda dengan ditemani buku-buku yang berkualitas. Lokasinya pun mudah dijangkau yaitu di Jl. Kranggan No. 30, Jetis.

Itulah ulasan lengkap wisata malam Jogja yang bisa admin berikan. Semoga bisa bermanfaat dan Selamat berwisata!

Tinggalkan Balasan