Tempat Wisata Sekitar Candi Borobudur

Diposting pada

Candi Borobudur dan Kota Jogja adalah satu kesatuan wisata yang sayang bila dilewatkan. Wisatawan yang ke Jogja, biasanya akan memasukkan destinasi wisata Candi Borobudur dalam agenda mereka.

Begitu juga halnya dengan mereka yang berwisata ke Candi Borobudur, biasanya akan berhenti juga di Kota Jogja. Sekedar untuk beristirahat atau membeli oleh-oleh khas Jogja yang unik. Juga untuk menyambangi obyek wisata candi megah lainnya selain Candi Borobudur yaitu Candi Prambanan yang ada di tengah kota Jogja.

Sebelum kita mencari tahu tempat wisata sekitar Candi Borobudur, alangkah baiknya kita ulas kembali tentang wisata Borobudur yang menarik dengan bangunan candinya yang megah.

Candi Borobudur

Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan candi Budha yang terbesar di dunia. Nama Borobudur berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti vihara di atas bukit. Candi ini dibangun pada tahun 750 Masehi di masa pemerintahan Raja Smaratungga dari Dinasti Syailendra.

Candi Borobudur menjadi pusat penyebaran agama Budha di Nusantara namun pada abad ke-14 ditelantarkan karena melemahnya pengaruh kerajaan Hindu Budha dan mulai masuknya pengaruh agama Islam di Pulau Jawa.

Pada tahun 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan candi yang telah ditelantarkan ini dan memulai upaya pemugarannya. Pada tahun 1975 – 1982, pemerintah Indonesia melakukan pemugaran besar-besaran bekerja sama dengan UNESCO yang kemudian memasukkan Candi Borobudur sebagai situs bersejarah dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Baca Juga: Tiket Masuk Wisata Keraton Jogja

Candi Borobudur hanya berjarak 40 km dari Kota Jogja dan 100 km dari Kota Semarang. Bangunan candi mirip piramida berundak dengan banyak stupa yang mengelilingi bangunan ini. setiap batu penyusun candi ini tidak menggunakan semen namum memakai sistem interlock (saling mengunci) seperti balok lego yang saling menempel yang menunjukkan tingginya peradaban manusia pada saat itu. Monumen ini dilengkapi dengan sistem drainase yang baik, di setiap lantainya dipasang 100 pancuran berbentuk kepala raksasa untuk mencegah genangan.

Mengunjungi Candi Borobudur seakan membawa kita pada kejayaan Kerajaan Budha Kuno yang mewariskan bangunan dengan teknologi modern dan relief-relief indah penuh kisah di sekeliling dinding bangunan. Kini, Borobudur kembali menjadi pusat peribadatan agama Budha selain sebagai destinasi wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk melengkapi perjalanan wisata Anda di Borobudur, ada baiknya Anda juga mengunjungi obyek wisata sekitar Borobudur yang tidak jauh dari Kota Jogja. Jarak tempat wisata di bawah ini dari Kota Jogja antara 28 km sampai dengan 46 km.

Daftar Wisata Sekitar Dekat Candi Borobudur

Berikut daftar obyek wisata Jogja yang dekat dengan Candi Borobudur dan dikelompokkan ke dalam 3 bagian:

Museum Karmawibhangga

Karmawibhangga Museum Borobudur Unfinished Buddha

Museum yang berjarak hanya 450 meter dari Candi Borobudur atau berjalan kaki selama 6 menit merupakan tempat yang sayang jika tidak disambangi ketika Anda berwisata ke Candi Borobudur. Museum Karmawibhangga didesain dengan gaya arsitektur Jawa yang kental.

Di dalamnya Anda akan menemukan artefak dan barang-barang arkeolog yang berkaitan dengan Candi Borobudur. Anda tidak perlu membayar tiket masuk karena museum ini ada di dalam kompleks yang menyatu dengan Candi Borobudur. Ada beberapa hal yang bisa Anda lihat di dalam museum ini:

  • Ribuan batu yang berasal dari reruntuhan Candi Borobudur yang tidak lagi digunakan disimpan di sini. Selain itu ada chattra yaitu payung susun tiga yang berbuat dari batu yang merupakan kemuncak atau mastaka stupa utama Borobudur.
  • Kolam ikan: Kolam ikan yang berada di sudut ini disebut sekar kedaton atau putri raja. Sudut ini sangat cantik untuk dijadikan spot foto selfi.
  • Pendopo museum: Ada satu bagian pendopo yang dilengkapi dengan alat musik gamelan jawa lengkap. Seperti saron, bonang, gong dan lain sebagainya.
  • Relief Karmawibhangga: Relief berupa ukiran 3 dimensi di atas batu menjadi sebuah karya seni bernilai tinggi. Relief ini menggambarkan kisah Mahakarmawibhangga yang menceritakan tentang manusia yang masih terikat hawa nafsu dan patuh tunduk pada hukum karma.

Museum Kapal Samudraraksa

Museum Kapal Samudraraksa

Puas mengagumi keindahan dan kemegahan Candi Borobudur, Anda bisa melanjutkan kegiatan wisata dengan mengunjungi Museum Kapal Samudraraksa yang juga berada di kompleks Candi Borobudur. Kapal ini adalah sebuah bukti bahwa nenek moyang Indonesia adalah pelaut ulung dan pembuatan kapal ini terinspirasi dari relief yang ada di dinding Candi Borobudur.

Dibuat oleh As’ad Abdullah seorang warga Pulau Kangean, Madura, yang juga seorang pembuat kapal ulung. Kapal ini dibuat dengan teknologi sederhana berbahan kayu dan sebagian bambu. Setiap bilahan kayu pada bagian tubuh kapal tidak menggunakan paku tapi disatukan dengan pasak dan tali persis seperti sistem interlock pada batu-batu Candi Borobudur.

Kapal ini memulai ekspedisinya pada tanggal 15 Agustus 2003 dari Ancol dan berakhir di Pelabuhan Tema, Accra, Ghana pada tanggal 23 Februari 2004. Dari Ghana, kapal ini dipotong-potong dan dikirim kembali ke Indonesia melalui kargo. Kemudian dirangkai ulang untuk dijadikan bahan pendidikan dan kepentingan wisata.

Museum yang dibuka pada tahun 2005 ini kini dilengkapi dengan layar sinema interaktif. Sehingga pengunjung bisa berinteraksi dengan cara menggerakkan tangan dan ditangkap oleh alat sensor.

Tayangan ini memunculkan lumba-lumba yang berloncatan, rasi bintang hingga aneka hasil bumi. Juga terdapat lantai yang memunculkan berbagai jenis ikan berenang seolah-olah kita sedang berada di lautan. Pengunjung diminta menggunakan kaos kaki dan melepas sepatu ketika berada di bagian lantai ini.

Rumah Kamera Borobudur

Rumah Kamera Borobudur

Destinasi wisata dekat Borobudur ini hanya berjarak 1 km saja atau sekitar 10 menit. Sehingga selepas menikmati keindahan arsitektur candi Budha terbesar di dunia, Anda masih bisa menyempatkan mampir ke tempat yang unik ini. Rumah Kamera. Sesuai namanya, bangunan ini memang berbentuk kamera SLR berwarna hitam dan putih.

Pemilik rumah ini bernama Tanggol Angien Jatikusumo, seorang seniman berasal dari Semarang dan telah lama tinggal di Bali. Awal pembuatan rumah ini dari rasa sayangnya terhadap kamera SLR yang ia beli pada saat itu yang berharga sangat mahal. Terpikir olehnya untuk mempunyai rumah kamera seperti kamera SLR miliknya.

Mulailah ia membangun rumah impiannya pada tahun 2014. Pak Tanggol sebagai pemiliknya mengisi bangunan berlantai 3 ini dengan karya seni lukisnya sehingga rumah ini juga menjadi sebuah galeri seni.

Di lantai 3 Anda akan disuguhi hijaunya pemandangan desa dan deretan gunung mulai dari Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Gunung Andong. Juga perbukitan menorah dan Punthuk Setumbu bisa terlihat dari sini. Anda hanya perlu membayar Rp. 15.000 untuk bisa masuk dan mengeksplor rumah unik ini.

Candi Pawon

Candi Pawon

Selain Candi Borobudur, Anda juga disarankan mampir ke candi Budha lainnya yang lokasinya hanya berjarak 4,3 km dari candi Borobudur. Berdasarkan lokasinya, Candi Pawon bisa disebut sebagai titik tengah antara Candi Mendut dan Candi Borobudur. Candi ini berbentuk segi empat dengan atap yang bertingkat dan sebuah bilik yang ukurannya jauh lebih kecil dari Candi Mendut.

Tidak seperti candi pada umumnya yang tertutup rapat, di Candi Pawon terdapat 6 lubang angin pada biliknya. Mungkin lubang angin ini menjadi tempat keluarnya asap sesuai dengan namanya pawon. Menurut masyarakat sekitar pawon berasal dari kata pawuan yaitu tempat pembuangan atau pembakaran sampah.

Nikmati suasana tenang dan damai di sekitar candi yang memiliki relief makhluk kayangan seperti kinari yaitu burung berkepala manusia, pundi-pundi, kalpataru atau pohon hayati, dan relief bodhisatwa. Semua relief ini diukir di dinding candi bagian luar. Sedangkan bagian bilik kosong, tidak ada relief atau arca apapun di dalamnya.

Candi Mendut

Punthuk Kendil

Candi yang berumur lebih tua dari Candi Borobudur ini juga merupakan candi Budha. Candi ini berbeda dengan candi lainnya yang terlihat indah dengan arsitektur yang megah yang menjadi bukti kecerdasan masyarakat pada saat itu dalam membuat bangunan peribadatan.

Namun, Candi Mendut mempunyai peranan penting bagi umat Budha. Di kawasan ini juga terdapat Budha Monastery. Kata mendut sendiri berasal dari kata venu, vana, mandira yang berarti candi di tengah hutan bambu.

Baca Juga: Tempat Wisata Dekat Malioboro Jogja

Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1836 dengan kondisi tidak memiliki atap. Kemudian dilakukan pemugaran hingga tahun 1925. Di dalam ruangan candi yang cukup luas, terdapat 3 buah arca. Yang menghadap pintu adalah Budha Sakyamuni yaitu budha yang sedang berkhotbah. Menghadap ke selatan, arca Bodhisattva Avalokitesvara yaitu arca Budha penolong manusia.

Sedangkan arca yang menghadap ke utara adalah arca Maitreya yaitu Bodhisattva pembebas manusia. Ketiga arca dilengkapi dengan sinar kedewaan di sekeliling kepalanya atau Prabha. Harga tiket masuk ke candi ini cukup murah hanya 5 ribu rupiah. Waktu yang tepat mengunjungi candi ini adalah pada saat upacara waisak di mana, upacara dilakukan di candi ini kemudian bergerak dan berakhir di Candi Borobudur.

Manohara Sunrise

Merupakan paket wisata sunrise dari Hotel Manohara untuk dapat menikmati indahnya matahari terbit di puncak Candi Borobudur. Anda bisa mengambil paket Manohara Sunrise dengan menginap atau hanya menikmati sunrise dari puncak Candi Borobudur.

Berikut harga tiketnya:

  • Wisatawan mancanegara: Rp.475.000
  • Wisatawan domestic: Rp.350.000
  • Paket sunrise dan menginap di Hotel Manohara: Rp.270.000 dengan rate hotel Manohara adalah 1,6 juta rupiah (promo)

Tiket dapat dibeli langsung tanpa melakukan reservasi. Tiket sudah termasuk teh/kopi dan makanan ringan yang bisa dinikmati setelah kembali dari Candi Borobudur. tiket yang disediakan sunrise berlaku mulai pukul 04.300 hingga 17.00. Anda akan diberi stiker tanda pengenal dan pinjaman senter serta peta untuk menuju Candi setelah menyerahkan KTP di bagian pembelian tiket.

Stiker ini akan membedakan Anda sebagai pengunjung yang masuk dari Hotel Manohara dari pengunjung candi lainnya dan untuk mendapatkan souvenir dari hotel. Dengan harga yang terbilang mahal, pengalaman wisata ini senilai dengan keindahan sunrise langsung dari puncak candi yang dikelilingi dua gunung kembar yaitu Gunung SIndoro – Sumbing yang berada di sebelah barat laut dan Gunung Merapi – Merbabu di bagian timur laut.

Punthuk Kendil

Punthuk Kendil

Tempat wisata Candi Borobudur, telah membantu menghidupkan daerah-daerah sekitarnya menjadi destinasi wisata baru. Contohnya Punthuk Kendil yang hanya berjarak 2,3 km dari Candi Borobudur ini.

Spot wisata ini baru dibuka pada tahun 2017 lalu. Letaknya di Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur membuat punthuk ini mulai dikenal oleh wisatawan yang berwisata ke Candi Borobudur. Puntuk Kendil lokasinya berdekatan dengan Puncak Sukmojoyo dan Punthuk Mongkrong.

Desa Wisata Wanurejo

Desa Wisata Wanurejo

Bagi Anda yang menyukai damainya suasana di sekitar Candi Borobudur, Anda bisa menikmatinya lebih lama dengan menginap di Desa Wisata Wanurejo. Hanya berjarak 2,9 km dari candi, desa ini menjadi destinasi wisata lain dari tempat wisata Candi Borobudur. Homestay yang nyaman dan murah juga tersedia untuk menjadi tempat istirahat sekaligus sarana untuk mengenal kebiasaan warga desa yang masih otentik.

Contohnya tradisi Nyadran. Yaitu berkumpulnya para perantau dan masyarakat untuk mengunjungi makam leluhur yang biasa dilakukan pada minggu ketiga bulan Ruwah. Selain itu ada juga tradisi Kirab Budaya Merti Desa atau yang lebih dikenal dengan tradisi bersih desa/sedekah bumi dari upacara adat saparan.

Kirab dilakukan mulai dari Candi Pawon melewati Candi Borobudur hingga berakhir di lapangan pondok Tingal. Desa Wanurejo juga dikenal sebagai penghasil kerajinan kayu, batik, bambu, dan fiber yang berkualitas. Desa Wanurejo terdiri dari beberapa dusun yang menarik untuk dikunjungi. Setiap dusun memiliki potensi masing-masing yang bisa Anda eksplor lebih jauh.

Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu

Obyek wisata ini berada di area perbukitan dengan jarak kurang dari 5 km dari Candi Borobudur dan menjadi spot yang tepat untuk melakukan pengamatan sunrise. Siapkan fisik Anda karena untuk mencapai Punthuk Setumbu, Anda harus berjalan lumayan jauh dari lokasi parkir dengan medan jalan yang menanjak.

Sebaiknya mencari penginapan di sekitar sini agar tidak tertinggal menyaksikan keindahan landscape dari ketinggian dan gugusan awan putih yang menggulung sambil menanti semburat merah matahari pagi. Tiket untuk masuk ke tempat ini cukup murah yaitu hanya 15 ribu rupiah saja.

Rumah Doa Bukit Rhema Gereja Ayam

Rumah Doa Bukit Rhema Gereja Ayam

Puas menikmati keindahan sunrise di Punthuk Setumbu, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke arah kaki bukit Rhema untuk menyambangi sebuah gereja yang juga menjadi background film Ada Apa Dengan Cinta 2.

Dengan harga tiket parkir yang murah yaitu 2 ribu rupiah untuk kendaraan roda dua dan 5 ribu rupiah untuk kendaraan roda empat, Anda akan melihat sebuah gereja yang unik sebenarnya dimaksudkan tidak berbentuk ayam. Namun karena ada mahkota di kepalanya, wisatawan mengasosiasikan bangunan rumah doa ini dengan ayam yang memiliki jengger.

Bangunan yang dibangun oleh Daniel Alamsyah ini dimaksudkan sebagai rumah doa yang berbentuk merpati yang berada di tengah hutan. Jika Anda naik ke atas puncak bangunan ini, Anda akan melihat pemandangan indah perbukitan hijau yang mengeliling gereja dan hanya perlu membayar tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah ini.

Baca Juga: Tempat Wisata di Jogja

Dari berbagai alternative tempat wisata sekitar Candi Borobudur di atas, Anda dapat memilih yang mana yang akan masuk ke dalam destinasi wisata Anda selama berada di kota Jogja. Semua tempat memiliki historis dan keindahan masing-masing yang menambah kaya objek wisata Jogja. Sehingga kunjungan Anda ke Candi Borobudur menjadi maksimal dengan adanya kunjungan ke obyek wisata lain yang jaraknya sangat dekat candi megah ini. Selamat berlibur!

Tinggalkan Balasan